Terkadang ada kesedihan melihat beberapa dari kita sebagai orang minang nan kurang memahami esensi sebagai orang minang. Banyak pituah yang menyampaikan secara langsung & tidak langsung bagaimana seharusnya kita melakukan diskusi, berdialog & bermusyawarah.
Walaupun harimau nan diparuik, Kambing juo nan musti dikaluakan duduak rami balapang-lapang, duduak surang basampik-sampik apupun juga yang kita rasakan, sangatlah perlu menjaga etika bahasa, karena apabila kita menggukan bahasa yang santun, insya Allah pendengar akan menggunakan akal sehatnya, sebalik apabila kita menggunakan kata-kata yang kasar, maka emosilah yang akan mendengarnya dan sesungguhnya emosi sangat jauh dari akal sehat. Terkadang dengan kepintaran intelektual yang kita miliki, kita lupa mengasah kepintaran emosional. Sesungguhnya menjadi bijaksana jauh lebih penting dari pada menjadi orang yang pintar/santiang. mohon maaf apa bila kurang berkenan. wasalam asa nagari kubang 50 koto ________________________________ -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
