Dunsanak di Palanta.Assalamulaikum Wr. Wb. Kapatang ambo manarimo email dari Sanak kito DR. Ricky Avenzora nan berisi pandangan/ pandapeknya beliau ttg KKM.
Karano tulisan iko manuruik ambo rancak untuak kito basamo, khususnyo untuak stering komite, mako ambo usulkan ka beliau agar bisa baiyo batido di milis. Kami bahapean satantangan alek gadang iko, dan setelah mambaco babarapo penjelasan dari pak Saaf belakangan ini tentang materi materi nan dipatanyokan dek sanak RA iko mungkin sebagian alah tajawab. Tapi walaupun baitu paralu juo kito bao baiyo batido dengan acuan "*basilang kayu di tungku, di sinan api mako iduik". * Silakan dikomentari dan pandangan/pandapek sanak RA ttg. MK, silakan diklik pulo di http://nagari.or.id/?moda=palanta&no=113 Nan manarimo email Abraham Ilyas SALAM dari Ricky Avenzora perlihatkan detail 9 Jul (1 hari yang lalu) Dear Majelis RN Yang Mulia, 1. Pertama-tama izinkan saya utk menyampaikan salam takzim dan salam hormat utk semua. 2. Melalui email ini, mohon izinkan saya untuk menyampaikan beberapa pandangan saya (sebagai anak negeri) tentang KKM 2010 dan Draft 17 yang telah disampaikan (oleh Uni Iffah) dan beliau mintakan pandangan pada saya. 3. Pandangan-pandangan untuk KKM : a. KKM adalah SANGAT diperlukan dan SANGAT baik untuk membangun suatu momentum bagi pembangunan dan percepatan pembangunan di Ranah Minang; yaitu suatu pembangunan yang berkelanjutan dan positif dalam segala bidang. b. KKM adalah perlu untuk didukung bersama secara positif dan serius; yaitu agar efisien, efektif dan bermanfaat secara berkelanjutan. c. Suatu KKM yang efisien, efektif dan bermanfaat adalah akan bisa menjadi suatu momentum yang sangat berharga dan menjadi energi yang sangat besar untuk secara bersama menyatukan fikiran, hati, jiwa dan raga ke dalam berbagai tindakan yang diperlukan untuk mencapai berbagai tujuan bersama yang akan/dan telah disepakati. d. Suatu Kongres Kebudayaan sebenarnya adalah BUKAN gagasan atau kegiatan baru, melainkan adalah sesuatu yang telah sangat banyak dan sering dilakukan oleh berbagai masyarakat di muka bumi ini sejak dahulu. Diantara segudang Kongres Kebudayaan yang telah ada, maka bisa dikatakan bahwa terlalu banyak kongres kebudayaan yang bersifat 'indah kabar dari pada rupa" dan terlalu banyak pula kongres kebudayaan yang berujung pada kesia-siaan,.......dan malah banyak pula kongres kebudayaan yang membawa kmudharatan. Catatan : plz cermati sejarah dan berbagai kongres kebudayaan sejak jaman Romawi. e. Jika dicermati, maka hal-hal berikut adalah ssangat sering menjadi sumber kegagalan berbagai kongres (termasuk suatu kongres kebudayaan), yaitu : e.1. Penyelenggara kongres gagal mengelaborasi berbagai permasalahan yang akan dipecahkan bersama ke dalam suatu FORMULA pemikiran yang menarik bagi banyak pihak, dan gagal menampilkan formula tsb kedalam suatu langkah yang strategis serta taktis untuk mencapai tujuan akhir (maupun tujuan antara) serta untuk menggapai berbagai sasaran yang diinginkan. Hal ini adalah merupakan internal-problem yang sangat serius dan sering menjadikan gagalnya Kongress secara sistematis pada berbagai tahapan berikutnya. e.2. Dalam konteks suatu Kongres Kebudayaan, maka masyarakat penyelenggara biasanya sering luput memikirkan adanya dinamika kompetisi, dinamika resistensi, dan dinamika negatif lainnya yang SENGAJA diciptakan oleh berbagai komponen dan elemen masyarakat (baik internal maupun eksternal) dalam merespon berbagai ide dan isu yang dibicarakan dalam suatu kongres kebudayaan. Hal ini merupakan kelalaian yang menggerogoti energi penyelanggara dan juga energi masyarakat kongres tsb secara signifikan, dan menjadi penyebab terjadinya dinamika "mati layu sebelum sempat berkembang". e.3. Masyarakat penyelenggara suatu kongres kebudayaan, biasanya sering terperangkap dalam alam emosional (emotional array) yang bersumber pada keyakinan yang terlalu berlebihan atas kebenaran berbagai tata nilai yang akan mereka perjuangkan di dalam kongres tersebut. Hal ini biasanya akan sangat mudah untuk diamati pada dinamika ego mereka yang bisa dilihat melalui pola-pola komunikasi yang mereka ciptakan untuk membangun atmosfir-atmosfir yang mereka butuhkan untuk menyelenggarakan kongres tersebut. Pola the 'franky minority" ataupun pola lain yang bersifat agitatif adalah merupakan pola umum yang dipakai oleh para penyelenggara yang terperangkap dalam alam emosional mereka. Di satu sisi, memang cukup banyak contoh yang menunjukan realtif efektifnya hasil kerja suatu "propaganda" yang melibatkan alam emosional tersebut pada tahap awal, tapi dalam jangka panjang dan pada banyak kejadian ternyata pemakai pola tersebut lebih banyak yang terkecoh dengan umpan "French Bon-Bon" yang diberikan pihak lain kepada mereka. Mereka seperti di-IYA-kan, tetapi sesungguhnya mereka hanya "dijinakan" dengan sedikit "permen" yang manis. Dan di sisi lain, banyak kejadian yang menunjukan bhw pemakaian pola tersebut hanya menimbulkan "noisy", menimbulkan "bayi-bayi prematur" yang cacat fisik dan mental, dan menimbulkan banyak masalah serta LUKA SOSIAL. e.4. Salah satu Kongres Kebudayaan yang paling Te-O-Pe Be-Ge-Te (TOP Banget) yang sampai saat ini selalu menjadi sumber keingintahuan masyarakat akademisi (dan khususnya masyarakat intelijen) adalah kongres kebudayaan dunia yang diselenggarakan 100 tahun sekali secara tersembunyi oleh beberapa negara adidaya dan individu2 terpilih dalam menentukan arah kebijakan peradaban manusia di dunia. Secara formal kongress ini tidak menyediakan bukti langsung sama sekali, tapi jejaknya sangat terasa dan jelas. Catatan : Jika tertarik, maka silahkan akses berbagai lembar berita negara USA yang sudah di publikasikan oleh pemerintahnya. Anggota Majelis RN yg sdg di LN akan bisa mengkases data ini melalui berbagai perpustakaan yang ada di Universitas atau perpustakaan kota. Statemen terkait langsung dengan kongres akan selalu ditutup dgn hitam, tapi implikasi dan kebijakannya dibuka dan bisa dibaca. Jika mengacu pd Kongres yang Te-o-Pe Be-Ge-Te tsb, maka ada ciri yang bisa kita pelajari, yaitu semua aspek dan komponen serta elemennya mereka perhitungkan secara objektif, masak dan bijak, dan semua langkah mereka perhitungkan dengan taktis serta strategis. Pada berbagai contoh kasus yang pernah saya dalami (dalam rangka studi), maka sangat jelas mereka menghitung segala konsekuensi dan reaksi yang timbul secara baik hingga tataran "the 7-loops"; yaitu suatu reaksi sosial yang berantai hingga sampai pada reaksi berganda ke tujuh. Penerapan hasil2 kongres TOP BGT itu mereka evaluasi per 50 tahun. 4. Agar email ini tidak terlalu panjang, maka ijinkan saya mencukupkan dulu email ini sampai di sini dan akan saya sambung dengan email lain (SALAM-3) untuk menuliskan perpsektif saya tentang isi Draft 17. Sebagai penutup, maka ijinkan saya untuk mengajukan pertanyaan sbb : a. Akan kemanakah KKM 2010 ? b. Apakah sesungguhnya visi dan misi yang ingin dicapai dan dijalankan ? c. Apakah visi dan misi itu sudah menjadi hal terbaik yang bisa dan perlu kita canangkan bersama ?? d. Apakah visi dan misi itu sudah merupakan hasil pemikiran bersama atau hanya oleh segelintir pihak yang mengklaim diri sebagai wakil orang banyak?? e. Apakah saat ini kita sudah benar-benar melakukan persiapan yang baik dan benar untuk mencapai visi dan misi tersebut ? f. Apakah langkah-langkah yang kita rancang untuk mencapai visi dan misi tersebut memang sudah strategis dan taktis?? Dan, jika saya diijinkan untuk mengacu pada isi Draft 17, maka dalam segala kebodohan dan keterbatasan saya sebagai hamba ALLAH saya ingin mengatakan maka saya adalah akan termasuk individu yang mengatakan bahwa untuk semua pertanyaan tersebut (a s/d f) jawabannya adalah TIDAK (dalam arti : tidak jelas, belum baik, bukan hasil pemikiran yang representatif dan sesuai dengan kapasitas serta kababilitasnya, belum dipersiapkan, dan tidak strategis dan tidak taktis). Ketidaksiapan itu juga tampak pada terjadinya pengunduran jadwal kegiatan. Jika dalam merencanakan tanggal kegiatan saja "sang penyelenggara" telah luput dalam memprediksi dan memperhitungkan berbagai kondisi yang ada yang berkaitan dengan tanggal yang dipilih, maka saya SANGAT KHAWATIR berbagai hal dan konsekuensi dari pemikiran yang sedang diperjuangkan pun LUPUT diprediksikan dan diperhitungkan segala dampak negatifnya. Salam, r.a -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
