Sesuai dengan Adat salingka Nagari

Dinagari kami kedatangan Bulan Ramadhan disambut dengan acara "Mando'a -  
Maimbau Makan" untuk saling bermaafan

Biasanya diadakan sekitar seminggu menjelang Ramadhan yang diundang adalah 
semua karib kerabat, ipa-bisan, bako dan anak pisang

Karena semua rumah mengadakan. Bisa hari2 terakhir menjelang Ramadhan kita 
diundang untuk dua atau tiga rumah.    
Semua lapisan bermaafan, lapeh dari sagalo upek-puji

Sehingga mereka akan menikmati Ramadhan dengan tenang. Terjauh dari berbagai 
ganjalan dalam pergaulan sesama manusia

Disitulah taraso lamaknyo iduik bakampuang
Kaba baiak baimbauan, kaba buruak bahambauan


Jauh dari individualisme yang kentara diperkotaan

Kalau nan namonyo balimau, dikampung tidak ada hura2. Cukup masing2nya mandi 
bersih dirumah sendiri atau ditepi sungai

Salam
TR

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Armen Zulkarnain <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 17 Jul 2010 17:00:07 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: Armen Zulkarnain<[email protected]>
Subject: Bls: Bls: [...@ntau-net] Bapak Pimpinan LKAAM Sumbar dan LKAM Jakarta, 
 
        Yth.

assalamualaikum pak Iqbal Rahman, ambo raso kok pertanyaan  "Nan di Riau tu ala 
salasai ... ?  .. lai laku dek urang  Riau" elok pulo kito  batanyo kapado 
angku, mamak, bundo sarato dunsanak nan ado di palanta rantaunet ko, tantu sajo 
nan bamukim di provinsi Riau (bukan prov. Kepulauan Riau). Apo ado perkembangan 
pembangunan saja priode 2000-2010..... kok dapek dibandingkan jo Sumbar dengan 
wakatu priode nan  samo. Itu sajo pandapek ambo nan "spesialis  OC' ko, banyak 
maaf.


wasalam 

Armen Zulkarnain 
32 tahun - Padang
 



________________________________
Dari: iqbal rahman <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Sab, 17 Juli, 2010 06:20:56
Judul: Re: Bls: [...@ntau-net] Bapak Pimpinan LKAAM Sumbar dan LKAM Jakarta,  
Yth.


Kalau ala mulai mancari kalamahan urang  bantuak iko indak ka basuo do rueh jo 
buku , seharusnyo penggagas KKM jaan mambuek front btw nan indak satuju lawan 
..cari kalamahannyo "Show Must Go On "  , apolai ado analisa , hipotesa nan 
malago-lagokan maantuak-antuak an   mamacah bala  , nampaknyo Sanak  AZ iyo  
spesialis  OC ,  batanyo ambo ciek  Nan di Riiau tu ala salasai ... ?  .. lai 
laku dek urang  Riau .

Itu se  dari ambo selamat ber KKM  untuak sekelompok  urang sajo .

Iqbal Rahman  

--- On Fri, 16/7/10, Armen Zulkarnain <[email protected]> wrote:


>From: Armen Zulkarnain <[email protected]>
>Subject: Bls: [...@ntau-net]  Bapak Pimpinan LKAAM Sumbar dan LKAM Jakarta, 
>Yth.
>To: [email protected]
>Cc: "Muhammad Sayuti Dt Rajo Panghulu" <[email protected]>, "Muhardi 
>Rajab" 
><[email protected]>, [email protected], 
>[email protected], 
>[email protected], [email protected], [email protected], 
>[email protected], [email protected], 
>[email protected], [email protected], "Amri Aziz" 
><[email protected]>, "Abraham Ilyas" <[email protected]>, "Farhan Muin 
>DATUK BAGINDO" <[email protected]>, "Ephi Lintau" <[email protected]>, 
>"Armen Zulkarnain" <[email protected]>, "ZulTan" <[email protected]>, 
>[email protected], "Muzirman" <[email protected]>, "muchwardi 
>muchtar" 
><[email protected]>
>Date: Friday, 16 July, 2010, 11:26 PM
>
>
>nan alah ambo sigi salamo 2 bulan ko ka mak Google iyo indak ado batamu situs 
>resmi LKAAM Sumbar ko doh. Kebetulan tanggal 29 Juni 2010 ambo niek kan untuak 
>manelpon sekretariat LKAAM nan ba alamat  Jl Diponegoro Padang, nan manjawek 
>sanak Sandrino Libra pegawai administrasi LKAAM & baliau juo menyatokan bahwa 
>sampai saat 29 Juni 2010  LKAAM memang alun ado memiliki situs resmi. 
>Sabananyo 
>sangat disayangkan, dek karano warnet alah tumbuah bak cindawan di musim hujan 
>di nagari-nagari ranah minang, nan tantu sajo bisa menjadi website 
>pembelajaran 
>adat budaya minangkabau pada generasi muda nan ado dikampuang-kampuang.
>
>
>
>lai dapek sakatek berita soal LKAAM wakatu mubes kapatang ko, ado di situs 
>resmi 
>pemprov Sumbar
>
>
>http://www.sumbarprov.go.id/detail_artikel.php?id=177
>
>
>Mubes Dibelit LKAAM
>
>H. Bagindo M. Letter, Ketua V Bidang Pendidikan dan Pelatihan LKAAM 
>mengungkapkan bahwa panitia musyawarah besar (Mubes) LKAAM X dan Mubesar VII 
>Bundo Kanduang, pada 7 dan 8 Juni 2010 ini terancam terbelit utang akibat 
>keterbatasan dana. Mubes, katanya, membutuhkan biaya sekitar Rp 357, 7 juta. 
>Sedangkan APBD Sumbar 2010 cuma menyediakan anggaran Mubes Rp 250 juta dari Rp 
>1,3 milyar total anggaran yang diusulkan.
>
>
>
>Padahal menurut Sekretaris Umum LKAAM M. Sayuti Dt. Rajo Pangulu, di pundak  
>LKAAM terpikul tanggungjawab mewujudkan Adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi 
>Kitabullah (ABS-SBK), dan pendidikan moral adat dan budaya bagi anak 
>kemanakan. 
>Tapi komitmen Pemerintah daerah (Pemda) untuk melaksanakan program itu 
>terkesan 
>setengah hati. 
>
>
>Dulu, kata Sayuti, di zaman Pejabat Gubernur Dunija, LKAAM malah mendapat  
>anggaran Rp 1 milyar. Ini membuktikan pejabat yang bukan orang Minang lebih 
>peduli  pada kajian adat dan budaya. Di beberapa daerah kepala daerah yang 
>menjabat Ketua LKAAM juga memberikan perhatian besar kepada organiasi ini. 
>Demikian antara lain pernyataan H. Bagindo M. Letter dan M. Sayuti Dt. Rajo 
>Pangulu dalam jumpa pers 1 Juni lalu sebagaimana dikutip Padang Ekspres (hal 
>23) 
>Rabu 2 Juni 2010.
>
>
>
>Pernyataan itu tentu saja menggelitik. Pertama, karena Sayuti dan HM Letter 
>adalah pengurus inti LKAAM. Keduanya juga berpengalaman beberapa priode di 
>DPRD 
>Sumbar. Seharusnya mereka mengerti ”adat” prosedur dan proses pengusulan dan 
>penetepan APBD, termasuk anggaran untuk LKAAM itu. Yaitu,  ”  ajukanlah 
>sebanyak 
>yang dinginkan dan terimalah sebanyak yang disetujui”. Adatnya bukan 
>”ma-agak-an 
>agiah urang. Kalau ma-agak-an agiah urang  sama dengan pemaksaan.
>
>Kedua, sebagai senior di LKAAM keduanya tentu mengikuti sejarah LKAAM yang 
>sejak 
>berdiri di Padang 18 Maret 1966 silam hingga sekarang dibiayai Pemda Sumbar 
>dan  
>bupati/wali kota. Baik biaya operasional, personal, maupun kegiatan khusus 
>seperti pelatihan, Mubes termasuk berkunjung ke negara tetangga. Kini, dengan 
>menyebut bahwa Dunija yang tak cukup setahun di Sumbar (dari 27 Maret 1999 
>hingga 24 Febaruari  2000) lebih peduli, sama artinya meniadakan kepedulian 
>gubernur yang orang Minang dan DPRD sebelum dan sesudahnya. Artinya, karena 
>hujan sehari percuma panas berpuluh tahun.
>
>Ketiga, dengan menyebut kepala daerah yang ketua LKAAM lebih peduli kepada 
>LKAAM, mengisyaratkan bahwa keduanya menginginkan gubernur dan kepala daerah 
>yang akan  datang mestilah seorang datuk dan ketua LKAAM. Sebagai mantan 
>aktivis 
>partai dan anggota DPRD keduanya wajar berpikir politis. Tapi sebagai pengurus 
>LKAAM lembaga yang mengatasnamakan adat dan alam Minangkabau, pernyataan itu  
>bisa menyeret LKAAM pada kepentingan pribadi. 
>
>
>Melihat tiga hal diatas, keduanya tampaknya lupa kearifan lamah nan ka 
>mancucuak, barek nan ka maimpok. Bukankah meagungkan dan membandingkan Pejabat 
>Gubernur Dunija yang berasal dari Jawa dan bukan datuk kemudian pejabat kepala 
>daerah yang kebetulan Ketua LKAAM dengan Gubernur Sumbar sekarang (Marlis 
>Rahman) bisa mengusik Gubernur yang secara fungsional merupakan pelindung 
>LKAAM 
>dan bisa mengecilkan arti Kepala Daerah yang bukan Ketua LKAAM meski tak 
>pernah 
>mengabaikan LKAAM selama ini.
>
>Keduanya juga terkesan tidak konsisten. Di satu pihak mereka mengaku paham 
>keterbatasan anggaran Pemda, di pihak lain justru melontarkan kekecewaan pada  
>keterbatasan anggaran itu. Padahal, kabarnya, Gubernur Marlis Rahman sudah 
>menawarkan solusi mengatasi kekurangan biaya Mubes itu. LKAAM diminta 
>menggunakan anggaran rutin sementara menunggu pengesahan anggaran perubahan. 
>Kalau itu benar dan keduanya masih merasa kecewa, tentulah ada maksud-maskud 
>lain di balik pernyataan itu. Bisa jadi mau menjajakan LKAAM kepada orang lain 
>selain Gubernur Marlis Rahman, yang boleh jadi bergelar datuk. Maklum, pasar 
>tentang itu kini sedang terbuka. 
>
>
>Kemudian, jika benar pernyataan keduanya bahwa LKAAM merupakan refresentasi 
>dari 
>ninik mamak, mereka mestinya tak mencemaskan utang tersebut. Sebab seorang 
>ninik 
>mamak yang arif, paham sekali mamak di pintu utang, keponakan di pintu bayia. 
>Gubernur dan para bupati/walikota adalah keponakannya sekaligus pelindung 
>LKAAM 
>di wilayah masing-masing, yang tak akan membiarkan mamaknya tergadai karena 
>utang.
>
>Maka, mencermati  pernyataan Sayuti dan HM. Letter itu agaknya LKAAM bukan 
>sedang terbelit utang melainkan terbelit kepentingan. Karena itu para peserta 
>Mubes patut menjauhi sikap-sikap seperti itu karena bisa merusak citra LKAAM 
>di 
>mata masyarakat adat dan dapat mengusik keserasian tungku tigo sajarangan dan 
>tali tigo sapilin yang telah menjadi tatatan sosial politik dalam membangun 
>Sumbar selama ini. (*)
>
>
>
>-- 
>.
>Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
>lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/~
>===========================================================
>UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>- DILARANG:
>1. E-mail besar dari 200KB;
>2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
>3. One Liner.
>- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
>- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
>- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
>- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
>mengganti subjeknya.
>===========================================================
>Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
>keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
> 
-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.


-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke