Angku Abraham sarato sanak kamanakan di Palanta. Sato Ambo sakaki.
Figur ulama karomah dalam sejarah kotemporer Minangkabau masih dapat kita temui pada sosok ayahanda Buya Hamka H Abdulkarim Amrullah alias Inyiek Rasul. Seperti pernah saya baca di Majalah Gema Islam di awal tahun limapuluhan, beliau pernah dikunjungi beberapa orang yang akan ikut pemberontakan Kamang di tahun 20-an. Mereka itu memiliki ilmu kebal. Berpendapat bahwa ilmu kebal tidak sesuai dengan ajaran Islam, sehabis shalat tahajjud beliau berdoa agar ilmu kebal tersebut dilunturkan, dan mereka itu kemudian gugur sebagai syuhada. Itu pokok-pokok yang masih teringat oleh saya mengenai peristiwa tersebut. Saya percaya kisah yang lebih lengkap mengenai sosok ulama besar tersebut dapat ditemui dalam buku "Ayahku" karangan Buya Hamka, yang ketika ingin saya beli sudah tidak tersedia di toko buku. IMHO, Inyiek Rasul adalah personifikasi ulama-ulama besar masa lalu—yang menyebarkan Islam dengan damai di Nusantara termasuk di Minangkabau—yang tidak hanya menguasai ilmu fikih, tetapi juga menguasai dan mengamalkan tassawuf. Sebagaimana tercatat dalam sejarah, adalah Inyiek Rasul yang menyuruh murid-muridnya mendirikan cabang pertama Muhammadiyah di Minangkabau di Maninjau. Wallahualam Wassalam, HDB-SBK (L, 67) Asal Padangpanjang, suku Panyalai, tinggal di Depok, Jawa Barat --- In [email protected], Abraham Ilyas <abrahamil...@...> wrote: > > *''Buya itu wali. Dalam sekali kerdipan mata, beliau bisa tiba di Mekah.'' > ''Andai bumi yang bulat ini ada tangkainya serupa buah Manggis, buya akan > menjinjingnya ke mana-mana.'' > * > Dunsanak di Palanta. > > Cerpen Damhuri Muhammad, yang berjudul "BUYA" caritonyo hampia mirip jo > "kaba" dari nagari ambo Tanjuang Sungayang (nan mengisahkan karomah seorang > alim penyebar agama yang dihormati di kampungnya.) > > Nan di tampek ambo buya iko dikubuakan di puncak Bukik Kayu Sebatang. Tinggi > bukit tsb. lk. 200 meter, dan dulu hanya ado satu pohon Kubang di puncak > Bikit tsb. > Di bawah pohon Kubang tsb. ada kuburan buya itu, dan lk. 20 meter di lereng > bawah terdapat sumur. Sumurnya tak pernah kering meskipun di puncak bukit. > ..................................... > > selengkapnya lihat di: http://td73.nagari.or.id/tanjungprri.php > > Salam > > AI > > -- -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
