Amin ...

Tentunya saya juga berharap rencana Jalan Tembus Padang- Solok itu segera
terwujud.

Tapi - bagaimanapun - saya sangat tertarik dengan *dua prasyara*t yang
disampaikan oleh Sanak Armen Zulkarnaen kapatang pada aline penutup
postingnya : " ...  bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan *apabila* pihak
terkait bisa menghubungi seluruh potensi sdm yang dimiliki oleh sumatera
barat, berikut mengenai *pendanaan, izin* dan lain sebagainya."

Saya coba memahami prasyarat tersebut, dan ini hasil dari pemikiran saya
yang mungkin terlalu konservatif:

*Pertama tentang izin*.. Dalam artikel yang dilewakan Nofend kemaren sudah
saya baca ada concern dari Dinas kehutanan Sumbar dan Badan Konservasi
Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar. dan dari Bappeda Sumbar: "Undang-Undang No.
5 tahun 1990 tentang kehutanan, dimana *hutan lindung atau suaka alam wisata
tidak bisa digunakan untuk apapun **juga, kecuali untuk masalah penelitian*".
Di satu sisi saya kagum dengan statement MPKAS yang bisa mengatasi masalah
hutan lindung tersebut. Tapi di sisi lain ambo masih cameh2 dengan banyaknya
pemberitaan dimana Kementerian Kehutanan seringkali bersedia "berperang"
dengan pihak manapun, termasuk Pemerintah Daerah, jika hutan lindungnya
diganggu.

*Kedua tentang pitih*. Kato Menteri Perhubungan, biaya pembuatan jalan
tembus itu mencapai 3 Triliun. Dari ma pitih sabanyak tu? Dari Pemerintah?
Rasanya tidak, karena anggaran pemerintah untuk pengembangan (termasuk
perawatan) jalan kereta api (seluruh Indonesia) per tahun berjumlah sekitar
3-4 triliun.

Jalan keluarnya? Menteri menyebut tentang UU 23/2007 yang membuka kesempatan
kepada Pemerintah Daerah dan Swasta untuk membangun jalan keretaapi.(
http://sumatera.infogue.com/ka_solok_padang_digarap)

Tapikia lo dek ambo, apakah swasta berminat untuk itu (sepengetahuan ambo
swasta tantu bapikia return, kalaupun Jepe acok manyabuik2 CSR, tantu ndak
sampai 3 T do). Dari Pemerintah Daerah? Apakah kita bisa merfer ke MOU
Pemprov Lampung - Jabar yang disebutkan sanak Kurnia/ MPKAS?

Mudah2an ambo nan terlalu konservatif.




Riri
Bekasi, l, 48







2010/7/27 Ephi Lintau <[email protected]>

> Alhamdulillah, saya kemarin beserta teman2 mpkas padang juga hadir disana
> bersama da Kurnia, Hendri, pak Ali, acara kemarin lebih kepada mendengarkan
> hasil kerja dari konsultas untuk shorcut padang solok dan ka bandara dari
> stasiun duku menuju bim, serta memberikan masukkan trhd laporan pendahuluan
> dari kedua konsultannya.
>
> laporan dari konsultan short cut padang solok, terdapat 5 alternatif
> terowongan yg diajukan, dari 5 alternatif tersebut terowongan yg paling
> dekat dibuat adalah sepanjang 26 KM, dari stasiun pauh limo di pdg menuju
> stasiun solok. diperkirakan jarak kedua stasiun ini sekitar 36 km. termasuk
> tim konsultan menmperlihatkan berbagai teknologi pengeboran yg ditelah di
> gunakan di prncis, jerman dan malaysia. jika menggunakan teknologiyg
> digunakan di malaysia, maka terowongan ini diperkirakan selesai dalam waktu
> 2 thn dgn dana 750 m, utk pengeboran saja.
>
> sedangkan konsultan stasiun duku bim, lebih banyak bicara kondisi geografis
> dan tidak terlalu banyak permasalahan. khusus utk ini, dulu mpkas sekura thn
> 2007 penrnah mengusulkan agar ka bandara ini dimulai dari stasiun simpang,
> bukang dari stasiun duku yg not abene tidak terlalu jauh dari BIM. waktu itu
> pernah dibicarakan ttg konsep city checkin di simpang haru.
>
> bapak kadivre II, Bpk Yudith juga menyebutkan bahwa tanah PT. KAI disimpang
> haru seluar 5 hektar, akan direncankan membangun fasilitas wisata kota,
> sehingga ini menjadi daya tarik tersendiri dan ini juga mensupport rencana
> memjadikan stasiun simpang haru sbg city chek in.
>
> demikian sekilas info menghadiri acara dengar pendapat di PSDA.
>
> salam
> Yuhefizar
>
> 2010/7/27 Nofend St. Mudo <[email protected]>
>
>> From: Y. Napilus [mailto:[email protected]]
>> Sent: Tuesday, July 27, 2010 4:55 PM
>> Subject: Kurnia Chalik MPKAS: Presentasi Shortcut dan TSR
>>
>> Utk info juga, disamping diundang dan presentasi Senin kemaren di acara
>> BAPPEDA Sumbar, Kurnia Chalik 22 Juli lalu juga presentasi di Sumatera
>> Development Summit 2010 di Bandar Lampung di hadapan DPD RI Kaukus
>> Sumatera,
>> Para Gubernur se Sumatera, Wakil Menhub, dll. Kalau urusan presentasi,
>> Kurnia jagoannya lah...:)
>>
>> Alhamdulillah, Sumbar sekarang dijadikan referensi bangkitnya kembali KA
>> di
>> Sumatera... Kmrn waktu Tour de Singkarak 2010, PT KAI kita "paksa" utk
>> "mejengin" KA Wisata dipinggiran Danau Singkarak dan melibatkan "Mak
>> Itam".
>> Dampaknya ternyata cukup heboh dan positif utk promosi KA Wisata Sumbar.
>> Krn
>> itu, Executive VP PT KAI sudah menyampaikan bahwa utk kita di Sumbar, akan
>> diusahakan 1 unit lagi Loko Uap, khusus utk shuttle di pinggiran Singkarak
>> ini. Tapi kita tunggu dululah hasil nyatanya nanti, apakah janji beneran
>> atau sekedar panyanangan hati awak sajo...
>>
>> Mohon dukungan dan doa'nyo sajo lah dulu...
>> Terima kasih.
>>
>> Salam,
>> Nofrins
>> www.mpkas.west-sumatra.com
>> ================================
>>
>  --
>


>

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke