Waalaikumsallam, wr wb, Mak Dave Nah ini dia, sudah terbit cerpen bergaya Retro, suka saya membacanya, ada-ada saja bahasa minangnya yang memperkaya jalan cerita
Jika membaca cerpen Retro kali ini Mak dave teringat jugalah saya ketika masa-masa kecil di kampuang saya Tanjung Barulak yang berpintu raya itu Mesjid Rayanya dekat Pekan Sabtu, tidak begitu jauh dari rumah kaum kami di jorong ujung lebuh namanya Memang disetiap mesjid dikampung ada saja anak2 berkelakuan kayak si Pudin itu suka usil, bikin jengkel orang tua yang beribadah apalagi shalat tarawih di bulan ramadhan Jadi ketika saya shalat tarawih di kampung waktu anak2 itu Mak Dave , kawan yang usil ini memang dia agak bagak dari kami, apapun perintah dia kami turutkan dan patuh, dia memang raja anak-anak di mesjid, dia ikut juga shalat tapi banyak bergarahnya dan menganggu anak lain Tingkahnya ada ada saja, orang shalat tarawih dia dibelakang ribut dan usil, dia hanya mengambil jatah teriak Aminnnn saja yang keras dan panjang seperti si Pudin Setelah ambil jatah amin setiap rakaat dia kembali bikin gaduh, mulai menjewer teleinga kami, menundakan kami saat rukuk dan sujud sampai mengelumunkan kain sarungnya yang bau, pada kami sehingga sesak napas kami, memang dia Raja anak2 betul di kampung kami Lalu saya pernah juga dikerjaan oleh Raja anak-anak ini, ketika itu Mak dave selesai shalat tarawih orang pada tadarus kami berlari-lari bikin heboh di belakang mesjid, dipegangnya saya lalu dikelumunkannya saya sama tikar mensiang jaman dulu yang panjang Tikar mensiang ini sudah bau, berdebu dan banyak tungaunya, dipulun-pulunkan badan saya, lalu di golong-golongkannya saya sama tikar yang dipulunnya itu, kalau itu tidak masalah kami ketawa-ketawa yang masalah Mak Dave badan saya habis gatal_galal seperti gali gata begitu, setiap di garuk semakin gatal, pulang ke rumah nenek masih gatal-gatal badan saya, akhirnya sama nenek dikasih minyak manis yang di tumbuk dengan bawang yang dibakar dan sedikit dikasih sadah sirih, dibalurkan ke badan saya yang gatal-gatal, baru agak lumayan, begitulah kisah "si Pudin" raja anak-anak di kampung kami Dan juga dia mempunyai kelakuan yang sama dengan si pudin, paling suka mengguguah tabuah secara berlebihan, kalau tidak di larang garin mesjid bisa bisa kulit jawi tabuah itu pasuak di guguah kawan kecil saya ini Itu saja dulu tambahan dan apresiasi saya sama cerpen Retro kali ini Terima kasih Wass-Jepe Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
