Wouwwwww.... Mamak Dave, Indah nian puisinya Begitu halus kalimat kiasannya Tapi kritiknya tetap tajam dan 'gaya' Bisa membuat instansi yang terkait merah telinga :) Moga-moga puisi mamak Dave ini dibaca Pemda Syukur-syukur mereka jadi cepat membenahi kakus nya Karena setelah membaca puisi mamak Dave ini mereka pasti malu muka... :)
Salam, Rita Lukman +++++++++++++++++ Pada 20 Juli 2010 11:33, Muhammad Dafiq Saib <[email protected]>menulis: > Adinda engku muda Erison > > Pencemas betul adinda ini > Perihal jamban menyusahkan adinda > Kejamban itu sudah pekerjaan lama > Sejak nenek kita Adam turun ke bumi > > Adinda terlalu penggegas > Membaca hanya yang tersurat > Padahal ada pula yang tersirat > Sebenarnya bagi adinda belum jelas > > Tapi karena cerita sudah adinda sampaikan > Biarlah hamba tolong menjawab > Agar ma'na bisa terungkap > Kenapa seperti itu keadaan jamban > > Yang pertama sekali wahai adinda > Kota ini bukanlah kota kakus > Tempat orang memunggah isi usus > Tetapi ini adalah kota wisata > > Wisatawan tinggal di penginapan > Di sana sudah tersedia yang namanya toilet > Disamping tentu saja tempat berjoged > Dimana wisatawan selalu nyaman > > Kalaulah dia datang melihat-lihat > Yang digunakannya hanyalah mata > Dibantu dengan alat kamera > Tidak mesti terusik urusan buat hajat > > Yang tersesak ke belakang di tengah pasar > Hanyalah orang-orang yang saleronya gadang > Terlalu padat mengisi galang-galang > Sehingga isi perut ingin terpancar > > Kami tak suka orang gadang salero > Meski menyediakan banyak tempat makan > Kalau mereka tak pandai mengendalikan > Berarti mereka berani mengambil resiko > > Adapun kakus yang adinda katakan > Sebenarnya khusus untuk masyarakat kami > Yang memang sudah terbiasa seperti ini > Tak pernah mereka mempersoalkan > > Bukan kami tak tahu di nan rancak > Untuk menyediakan peturasan yang nyaman > Tapi banyak yang kami khawatirkan > Kalau-kalau kakus jadi tempat tagak-tagak > > Nanti adinda akan kembali menghujat > Seandainya kakus nyaman selalu > Karena masyarakat datang bergeduru > Terganggu lagi orang yang akan buang hajat > > Adapaun perihal Pasar Banto > Terlihat betul pandangan adinda dangkal > Itu untuk tempat anak muda mangkal > Tempat mereka memadu cinto > > Sekali lagi adinda salah mengerti > Pembangunan mall sudah kami perhitungkan > Karena yang datang banyak warga metropolitan > Agar mereka serasa di rumah sendiri > > Kota ini kota masa depan > Jangan adinda salah sangka > Bukannya mudah mengurus kota > Memandang enteng sekali jangan > > Bukan sembarangan kami disini > Kami adalah pemenang pemilu > Telah menghabiskan uang dan waktu > Kakus bukanlah urusan kami > > Jadi beginilah wahai adinda > Tolong sampaikan kepada teman > Datanglah berkunjung sebagai wisatawan > Urusan kakus lupakanlah saja > > _______________ > > Wassalamu'alaikum > > Lembang Alam > > -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
