Setahu ambo, konteks tajdid dalam Islam adalah menghidupkan kembali
ajaran Islam.  Misalnya ketika banyak perkara wajib dan sunnah
ditinggalkan dan perkara haram dan makruh diremehkan, umat Islam perlu
diingatkan kembali kepada agamanya.  Contoh tokoh yang dikenal sebagai
mujaddid adalah Khalifah 'Umar bin 'Abdil 'Aziz rahimahullah.  Beliau
menjadi contoh penguasa yang baik.  Kemudian Imam asy-Syafi'i
rahimahullah yang menjadi tokoh penting dalam memelihara Sunnah dari
orang yang menentangnya.

Tajdid bukanlah mengutak-atik hukum-hukum yang telah tetap dan jelas.
Jangan sampai misalnya shalat fardhu yang lima waktu diubah jadi dua
waktu dengan alasan perubahan aktivitas sehari-hari.  Jangan sampai
pula misalnya batas aurat diubah dengan alasan mengikuti fashion atau
mengubah hukum pidana dengan alasan HAM.

Umat Islam sepatutnya kreatif dalam perkara-perkara yang pada
tempatnya.  Apakah kita sudah mampu membuat vaksin yang tidak
menggunakan bahan-bahan haram?  Apakah kita sudah menjalankan sistem
ekonomi yang bebas riba?  Jadi kecerdasan manusia sepatutnya digunakan
untuk mendukung aturan agama, bukan untuk mengubah aturan agama.

Allahu Ta'ala a'lam.

Wassalaamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh,
-- 
Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke