Ada berita pesta kawin sesudah gempa itu: http://us.detiknews.com/read/2009/10/04/103140/1214751/10/korban-gempa-padang-langsungkan-pernikahan-secara-sederhana
http://vibizdaily.com/detail/nasional/2009/10/04/korban_gempa_padang_langsungkan_pernikahan_secara_sederhana Salam, --MakNgah Sjamsir Sjarif --- In [email protected], fosil73 <fosi...@...> wrote: > > Assalamualaikum WR.WB. > > Tauik tangan manakan sambah, > Salam untuk urang salingka adaik. > > cukup menarik posting yang bapak-bapak bicarakan dalam posting ini, bentuk > refleksi perantau dalam memandang keadaan wilayah utama Minangkabau baik > darek ataupun rantaunya. > sebuah interpretasi tajam dalam memunculkan kritik terhadap masyarakat yang > masih berada dekat didalam lingkaran kebudayaan aslinya. > ada yang menyampaikan bahwa masyarakat tidak mempunyai raso pareso, tidak > punya etika, tidak ada soliodaritas dan deskripsi lainnya tentang masyarakat > Minang. > hal yang lumrah saya pikir, hakikat manusia yang selalu melihat dalam > perspektif negatif, menganggap sesuatu yang terjadi menjadi kesalahan... > > pernahkah kita berpikir bahwa bila yang dibahas dalam posting adalah diri > kita, keluarga kita atau lingkungan kita? > > Pernahkah kita apa yang melatarbelakangi kenapa hal ini bisa terjadi? > > Jika dikaitkan dengan pendidikan para pelajar yang mencicipi pendidikan di > ranah minang apakah para pelajar yang merupakan bibit generasi mendatang > telah mendapatkan bekal/pengetahuan yang sesuai dengan nilai-nilai yang > semestinya? > > Memang mudah melihat kekurangan dari luar sana, dan jangan melihat bahwa > masyarakat tidak mengakui kekurangan/kesalahan!!! > > Enak bagi manusia yang telah mencapai kemakmuran untuk dirinya, namun > biasanya lupa dengan lingkungannya atau sengaja melupakan identitas dirinya > karena merasa dirugikan dengan apa yang ditawarkan sistem masyarakatnya!!! > > Apakah bapak-bapak menyadari bahwa sistim sosial masyarakat minang telah > dikikis habis oleh budaya yang datang karena kepentingan-kepentingan > golongan/pihak tertentu, lihatlah kembali sejarah yang tertulis dan tidak > tertulis tanpa membatasi pada skala umur yang kita miliki. kadang umur kita > tidak berbicara sejarah. > > kritik tanpa kearifan didalam diri berarti menghancurkan. > > sekian, > maaf jika ada kata-kata yang salah dan menyinggung. > -- > Alfa Noranda > (Basuku Koto Generasi ke-8 dari Ranji Kaum suku Koto Aur Duri) > > Alamat : Nagari VIII Suku Kota Padang > Email : fosi...@... > Blog :http://fosil73.wordpress.com > mobile :+62 819 775 068 04 -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
