Assalamualaimukm ww para sanak sapalanta.
Berikut ini saya sampaikan tiga perkembangan terkini tentang persiapan Kongres
Kebudayaan Minangkabau 2010.
1. Penjadwalan kembali pembukaan Kongres.
Setelah berkonsultasi dengan Ketua DPD Irman Gusman, Menteri Dalam Negeri
Gamawan Fauzi, dan Sekjen DPD Siti Nurbaya, Panitya Penyelenggara Kongres
Kebudayaan Minangkabau 2010 memutuskan untuk menjadwalkan kembali pembukaan
Kongres dari tanggal 7 Agustus menjadi akhir September 2010, sekitar tanggal 25
September, dua tiga minggu sehabis lebaran Idul Fitri.
Faktor yang sangat mempengaruhi penjadwalan kembali ini adalah kesibukan
Presiden dalam acara-acara kenegaraan pada bulan Agustus dan belum adanya
gubernur Sumatera Barat yang definitif pada tanggal 7 tersebut, padahal yang
akan bertanggung jawab sebagai tuan rumah jika Presiden mengunjungi suatu
daerah adalah gubernur.
Pada dasarnya, bahan yang akan dibahas Kongres sudah mendekati kematangan,
khususnya tentang ABS SBK, dan siap untuk dibahas. Kalaupun diperlukan
penyempurnaan, masih dapat ditampung dalam Kongres.
Penjadwalan kembali ini tidak akan mempengaruhi persiapan teknis, yang akan
tetap berjalan secara 'full speed'.
Waktu yang tersedia akan digunakan untuk pendalaman dan pemantapan agenda
Kongres lainnya, khususnya tentang format kerjasama Tungku Tigo Sajarangan;
pembangunan nagari dan kesejahteraan petani; pendayagunaan potensi maritim dan
kesejahteraan masyarakat pesisir; serta kesiagaan menghadapi bencana. Bisa juga
ditambah dengan tentang pelestarian pencak silat Minangkabau.
2. Dukungan masyarakat adat pada Kongres Kebudayaan Minangkabaau.
Dari Dr Mochtar Naim diterima informasi bahwa Majelis Tinggi Kerapatan Adat
Alam Minangkabau (MTKAAM) telah memberikan dukungan tertulis terhadap Kongres
Kebudayaan Minangkabau, dan ingin ikut sebagai peserta.
3. Permintaan Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek untuk ikut dalam Kongres
Kebudayaan Minangkabau.
Dari Ketua Umum Gebu Minang Kalimantan Timur, H. Joenairi Joebhar SH Dt
Mangkudun diterima informasi bahwa Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek minta
diundang pada Kongres Kebudayaan Minangkabau. Beliau menjelaskan bahwa beliau
adalah keturunan Minangkabau.
Semoga Allah swt selalu memberkati amal baik kita sekalian. Amin.
Wassalamualaikum w.w.
Wassalam,
Saafroedin Bahar(Laki-laki, Tanjung, masuk 73 th, Jakarta)
--
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.