Partisipasi, istilah yang (di)populer(kan) sejak Orde baru bukan istilah 
Minang. Tetapi substansinya sudah lama ada. Sumatera Barat yang wilayahnya 
relatif kecil itu punya 6 kota berstatus Dati II. Kota kelahiranku Padang 
Panjang yang pada waktu hanya berpenduduk kurang dari 50 ribu itu, jauh lebih 
dahulu memperoleh status Kotamadya dari pada Denpasar di Bali. Pasar-pasar di 
Sumatera Barat dahulu dibangun oleh para pedagang. Disebut pasar serikat. Namun 
ketika para pedagang di Pasar Atas Bukit Tinggi ingin membangun kembali pasar 
mereka yang terbakar, Pemda lebih suka melakukannya dengan berkolaborasi dengan 
pengusaha. Akibatnya terjadi ketegangan yang berkepanjangan antara Pemda dan 
para pedagang.

Saya ingat sebuah bait lagu

        Bukittinggi tanah rang Agam
        Mendaki jenjang empat puluh

Ya, untuk ke Pasar Atas lebih asyik melalui jenjang empat puluh itu. Bagi para 
pencinta selera, di Pasar Atas itu kita dapat menikmati masakan kapau di 
warung-warung tenda: gulai cubadak atau gulai tunjang yang legit, yang tidak 
akan ditemui di Restoran Padang manapun di dunia ini. Juga amping dadih yang 
sangat nikmat itu.

Dan pasar itu kemudian terbakar dan terbakar kembali, menguras modal dan 
inisiatif pedagang, sebaliknya memperkaya pengusaha dan sejumlah "oknum Pemda".

Mudah-mudahan Walikota Bukittinggi yang menjabat ketika itu termasuk mereka 
yang kaya dan sangat puas telah ikut membunuh inisiatif dan partisipasi 
masyarakat (yang oleh para pakar sosiologi disebut "social capital") di 
Sumatera Barat.

Talempong ditabuh dari dulu sampai sekarang. Bunyi tetap sama, nuansa jauh 
berbeda

(bersambung)


-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke