Tentu tulisan nan dikutip kanda Darwin bisa menjadi jawaban kekuatiran
thd ESQ. Jadi dalam satu kalimat bisa ditulis bahwa ESQ adalah
Leadership Training with spiritual approach base on Islamic Teaching.

On 7/15/10, Darwin <[email protected]> wrote:
> 'Saya Akan Bawa ESQ Bersama Ary ke Eropa'
>
> Republika, Selasa, 13 Juni 2006
>
> http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=252122&kat_id=407
>
> Bagi yang mendalami kecerdasan spiritual, tentu mengenal Danah Zohar,
> penulis buku best-seller berjudul Spiritual Capital, yang menjadi inspirasi
> pemikiran dan penulisan berbagai karya terutama yang bertemakan spiritual.
> Danah Zohar adalah SQ Inventor kelas dunia, yang kini aktif mengajar dan
> mengisi seminar dan pelatihan, antara lain di Shell, Philip Morris Tobacco,
> Volvo, Astra Pharmaceutical, British Telecom, Marks & Spencer, Motorola, dan
> McCann. Wanita beranak dua itu yang mengenyam pendidikan di Amerika Serikat
> ini terlihat segar dalam balutan sutra hijau saat NEBULA menyambanginya.
> Sore itu, ia bersedia meluangkan waktunya untuk wawancara di
> peristirahatannya.
>
> Republika: Saat berbicara kemarin, Anda katakan bahwa saat ini Barat sedang
> mengalami krisis spiritual. Sadarkah mereka akan krisis ini?
>
> Danah Zohar: Seperti yang telah saya katakan, bahwa memang dunia Barat
> sedang mengalami krisis spiritual. Saya rasa mereka tidak sadar akan hal
> itu. Anda juga tahu betapa gilanya permasalahan sosial di negara Barat.
>
> Orang-orang tua punya `masalah berat' terhadap kecenderungan anak-anak
> mereka mengonsumsi alkohol, hubungan seks dini dan hedonisme. Orang tak lagi
> ingin punya anak. Tingkat perceraian makin tinggi, di Amerika kini mencapai
> 50 persen per tahun. Dulu saat saya masih kanak-kanak, saya dan keluarga
> tinggal dalam lingkungan berdekatan. Kami masih mengenal siapa paman, bibi,
> dan sepupu kami. Tapi saat ini anak-anak Amerika sudah tidak lagi kenal
> saudara-saudara terdekat mereka. Tahukah Anda, penyebabnya adalah karena ada
> `kekosongan' dalam hati mereka. Mereka tidak punya tujuan hidup, dan salah
> memaknai hidup.
>
> R: Bagaimana awalnya ide membuat buku Spiritual Capital muncul?
> DZ: Spiritual Capital adalah sebuah energi besar yang mampu mengubah sesuatu
> menjadi lebih baik. Contohnya, keinginan menolong orang lain, berlaku damai,
> berbuat adil, dan mengedepankan kejujuran. Ketertarikan saya pada masalah
> spiritual muncul ketika saya mulai belajar Fisika.
>
> Saya kagum pada teori Fisika Kuantum. Itulah sebabnya saya begitu terpacu
> menulis The Quantum Self dan Quantum Society. Saya mulai kagum Fisika
> Kuantum dan melihat betapa teori tentang spiritual dapat digambarkan dengan
> sebuah teori ilmiah. Di sinilah saya melihat adanya keterkaitan antara
> spiritual dengan Fisika.
>
> Fisika Kuantum menggambarkan bagaimana partikel-partikel menjadi satu dan
> saling melengkapi. Ini adalah kesatuan holistik yang terikat dan saling
> berhubungan. Dalam buku tersebut saya katakan, bahwa saya adalah sekumpulan
> partikel, begitu juga dengan bumi ini. Lalu kita diciptakan dalam bentuk
> tersendiri dan menjadi makhluk individu. Merujuk teori ini, manusia adalah
> bagian dari sebuah kelompok, sebuah komunitas, satu kesatuan. Semuanya ada
> di buku saya, Anda bisa membacanya sendiri, Sulit sekali menjelaskan Fisika
> Kuantum dalam lima menit. Tapi jika Anda inginkan, saya ingin kembali lagi
> ke Indonesia dan memberi kuliah tentang hal ini.
>
> R: Bagaimana Anda memandang kehidupan ini?
>
> DZ: Hidup adalah sebuah tanggungjawab. Kita harus terus hidup. Satu-satunya
> cara menjalani hidup adalah dengan terus menerus berusaha agar dapat lebih
> cerdas secara spiritual. Saya banyak mengamati perilaku masyarakat sekarang
> ini, cenderung tidak cerdas. Maksud saya, tidak cerdas spiritual. Tahukah
> Anda kita punya kesamaan 98 persen gen dengan kera? Saya khawatir,
> jangan-jangan kita juga punya kesamaan 98 persen perilaku seperti kera dan
> hanya 2 persen saja perilaku sejati manusia. (Tertawa). Itulah sebenarnya
> tugas kita untuk memperbaikinya.
>
> Tujuan saya bekerja, bagi saya sama pentingnya dengan tujuan hidup saya. Dan
> yang terpenting bagi saya saat ini adalah menulis buku. Saya adalah penulis
> dan saya berharap dapat berbuat banyak bagi dunia dengan itu semua.
>
> Arti hidup bagi saya adalah secara terus menerus mencari alasan untuk hidup.
> Saya yakin ada hal yang benar dari yang telah saya sampaikan. Alasan mengapa
> manusia hadir di dunia ini adalah karena kita memiliki pekerjaan yang harus
> kita lakukan. Jika saya gunakan terminologi keagamaan, itu sama saja dengan
> menyatakan bahwa ada Tuhan yang bekerja dalam dunia ini.
>
> Alam semesta ini memiliki kesadaran. Kesadaran itu baru akan muncul ketika
> memasuki sebuah materi seperti tubuh kita ini. Jadi, bagi saya kita bisa
> mengerjakan hal yang lebih baik. Menjadikan dunia lebih cerdas bila kita
> sendiri berusaha untuk lebih cerdas. Jadi itulah yang saya pikir, tujuan
> manusia hidup di dunia ini.
>
> R: Bagaimana Anda melihat konsep SQ berkembang di Indonesia?
>
> DZ: Saya telah melihat ini dimotori oleh Ary Ginanjar yang memperkenalkan SQ
> dengan sangat baik di Indonesia. Ary dengan ESQ Modelnya telah berhasil
> menarik korelasi SQ dengan dunia riil/bisnis. ESQ Ary menggunakan konsep
> Islam sebagai pijakan, namun tetap terbuka untuk semua agama. Buku ESQ
> membuat Islam menjadi terbuka untuk orang semacam saya dan juga ribuan orang
> seperti saya di dunia Barat.
>
> R: Adakah keinginan Anda untuk berkolaborasi dengan tokoh spiritual
> Indonesia?
>
> DZ: Ya, saya sangat tertarik untuk itu. Kemungkinan saya akan segera
> bekerjasama dengan Ary Ginanjar. Saya melihat bahwa konsep saya dan Ary
> sangat compatible. Saya akan bawa ESQ bersama Ary ke Eropa. n anisi r
> handini/nurhablisyah)
> ( )
>
>
> --
> .
> Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di
> tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
> - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an
> keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
>

-- 
Sent from my mobile device

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
gelar Bagindo, suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
Nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman. rantau: Deli, Jakarta,
sekarang Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------
"menjadi bagian dari sapu lidi, akan lebih bermanfaat dari pada
menjadi sebatang lidi"

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke