*’’Buya itu wali. Dalam sekali kerdipan mata, beliau bisa tiba di Mekah.’’ ’’Andai bumi yang bulat ini ada tangkainya serupa buah Manggis, buya akan menjinjingnya ke mana-mana.’’ * Dunsanak di Palanta.
Cerpen Damhuri Muhammad, yang berjudul "BUYA" caritonyo hampia mirip jo "kaba" dari nagari ambo Tanjuang Sungayang (nan mengisahkan karomah seorang alim penyebar agama yang dihormati di kampungnya.) Nan di tampek ambo buya iko dikubuakan di puncak Bukik Kayu Sebatang. Tinggi bukit tsb. lk. 200 meter, dan dulu hanya ado satu pohon Kubang di puncak Bikit tsb. Di bawah pohon Kubang tsb. ada kuburan buya itu, dan lk. 20 meter di lereng bawah terdapat sumur. Sumurnya tak pernah kering meskipun di puncak bukit. Ambo picayo, di nagari nagari lainnyo di ranah, kaba kaba semacam iko ado pulo dan perlu diinventarisasi oleh anak nagari masing masing, entah dalam bentuk cerpen ataupun novel yang berguna sebagai obor untuk anak cucu di kemudian hari. Kalau di nagari Taram tempat keramat tersebut dinodai oleh muda mudi nan bawisata, nan di nagari ambo 50 tahun nan lalu dikotori oleh tantara pusek yang mambuek pos pertahanan di puncak bukik tsb. Sudah saatnya kita mengingat jasa jasa, kekeramatan (karomah) nenek moyang kita, agar kita mendapat berkah dari nilai kebaikan yang ditinggalkan, dengan cara menuliskannya. *...............** Di puncak bukit Kayu Sebatang Tempat keramat Tanjung Sungayang Ada luak airnya tenang Orang berziarah banyak yang datang Tempat keramat kuburannya wali Lingkungan tenang suasana sunyi Ketika berdoa kepada Ilahi Memohon selamat penduduk nagari Kondisi berubah bertolak belakang Kayu di puncak segera ditebang Tempat keramat langsung dibuang Orang berziarah juga dilarang Merasa kuat ibarat banteng Adat nagari dianggap enteng Tempat keramat dijadikan benteng Penduduk melihat geleng geleng Ini peristiwa di puncak Simbatak Pekan Ahad sedang sesak Ke arah pasar tentara menembak Banyak yang mati bapak dan anak Karena peristiwa dibuat kelam Penulis ingatkan dengan gurindam Perbuatan tentara melanggar HAM Biasanya PBB tak mau diam ..........dst. * selengkapnya lihat di: http://td73.nagari.or.id/tanjungprri.php Salam AI -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
