Adapun untuk perempuan, kencing berdiri nampaknya TIDAK MUNGKIN DILAKUKAN,
karena struktur kelamin perempuan jelas berbeda. Jika perempuan kencing
berdiri, maka kemungkinan besar air kencing, yg termasuk najis, akan
**muncrat dan** terpercik ke pakaian.

Untuk kesahihan sejarah, dulu si mbok mbok bakul (karena menggendong bakul
sayuran di punggung) ketika berangkat subuh subuh ke pasar di Jogya (tahun
60 an) ada yang kencing sambil berdiri; dan tampaknya tiada ada sisa air
kencing di kainnya.

Salam

AI

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke