Engku Jamaludin Mohyiddin yth.

Wah artikelnya cukup panjang, dan ada beberapa penggalannya yang saya anggap
penting dikutipkan sbb:

1. *Alam ini*, ditentukan oleh Allah sebagai sesuatu yang *boleh
difahami*dan diolah kembali. Ia boleh
*dibangunkan dan dikembangkan* dengan pengetahuan dan usaha gigih manusia.
Keadaan alam seperti itu, membolehkan ia dibangunkan. Sedangkan pembangunan
bumi ini menjadi salah satu tugas manusia sebagai khalifah.

---->no coment

2. *Oleh kerana tahap keilmuan manusia tidak sama dan kaedah serta manhaj
bagi memahami ajaran-ajaran al-Quran juga turut berbeza, maka kefahaman
manusia terhadap ajaran-ajaran itu mungkin berbeza*. Bahkan, kemungkinan
kefahaman itu, mungkin jelas untuk sesuatu zaman dan tidak sesuai dengan
zaman yang lain. Justeru, dimensi beragama, bukanlah sesuatu yang tetap buat
selama-lamanya. *Ia terdedah kepada perubahan*. Bahkan ia memerlukan
perubahan...>
Dimensi beragama, tidak memiliki sifat kesucian.

---->no coment

3. Bahkan untuk mencapai *tahap keintelektualan yang tinggi sebagai ilmuwan
Islam*, seseorang mestilah memiliki integriti yang dimiliki oleh para ulul
al-bab. Mereka mestilah seorang yang *mematuhi perjanjian dengan Allah s.w*.


--->Komentar: menurut ambo,* keintelektualan yang tinggi sebagai
ilmuwan *ditentukan
oleh kemampuannya "*merasa*" dan "*memeriksa*" alam terkembang ini sesuai
dengan nilai yang dipahami oleh manusia.* *

4. Dengan perkataan lain, kehidupan umat Islam di alam Melayu, tidak hanya
dibentuk oleh kekuatan bergama, tetapi juga oleh pengaruh budaya yang
diwarisi di zaman Hindu dan anamisme. Kita juga tidak harus lupa bahawa
akibat kekalahan di tangan penjajah Barat, dan dinamika budaya itu sendiri,
*maka budaya Barat turut memainkan peranan dalam mencorak kehidupan
masyarakat Islam di seluruh dunia*.

--->Komentar: Apakah budaya Arab (sebelum nabi datang) ikut pula memainkan
peranan *dalam mencorak kehidupan masyarakat Islam di tanah Arab?*


5. Tujuan *dakwah di kalangan orang-orang Melayu* ialah untuk *mengukuhkan
kefahaman dan penghayatan mereka terhadap ajaran Islam*. Sehingga mereka
menjadi tonggak kepada perjuangan Islam di negara kita. Oleh kerana
kedudukan orang Melayu sekarang ini adalah tonggak kekuatan politik negara
kita, pegangan dan penghayatan yang kuat terhadap Islam di kalangan mereka,
akan mempengaruhi dasar-dasar negara dan akan menentukan hala-tuju negara ke
arah pembangunan yang berteraskan Islam.

----> Menurut ambo secara evolusi pengembaraan manusia menuju Tuhannya ada 4
fase

                        *1. Mencari Tuhan
                        2. Mengenal Tuhan
                        3. Bertemu Tuhan
                        4. Ber-Tuhan
*
Dalam adagium "Tahu di nan Empat", maka tahu di Tuhan merupakan urutan nomor
empat.
Hal ini tidak berarti sebelum seseorang tahu di diri, tahu di orang dan tahu
di alam, orang tidak boleh tahu di Tuhan.
Pengertian "tahu di Tuhan" tersebut bermakna manusia ber-Tuhan.

*Mencari Tuhan* Semua manusia, entah dia suku terasing atau manusia moderen
yang sekuler sekalipun, dari dalam lubuk hatinya selalu ingin mencari siapa
yang menjadi maha penguasa tertinggi, siapa yang patut menjadi
sesembahannya. Dalam pengembaraan ini, tak jarang mereka salah dalam *
mencari* Tuhan, dan menemukan patung, matahari, api sebagai Tuhan mereka.

*Mengenal Tuhan* Tuhan yang benar dikenalkan oleh rasulNya kepada manusia
melalui kitab-kitab nabi. Bagi kita yang beragama Islam, sejak kecil diajar
orang tua, guru, ustaz untuk mengenal Tuhan. Proses mengenal Tuhan tidak
dilakukan sendiri, ada tuntutannya melalui Alquran dan hadis.
Kita patut bersyukur menerima rahmat beragama Islam.

*Bertemu Tuhan* Setelah seseorang mengenal Tuhan (yang dijelaskan melalui
Alquran dan hadis), ia menjadi yakin tanpa ragu-ragu sedikitpun terhadap
ajaran Islam, dan selanjutnya dijadikan pedoman dalam kehidupan
sehari-harinya.
Ini berarti, ia telah bertemu Tuhan-nya.

*Ber-Tuhan* Dalam tingkat ini manusia merasakan dirinya tidak jauh dari
Tuhan Yang Maha Kuasa.
Semua gerak-geriknya dibimbing Tuhan dan dirinya selalu terlindungi.
Ia menyadari benar ucapan "Laa haula walaa quwwata illa billaah", tiada
upaya dan tiada kekuatan kecuali bersama Allah.
Keadaan seperti ini merupakan keyakinan pribadi, dan tidak untuk diceritakan
dan dipamerkan kepada orang lain.
Dalam ungkapan "Tahu di nan empat" disebutkan sebagai "orang yang tahu di
Tuhan".


*Inilah bukti sepanjang sejarah
Menghadapi alam manusia lemah
Bantuan dibutuhkan mengatasi masalah
Tuhan dicari lalu disembah

Menurut kebiasaan sejak dahulu
Tuhan dikenalkan bapak dan ibu
Sering manusia salah keliru
Dianggap tuhan ternyata batu

Untuk mengenalkan tuhan sejati
Allah mengutus para nabi
Bertemu tuhan tak hanya teori
Melalui Qur'an bisa dimengerti

Bukan dipamerkan atau jadi berita
Inilah hakekat orang beragama
Hidup bertuhan sepanjang masa
Tiada kekuatan, hanya Allah semata

*Salam

Abraham Ilyas
www.nagari.org
*


*

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke