Saya rasa pendapat Riri betul. Itu yang membedakan antara Kepentingan Pemerintah dengan Kepentingan Swasta. Kepentingan Pemerintah adalah pengejewantahan Undang-Undang untuk Melayani Rakyatnya dengan Obligation Pelayanan Publik, seperti kebutuhan Jalan, Transportasi, Rumah Sakit, yang orientasinya bukan Profit. Sedangkan Swasta jelas orientasinya Profit. Itu sebabnya maka jalan Tol dulunya di protes oleh DPR, karena rancu antara Kewajiban Pemerintah untuk melayani Rakyat dari segi transportasi jalan dengan Swasta yang membangun jalan tol. Sehingga tariff tol selalu naik, celakanya pemerintah malahan manggut aja. Pendapat saya, mungkin juga keliru, maklum rakyat awam, DAN
--- Pada Rab, 23/6/10, Riri Chaidir <[email protected]> menulis: Dari: Riri Chaidir <[email protected]> Judul: Re: RE: [...@ntau-net] Kereta Api Trans-Sumatra? Kepada: [email protected] Tanggal: Rabu, 23 Juni, 2010, 11:39 PM Sanak Adyan dan Dunsanak sadonyo. Iko lah terjawab di uda Taufiq. Pembuatan jalan raya, jalan kereta, bahkan mambuek pos penjagaan di pinggang gunuang marapi merupakan pelaksanaan dari "urusan" (iko istilah dari UU Otonomi Daerah) Pemerintah, atau bahaso kerennyo Public Sector Obligation (PSO). Jadi ndak baretong rugi-labo dalam bentuk gain, bahkan multiplier effect pun tidak Pembangunan jalan kereta pertama di Sumbar (Teluk Bayur - Sawahlunto) tahun 1891-1893 itu pertimbangannya adalah untuk membawa batubara (beberapa jaringan keretaapi di dunia memang dibangun berkaitan dengan tambang batubara). Tapi tidak berarti pemerintah belanda membebankan biaya pembangunan itu kepada perusahaan tambang. Trust me, misalnya ongkos angkut yang dibayar PT TBA dengan Babaranjang nya tidak cukup untuk menutupi biaya pembangunan jdan pengoperasian jalan kereta ke Panjang. Kebutuhan untuk melaksanakan PSO tentu sangat banyak, uangnya tidak akan cukup. Oleh sebab itu Pemerintah menentukan prioritas, mana yang akan dilaksanakan sendiri dan segera, mana yang nanti2 aja, mana yang diharapkan pakai PPP (Public - Private Partnership). Kalau yang jaringan kereta sumatera itu - dan jaringan di Sumabr - termasuk kategori mana, mungkin bisa dilihat dari 3 artikel nan ambo lewakan tersebut. Riri Bekasi, l, 48 2010/6/24 <[email protected]> Kalau Ulando mereka kan lah punyo tabungan/ labo sabalunnyo Sadang nagarinyo sajo nan kabanyo sebagian berada dibawah permukaan laut. Bisa nyo bendung. Apolai ditampek/ ladang usahonyo tantu diusahokan supayo lancar perhubungannyo. Lagi pulo itu memang paralu selain sacaro ekonomis. Juo sacaro strategis Jalan Daendels dari Anyer ka Panarukan. Kabanyo labiah banyak dikarajokan tenaga kerja paksa. Dilain pihak untuak tambang Umbilin jo Enim, tantu labiah dahulu lah ado study kelayakannyo Barapo deposit nan ado. Dek lah masuak paretongan baru. Dibukak jalan Soal jaman Malaise di Amrik. Itu kan usaho pemerintah supayo rakyatnyo nan di PHK karano kelesuan dunia usaha. Tatap karajo Mirip jo usaha Padat Karya jaman pak Harto dulu. Walau secara ekonomis penggunaan alat berat untuk membuat jalan lebih menjanjikan. Tapi...supaya rakyat dapat bekerja. Terpaksa tenaga manusia dimaksimalkan. penggunaannya Karano iko diparalukan untuk kestabilan/keamanan masyarakat. Pemerintah akan mengusahakan dananya. Wass TR -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
