'Saya Akan Bawa ESQ Bersama Ary ke Eropa'

Republika, Selasa, 13 Juni 2006

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=252122&kat_id=407

Bagi yang mendalami kecerdasan spiritual, tentu mengenal Danah Zohar, penulis 
buku best-seller berjudul Spiritual Capital, yang menjadi inspirasi pemikiran 
dan penulisan berbagai karya terutama yang bertemakan spiritual. Danah Zohar 
adalah SQ Inventor kelas dunia, yang kini aktif mengajar dan mengisi seminar 
dan pelatihan, antara lain di Shell, Philip Morris Tobacco, Volvo, Astra 
Pharmaceutical, British Telecom, Marks & Spencer, Motorola, dan McCann. Wanita 
beranak dua itu yang mengenyam pendidikan di Amerika Serikat ini terlihat segar 
dalam balutan sutra hijau saat NEBULA menyambanginya. Sore itu, ia bersedia 
meluangkan waktunya untuk wawancara di peristirahatannya.

Republika: Saat berbicara kemarin, Anda katakan bahwa saat ini Barat sedang 
mengalami krisis spiritual. Sadarkah mereka akan krisis ini?

Danah Zohar: Seperti yang telah saya katakan, bahwa memang dunia Barat sedang 
mengalami krisis spiritual. Saya rasa mereka tidak sadar akan hal itu. Anda 
juga tahu betapa gilanya permasalahan sosial di negara Barat.

Orang-orang tua punya `masalah berat' terhadap kecenderungan anak-anak mereka 
mengonsumsi alkohol, hubungan seks dini dan hedonisme. Orang tak lagi ingin 
punya anak. Tingkat perceraian makin tinggi, di Amerika kini mencapai 50 persen 
per tahun. Dulu saat saya masih kanak-kanak, saya dan keluarga tinggal dalam 
lingkungan berdekatan. Kami masih mengenal siapa paman, bibi, dan sepupu kami. 
Tapi saat ini anak-anak Amerika sudah tidak lagi kenal saudara-saudara terdekat 
mereka. Tahukah Anda, penyebabnya adalah karena ada `kekosongan' dalam hati 
mereka. Mereka tidak punya tujuan hidup, dan salah memaknai hidup.

R: Bagaimana awalnya ide membuat buku Spiritual Capital muncul?
DZ: Spiritual Capital adalah sebuah energi besar yang mampu mengubah sesuatu 
menjadi lebih baik. Contohnya, keinginan menolong orang lain, berlaku damai, 
berbuat adil, dan mengedepankan kejujuran. Ketertarikan saya pada masalah 
spiritual muncul ketika saya mulai belajar Fisika.

Saya kagum pada teori Fisika Kuantum. Itulah sebabnya saya begitu terpacu 
menulis The Quantum Self dan Quantum Society. Saya mulai kagum Fisika Kuantum 
dan melihat betapa teori tentang spiritual dapat digambarkan dengan sebuah 
teori ilmiah. Di sinilah saya melihat adanya keterkaitan antara spiritual 
dengan Fisika.

Fisika Kuantum menggambarkan bagaimana partikel-partikel menjadi satu dan 
saling melengkapi. Ini adalah kesatuan holistik yang terikat dan saling 
berhubungan. Dalam buku tersebut saya katakan, bahwa saya adalah sekumpulan 
partikel, begitu juga dengan bumi ini. Lalu kita diciptakan dalam bentuk 
tersendiri dan menjadi makhluk individu. Merujuk teori ini, manusia adalah 
bagian dari sebuah kelompok, sebuah komunitas, satu kesatuan. Semuanya ada di 
buku saya, Anda bisa membacanya sendiri, Sulit sekali menjelaskan Fisika 
Kuantum dalam lima menit. Tapi jika Anda inginkan, saya ingin kembali lagi ke 
Indonesia dan memberi kuliah tentang hal ini.

R: Bagaimana Anda memandang kehidupan ini?

DZ: Hidup adalah sebuah tanggungjawab. Kita harus terus hidup. Satu-satunya 
cara menjalani hidup adalah dengan terus menerus berusaha agar dapat lebih 
cerdas secara spiritual. Saya banyak mengamati perilaku masyarakat sekarang 
ini, cenderung tidak cerdas. Maksud saya, tidak cerdas spiritual. Tahukah Anda 
kita punya kesamaan 98 persen gen dengan kera? Saya khawatir, jangan-jangan 
kita juga punya kesamaan 98 persen perilaku seperti kera dan hanya 2 persen 
saja perilaku sejati manusia. (Tertawa). Itulah sebenarnya tugas kita untuk 
memperbaikinya.

Tujuan saya bekerja, bagi saya sama pentingnya dengan tujuan hidup saya. Dan 
yang terpenting bagi saya saat ini adalah menulis buku. Saya adalah penulis dan 
saya berharap dapat berbuat banyak bagi dunia dengan itu semua.

Arti hidup bagi saya adalah secara terus menerus mencari alasan untuk hidup. 
Saya yakin ada hal yang benar dari yang telah saya sampaikan. Alasan mengapa 
manusia hadir di dunia ini adalah karena kita memiliki pekerjaan yang harus 
kita lakukan. Jika saya gunakan terminologi keagamaan, itu sama saja dengan 
menyatakan bahwa ada Tuhan yang bekerja dalam dunia ini.

Alam semesta ini memiliki kesadaran. Kesadaran itu baru akan muncul ketika 
memasuki sebuah materi seperti tubuh kita ini. Jadi, bagi saya kita bisa 
mengerjakan hal yang lebih baik. Menjadikan dunia lebih cerdas bila kita 
sendiri berusaha untuk lebih cerdas. Jadi itulah yang saya pikir, tujuan 
manusia hidup di dunia ini.

R: Bagaimana Anda melihat konsep SQ berkembang di Indonesia?

DZ: Saya telah melihat ini dimotori oleh Ary Ginanjar yang memperkenalkan SQ 
dengan sangat baik di Indonesia. Ary dengan ESQ Modelnya telah berhasil menarik 
korelasi SQ dengan dunia riil/bisnis. ESQ Ary menggunakan konsep Islam sebagai 
pijakan, namun tetap terbuka untuk semua agama. Buku ESQ membuat Islam menjadi 
terbuka untuk orang semacam saya dan juga ribuan orang seperti saya di dunia 
Barat.

R: Adakah keinginan Anda untuk berkolaborasi dengan tokoh spiritual Indonesia?

DZ: Ya, saya sangat tertarik untuk itu. Kemungkinan saya akan segera 
bekerjasama dengan Ary Ginanjar. Saya melihat bahwa konsep saya dan Ary sangat 
compatible. Saya akan bawa ESQ bersama Ary ke Eropa. n anisi r 
handini/nurhablisyah)
( )


-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke