Sanak Dedi Nofersi

Pemda itu pitihnyo banyak, jadi mustahil indak bisa menyediokan wc nan
representatif untuak fasilitas umum.
Kok nak tahu bana kakobeh pembiayaan pemerintah itu (dulu DUPDA), bacolah
matapasal2 nan dipakai oleh proyek proyek pembangunan Pemda itu. Itu pro

Masalahnyo kini apokoh wc itu lai manjadi prioritas pembangunan di kampuang,
apo indak mambuek gerbang lebih prioritas.

Jadi kalau mau menyumbang, sebaiknyo kito menyumbang di bidang pembangunan
SDM/*pendidikan sajo.
*Kalau membantu bangunan/sarana/prasarana itu ibarat menggarami air laut.

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke