Pak Abraham, saya sdh membaca komentar Sdr Dr Ricky Avenzora - selanjutnya saya 
 singkat dgn  RA -  ttg KKM dan Draft 17, dlm email beliau, yg pak Abraham 
forward ke RN.

Walau dengan gaya bahasa yg  diperhalus dgn sedikit pujian pd KKM di bagian 
awal, namun isinya sama saja dgn emailnya sebelum ini, yg diforward oleh Ibu 
Hanifah Damanhuri ke RN. Intinya adalah bahwa - menurut bung RA - apapun  yg 
diperbuat SC KKM ini tak ada satupun yg betul.

Email yg sebelum ini malah penuh dengan istilah-istilah yang menghujat pribadi 
dua anggota RN,  yg dlm 'adat' RN sudah termasuk kategori  'flamming', sehingga 
dihentikan oleh moderator RN.

Dari dua tulisan bung RA itu tak satupun masukan yg dapat kita manfaatkan utk 
KKM, karena memang tidak ada apa-apanya selain kritik dan kritik saja.

Akan  lebih konstruktif sebagai pembanding, kalau bung RA  membuat ToR dan 
dokumen-dokumen alternatif utk KKM,  sesuai dengan pandangannya itu. Kalau 
memang ternyata baik, nanti kita pertimbangkan.

Wassalam,

Wassalam,
SB, Lk, 73 th, Jkt. Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Abraham Ilyas <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 11 Jul 2010 12:47:24 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: Gebu Minang<[email protected]>
Subject: Re: [...@ntau-net] harapan ambo terhadap KKM

Dunsanak di Palanta.Assalamulaikum Wr. Wb.
Kapatang ambo manarimo email dari Sanak kito DR. Ricky Avenzora nan berisi
pandangan/ pandapeknya beliau ttg KKM.

Karano tulisan iko manuruik ambo rancak untuak kito basamo, khususnyo untuak
stering komite, mako ambo usulkan ka beliau agar bisa baiyo batido di milis.


Kami bahapean satantangan alek gadang iko, dan setelah mambaco babarapo
penjelasan dari pak Saaf belakangan ini tentang materi materi nan
dipatanyokan dek sanak RA iko mungkin sebagian alah tajawab.

Tapi walaupun baitu paralu juo kito bao baiyo batido dengan acuan "*basilang
kayu di tungku, di sinan api mako iduik". *

Silakan dikomentari dan pandangan/pandapek sanak RA ttg. MK, silakan diklik
pulo di   http://nagari.or.id/?moda=palanta&no=113

Nan manarimo email

Abraham Ilyas
SALAM dari Ricky Avenzora

perlihatkan detail 9 Jul (1 hari yang lalu)


Dear Majelis RN Yang Mulia,

1. Pertama-tama izinkan saya utk menyampaikan salam takzim dan salam hormat
utk semua.

2. Melalui email ini, mohon izinkan saya untuk menyampaikan beberapa
pandangan saya (sebagai anak negeri) tentang KKM 2010 dan Draft 17 yang
telah disampaikan (oleh Uni Iffah) dan beliau mintakan pandangan pada saya.

3. Pandangan-pandangan  untuk  KKM :

a. KKM adalah SANGAT diperlukan dan SANGAT baik untuk membangun suatu
momentum bagi pembangunan dan percepatan pembangunan di Ranah Minang; yaitu
suatu pembangunan yang berkelanjutan dan positif dalam segala bidang.

b. KKM adalah perlu untuk didukung bersama secara positif dan serius; yaitu
agar efisien, efektif dan bermanfaat secara berkelanjutan.

c. Suatu KKM yang efisien, efektif dan bermanfaat adalah akan bisa menjadi
suatu momentum yang sangat berharga dan menjadi energi yang sangat besar
untuk secara bersama menyatukan fikiran, hati, jiwa dan raga ke dalam
berbagai tindakan yang diperlukan untuk mencapai berbagai tujuan bersama
yang akan/dan telah disepakati.

d. Suatu Kongres Kebudayaan sebenarnya adalah BUKAN gagasan atau kegiatan
baru, melainkan adalah sesuatu yang telah sangat banyak dan sering dilakukan
oleh berbagai masyarakat di muka bumi ini sejak dahulu. Diantara segudang
Kongres Kebudayaan yang telah ada, maka bisa dikatakan bahwa terlalu banyak
kongres kebudayaan yang bersifat 'indah kabar dari pada rupa" dan terlalu
banyak pula kongres kebudayaan yang berujung pada kesia-siaan,.......dan
malah banyak pula kongres kebudayaan yang membawa kmudharatan. Catatan : plz
cermati sejarah dan berbagai kongres kebudayaan sejak jaman Romawi.

e. Jika dicermati, maka hal-hal berikut adalah ssangat sering menjadi sumber
kegagalan berbagai kongres (termasuk suatu kongres kebudayaan), yaitu :

e.1. Penyelenggara kongres gagal mengelaborasi berbagai permasalahan yang
akan dipecahkan bersama ke dalam suatu FORMULA pemikiran yang menarik bagi
banyak pihak, dan gagal menampilkan formula tsb kedalam suatu langkah yang
strategis serta taktis untuk mencapai tujuan akhir (maupun tujuan antara)
serta untuk menggapai berbagai sasaran yang diinginkan. Hal ini adalah
merupakan internal-problem yang sangat serius dan sering menjadikan
gagalnya Kongress secara sistematis pada berbagai tahapan berikutnya.

e.2. Dalam konteks suatu Kongres Kebudayaan, maka masyarakat penyelenggara
biasanya sering luput memikirkan adanya dinamika kompetisi, dinamika
resistensi, dan dinamika negatif lainnya yang SENGAJA diciptakan oleh
berbagai komponen dan elemen masyarakat (baik internal maupun eksternal)
dalam merespon berbagai ide dan isu yang dibicarakan dalam suatu kongres
kebudayaan. Hal ini merupakan kelalaian yang menggerogoti energi
penyelanggara dan juga energi masyarakat kongres tsb secara signifikan, dan
menjadi penyebab terjadinya dinamika "mati layu sebelum sempat berkembang".



e.3. Masyarakat penyelenggara suatu kongres kebudayaan, biasanya sering
terperangkap dalam alam emosional (emotional array) yang bersumber pada
keyakinan yang terlalu berlebihan atas kebenaran berbagai tata nilai yang
akan mereka perjuangkan di dalam kongres tersebut. Hal ini biasanya akan
sangat mudah untuk diamati pada dinamika ego mereka yang bisa dilihat
melalui pola-pola komunikasi yang mereka ciptakan untuk membangun
atmosfir-atmosfir yang mereka butuhkan untuk menyelenggarakan kongres
tersebut. Pola the 'franky minority" ataupun pola lain yang bersifat
agitatif adalah merupakan pola umum yang dipakai oleh para penyelenggara
yang terperangkap dalam alam emosional mereka.

Di satu sisi, memang cukup banyak contoh yang menunjukan realtif efektifnya
hasil kerja suatu "propaganda" yang melibatkan alam emosional tersebut pada
tahap awal, tapi  dalam jangka panjang dan pada banyak kejadian ternyata
pemakai pola tersebut lebih banyak yang terkecoh dengan umpan "French
Bon-Bon" yang diberikan pihak lain kepada mereka. Mereka seperti di-IYA-kan,
tetapi sesungguhnya mereka hanya "dijinakan" dengan sedikit "permen" yang
manis. Dan di sisi lain, banyak kejadian yang menunjukan bhw pemakaian pola
tersebut hanya menimbulkan "noisy", menimbulkan "bayi-bayi prematur" yang
cacat fisik dan mental, dan menimbulkan banyak masalah serta LUKA SOSIAL.


e.4. Salah satu Kongres Kebudayaan yang paling Te-O-Pe Be-Ge-Te (TOP Banget)
yang sampai saat ini selalu menjadi sumber keingintahuan masyarakat
akademisi (dan khususnya masyarakat intelijen) adalah kongres kebudayaan
dunia yang diselenggarakan 100 tahun sekali secara tersembunyi oleh beberapa
negara adidaya dan individu2 terpilih dalam menentukan arah kebijakan
peradaban manusia di dunia. Secara formal kongress ini tidak menyediakan
bukti  langsung sama sekali, tapi jejaknya sangat terasa dan jelas. Catatan
: Jika tertarik, maka silahkan akses berbagai lembar berita negara USA yang
sudah di publikasikan oleh pemerintahnya. Anggota Majelis RN yg sdg di LN
akan bisa mengkases data ini melalui berbagai perpustakaan yang ada di
Universitas atau perpustakaan kota. Statemen terkait langsung dengan kongres
akan selalu ditutup dgn hitam, tapi implikasi dan kebijakannya dibuka dan
bisa dibaca.

Jika mengacu pd Kongres yang Te-o-Pe Be-Ge-Te tsb, maka ada ciri yang bisa
kita pelajari, yaitu semua aspek dan komponen serta elemennya mereka
perhitungkan secara objektif, masak dan bijak, dan semua langkah mereka
perhitungkan dengan taktis serta strategis. Pada berbagai contoh kasus yang
pernah saya dalami (dalam rangka studi), maka sangat jelas mereka menghitung
segala konsekuensi dan reaksi yang timbul secara baik hingga tataran "the
7-loops"; yaitu suatu reaksi sosial yang berantai hingga sampai pada reaksi
berganda ke tujuh. Penerapan hasil2 kongres TOP BGT itu mereka evaluasi per
50 tahun.


4. Agar email ini tidak terlalu panjang, maka ijinkan saya mencukupkan dulu
email ini sampai di sini dan akan saya sambung dengan email lain (SALAM-3)
untuk menuliskan perpsektif saya tentang isi Draft 17.

Sebagai penutup, maka ijinkan saya untuk mengajukan pertanyaan sbb :

a.  Akan kemanakah KKM 2010 ?
b.  Apakah sesungguhnya visi dan misi yang ingin dicapai dan dijalankan ?
c.  Apakah visi dan misi itu sudah menjadi hal terbaik yang bisa dan perlu
kita canangkan bersama ??
d. Apakah visi dan misi itu sudah merupakan hasil pemikiran bersama atau
hanya oleh segelintir pihak yang mengklaim diri sebagai wakil orang banyak??
e.  Apakah saat ini kita sudah benar-benar melakukan persiapan yang baik dan
benar untuk mencapai visi dan misi tersebut ?
f. Apakah langkah-langkah yang kita rancang untuk mencapai visi dan misi
tersebut memang sudah strategis dan taktis??

Dan, jika saya diijinkan untuk mengacu pada isi Draft 17, maka dalam segala
kebodohan dan keterbatasan saya sebagai hamba ALLAH saya ingin mengatakan
maka saya adalah akan termasuk individu yang mengatakan bahwa untuk semua
pertanyaan tersebut (a s/d f) jawabannya adalah TIDAK (dalam arti : tidak
jelas, belum baik, bukan hasil pemikiran yang representatif dan sesuai
dengan kapasitas serta kababilitasnya, belum dipersiapkan, dan tidak
strategis dan tidak taktis).

Ketidaksiapan itu juga tampak pada terjadinya pengunduran jadwal kegiatan.
Jika dalam merencanakan tanggal kegiatan saja "sang penyelenggara" telah
luput dalam memprediksi dan memperhitungkan berbagai kondisi yang ada yang
berkaitan dengan tanggal yang dipilih, maka saya SANGAT KHAWATIR berbagai
hal dan konsekuensi dari pemikiran yang sedang diperjuangkan pun LUPUT
diprediksikan dan diperhitungkan segala dampak negatifnya.


Salam,
r.a

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke