Assalamualaikum w.w. para sanak sapalanta,
Jika diizinkan Allah swt besok pagi Sabtu tanggal 7 Agustus 2010, gelombang
pertama acara KKM -- sebagai Pra-Kongres -- akan dimulai. Lokasinya di
perumahan Bukit Lampu, di atas Teluk Bungus, Padang.
Acaranya sampai hari Minggu tanggal 8 Agustus adalah penadayagunaan potensi
Maritim dan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir; dan Masalah Kebencanaan di
Sumatera Barat.
Kedua acara ini disiapkan oleh Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional
(BPSNT), bekerjasama dengan Gebu Minang, Kementerian Kelautan dan Perikanan,
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat,Pangkalan Utama TNI
AL Teluk Bayur, tokoh-tokoh masyarakat nelayan, para sejarawan, serta dunia
akademi.
Di antara pembicara akan hadir Direktur Jenderal Kementerian Kelautan dan
Perikanan, Prof Dr Hasyim Djalal sebagai Staf Ahli Menteri KKP, ,Prof Dr Gusti
Asnan,dan Martono Yuwono dari Yayasan Revolusi Biru.
Mungkin ada manfaatnya bila saya jelaskan apa kaitannya antara KKM 2010 dengan
tema maritim dan kebencanaan ini.
Begini. Dua sifat KKM 2010 yang membedakannya dengan kongres-kongres kebudayaan
sebelumnya adalah 1) KKM 2010 berorientasi kemasa depan [bukan ke masa lalu],
dan 2) menempatkan Minangkabau/Sumatera Barat sebagai bagian menyeluruh dari
Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dengan dua orientasi tersebut dipilihlah empat tema saja, yaitu : 1) pengamalan
ABS SBK secara sungguh-sungguh [yang selama ini baru bagaikan pemanis bibir
saja]; 2) pembangunan nagari dan kesejahteraan petani [khusus untuk
nagari-nagai di 'Darek'; 3) pembangunan potensi maritim dan kesejahteraan
masyarakat pesisir [untuk lima daerah tingkat dua di pesisir serta masyarakat
nelayan], dan 4) masalah kebencanaan, untuk seluruh Sumatera Barat.
Sehubungan dengan penjadwalan kembali KKM dari tanggal 7-8 Agustus menjadi
23-24 September, maka waktu yang telah tersedia dimanfaatkan untuk memperdalam
dan mempersiapkan tindak lanjut untuk tema ke 3) dan ke 4) tersebut di atas.
Secara berkebetulan tema ke 3) sama dan sebangun dengan kampanye 'Revolusi
Biru' yang sedang dilancarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, sehingga
dalam audiensi disepakati untuk menyatukan saja kedua program ini, yang beliau
sambut baik.
Untuk kegiatan pra-kongres ini, Dr Mochtar Naim - selaku Wakil Ketua OC KKM
2010 -- telah menyiapkan sebuah makalah sumbangan yang bagus sekali, dengan
mengaitkan tema kelautan ini dengan ABS SBK, suatu hal yang belum pernah kita
dengar salama ini. Dengan bagus`sekali Dr Mochtar mengajak orang Minang jangan
hanya berkutat di darat dengan lahan yang semakin sempit, tetapi juga mulai
menoleh ke laut, yang mampu meberikan lapangan kerja yang banyak kepada kaum
muda.
Sekedar catatan tambahan dapat saya sampaikan, bahwa untuk mempersiapkan
industri perikanan Sumatera Barat untuk memanfaatkan potensi ikan tuna yang
banyak terdapat di depan pantai Barat Sumatera Barat dan pantai Timur Mentawai,
pengurus Gebu Minang telah meminta kepada Menteri Fadel untuk menghadiahkan
satu-dua kapal ikan modern eks 'illegal fishing' sebagai modal awal untuk
daerah Sumatera Barat.Menteri Fadel segera menyetujui, bukan saja oleh karena
kebijakan ini sudah pernah beliau lakukan, tetapi juga oleh karena sekarang
sudah ada Keppres sebagai dasar hukumnya.
Jadi, para sanak di Ranah, siapkanlah diri untuk memanfaatkan satu dua eks
kapal asing ini, baik untuk menangkap ikan maupun sebagai kapal latih untuk
para taruna laut Minangkabau baru. [Bisakah mereka ini kita sebut sebagai
'Magek-magek Jabang' baru ?]
Lagi pula, Menteri Fadel telah banyak membantu dunia perikanan Sumatera Barat,
bukan saja dengan menyediakan 'cold storage', memperbaiki pelabuhan ikan
Bungus, dan memfasilitasi penerbangan dari BIM-Singapore-Jepang, sekali
seminggu. Beliau ingin agar frekuensi penerbangan produk kelautan ini dapat
ditingkatkan dari satu menjadi tiga kali seminggu !
Jadi bersiaplah untuk 'meloncat ke depan', hai para sanak di Ranah, terutama
kaum muda. Ada rezeki halal di depan mata. Tinggal mengambil. Latihlah diri
menjadi generasi 'Nan T0ngga Magek Jabang' baru.
Tentang kebencanaan, kita coba mengulasnya dalam kesempatan lain.
Wassalam,
Saafroedin Bahar(Laki-laki, Tanjung, masuk 73 th, Jakarta)
--
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.