Salut utk PKDP. Walau ambo badarah Pariaman, namun ambo lahia dan gadang di 
Padang Panjang, sasakali sajo pulang ka Kampuang Dalam, wakatu ketek saisuak.

Kini sadang ambo usahokan - basamo jo kawan-kawan - menyegarkan budaya maritim 
dan pesisir, tantu tamasuak Pariaman, sebagai salah satu tema dari Kongres 
Kebudayaan Minangkabau 2010.

Tolong jo doa.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Nofend Marola" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 15 Jul 2010 10:54:16 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] Optimalisasi Peranan PKPD Oleh Pemkab Padangpariaman

Masyarakat Padangpariaman merupakan masyarakat yang memiliki daya juang
sangat tinggi. Hal ini tidak dapat disangkal lagi menyusul bukti dan
pengakuan dari banyak tokoh nasional maupun internasional. Penulis
berkesempatan berkeliling ke beberapa wilayah nusantara maupun manca negara,
tidak sulit bagi kita untuk bertemu dengan komunitas Piaman. Keberadaan
mereka yang sukses di rantau banyak dilatarbelakangi oleh  daya juang
(strugelitas) tinggi.

Level sosial mereka juga beragam, mulai dari pelaku ekonomi paling bawah
sampai dengan level puncak dalam sebuah institusi ataupun korporasi. Bisa
dibayangkan betapa luas dan tingginya pengalaman hidup mereka. Tidak jarang
dari mereka sangat dibutuhkan oleh masyarakat lain, lembaga lain, daerah
lain untuk secara terus-menerus memberikan sumbangan baik fikiran, moril
maupun materil kepada komunitas tersebut (di luar Piaman).

Secara organisatoris mereka terhimpun dalam Persatuan Keluarga Daerah Piaman
(PKDP), baik nasional maupun internasional, karena hanya PKDP yang merupakan
satu-satunya organisasi kedaerahan yang legal dan aktif menjalankan
programnya serta komunikasi antar anggota sampai dengan saat ini. Upaya
membangun Padangpariaman dan Kota Pariaman secara berkesinambungan
melibatkan semua stakeholder, tentu saja dapat dijadikan dasar untuk
menjalin hubungan lebih konkrit PKDP dan Pemkab/Kota untuk suatu tujuan
memaksimalkan peranan rantau dalam berkontribusi membangun ranah Piaman.

Database dimiliki PKDP akan tokoh dan jaringan bisnis dapat dimanfaatkan
oleh Pemda untuk memperlancar program-program strategis daerah, secara
instant, tentunya bila ada sebuah agenda yangg menfasilitasi langkah kerja
para tokoh tadi secara berkala dan progressive. Saat ini PKDP dan Pemda
masih memanfaatkan hubungan yang sekedar kenal dan dipermukaan saja.

Sang Bupati atau Walikota (Wako) terlihat muncul bersama PKDP bila ada
sebuah acara Seminar, silaturahmi atau event-event lain bersifat seremonial
saja. Hubungan yang belum dilembagakan yang berakibat saling membutuhkan
satu sama lain. Hal ini dapat terjadi karena memang tidak ada pengaturan
atau landasan hukum dalam sistem Pemerintah Daerah untuk menempatkan
organisasi PKDP sebagai salah satu mainstream program kerjanya yang harus
dipertanggung jawabkan di depan legislator dan rakyat.

Kegagalan membina hubungan dan memetik manfaat dari masyarakat perantauan
tidak ada sangsi ataupun reward yang mengatur. Padahal secara intangible hal
tersebut kadang menimbulkan kehilangan potensi peluang, kalau tidak mau
disebut menimbulkan kerugian pula. Sudah saat nya bersama difikirkan sebuah
kerangka kerja komprehensif, tentang bagaimana secara riil Pemkab/Pemko
melibatkan PKDP dalam menyusun Plan, Program pelaksanaan termasuk check and
balance, dari perspektif non formal diluar Perundang-undangan pemerintahan
daerah, sambil menunggu inisiatif DPRD atau Pemda bila terlintas untuk
memformalkan upaya ini ke dalam sebuah Perda.

Jangan lupa dalam tatanan "tigo tungku sajarangan", kepemimpinan di
Minangkabau ditopang oleh cadiak pandai, alim ulama dan niniak mamak,
tinggal kita sesuaikan saja pada element tungku yang mana sebaiknya peranan
urang rantau ditempatkan. Bila hal tersebut terwujud, Insya Alah tanggung
jawab pembangunan Piaman bisa menjadi lebih ringan bagi siapapun kepala
daerahnya, karena telah dibagi kesemua stakeholder. Termasuk PKDP untuk
mensukseskannya. Namun, disisi lain Pemda juga menjadi sangat berhati-hati
karena secara formal dalam menjalankan roda pemerintahan tidak saja diawasi
oleh masyarakat ranah yang langsung maupun melalui DPRD, namun juga
masyarakat rantau melalui PkDP.

Model ini akan menjadi yang pertama ditatanan pemerintahan daerah apabila
bisa diwujudkan dengan baik, dan hal ini bukan mustahil karena masyarakat
Piaman baik di ranah maupun di rantau memang senantiasa  menjadi komunitas
yang kreatif untuk mencoba sesuatu yang baru. Itulah salah satu resep yang
dimiliki dalam setiap succes story urang Piaman.

Berbekal hubungan yang sudah melembaga tadi, sang kepala daerah dapat secara
hotline berkomunikasi langsung dengan semua stakeholder PKDP. Dan yang lebih
penting komunikasi tersebut juga formal (resmi), namun tidak birokratis.

Hal ini akan membantu secara dinamis percepatan program pembangunan, apalagi
bila melibatkan sumber daya dari luar yang memerlukan sumbangan
moril/materil maupun lobby secara nasional/internasioanal atau pemerintah
pusat, karena tidak kurang tokoh-tokoh PKDP ternyata juga berkiprah di
rantau pada beragam profesi mulai dari pedagang, saudagar, pejabat
kementerian, lembaga perbankan nasional, DPR RI, ulama. Bahkan sampai pada
pemegang peranan penting pada institusi institusi internasional, yang
kesemua mereka itu adalah anak kamanakan dan sumando urang Piaman yang tidak
diragukan kecintaannya pada Ranah Piaman ini. [*]

Oleh: Ir. H. Muharmein Zein Chaniago, M.Eng, MPM
Penulis adalah Ketua DPP PKDP Bidang Ekonomi
http://padang-today.com/?today=article&j=3&id=1222, Minggu, 11/07/2010 21:01
WIB

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke