Selasa, 03 Agustus 2010 Padang, Singgalang. Tradisi balimau sehari menjelang masuk bulan Ramadhan, menurut Buya Mas’oed Abidin, tidak ada dalam ajaran Islam. Bahkan konsep balimau itu sendiri, dengan mandi-mandi di sungai bercampur baur antara lelaki dan perempuan, sangat ditentang ajaran Islam.
Menurut Buya Mas’oed, jika yang terjadi adalah tradisi untuk bermaksiat memasuki bulan suci Ramadhan, lebih baik hal itu dilarang oleh pemerintah yang berwenang. Kalau pemerintah diam saja, berarti telah saling bekerjasama dalam berbuat kejahatan melanggar aturan agama. “Boleh balimau tapi usah balunau, itu pasan Buya. Campur baur antara lelaki dan perempuan itu, sangat ditentang syariat Islam. Bahkan tidak sedikit yang pergi dengan pacar masing-masing, berbuat dosa menjelang masuk Ramadhan,” kata Buya Mas’oed kepada Singgalang, Senin (2/8). Dikatakannya, kalau memang mau membersihkan diri memasuki bulan puasa, lebih baik di rumah saja. Juga ada sampo dan dilakukan di tempat tertutup, aurat bisa terjaga dari pandangan mata setan. “Sekarang acara balimau mau dimasukkan pula dalam agenda pariwisata. Itu sama saja dengan melegalkan kegiatan untuk berdua-dua dengan lawan jenis. Kalau mau masuk bulan suci, jangan lagi dikotori badan dengan perilaku maksiat,” tambahnya. Apalagi saat ini sedang musim hujan, banyak longsor terjadi di hulu sungai. Air di sungai itu banyak balunau, karenanya tidak baik untuk badan. Maka dari itu, pada umat Islam beriman, tidak usah pula mandi di tepi sungai, di tepi laut, di lubuak ataupun di danau. Tempat yang jauh untuk balimau, juga berpotensi melambatkan waktu untuk pulang ke rumah. Akibatnya, tarawih bisa ketinggalan di malam pertama Ramadhan. Jadi mana yang perlu, balimau atau pergi tarawih? “Kini umat Islam sudah banyak yang engak, dan kini lebih suka berpariwisata saja. Pemilik tempat pariwisata yang masih berlaku seperti hari biasa, benar-benar bandel terhadap sikap hormat menghormati,” ujarnya. Pemerintah menurut Buya Mas’eod bisa memilih. Mau menegakkan pariwisata atau membiarkan rusak akhlak mereka yang muda-muda. Demi kata wisata, apakah akan dihantam saja peraturan agama. Jadi apa sebenarnya mau Pemerintah Kota Padang dalam hal ini? “Jadi tugas pers itu sebenarnya sangat bagus, menyampaikan yang benar, dan menjauhkan yang salah. Mari bersama kita perbaiki. Kenapa di Bali saat hari Nyepi semuanya tenang? Tidak ada yang marah, walau Bush, Obama sedang berada di Bali. Pemilik hotel juga diam, tidak mau bicara dengan alasan pariwisata,” katanya. Tidak hanya itu, penggerak HAM juga tidak bersuara alias tenang-tenang saja. Tapi mengapa saat orang Minang berpuasa, acara balimau ke Lubuak dan sungai dilarang, penggerak HAM langsung mamburansang. Ada apa ini sebenarnya? Jadi kalau memang mau menjalankan aturan agama, ikut sajalah kata Rasulullah SAW. Jangan bertanya pada penggerak HAM atau ke yang lain. Lebih baik tanya peraturan Allah saja, karena yang akan menerima ibadah umat hanya Allah saja. Hakikat puasa itu saling bermaaf-maafan, sehingga lahir dan batin menjadi bersih. Sedangkan mandi-mandi ke sungai itu, disebut balunau. Oleh karena itu harus dihindari umat Islam yang benar-benar beriman. (109) http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=331 -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
