~~."IJP".~~
-----Original Message-----
From: Satrio Arismunandar <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 11 Aug 2010 06:05:04
To: news Trans TV<[email protected]>; kampus
tiga<[email protected]>; <[email protected]>;
<[email protected]>; ex menwa UI 2<[email protected]>; HMI Kahmi
Pro Network<[email protected]>;
ppiindia<[email protected]>; nasional
list<[email protected]>; Indonesia
Rising<[email protected]>; sastra
pembebasan<[email protected]>; Forum
Kompas<[email protected]>; Syiar
Islam<[email protected]>; AJI INDONESIA<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [ppiindia] TERORISME: Cerita Besar, Miskin Fakta Pendukung
TERORISME: Cerita Besar, Miskin Fakta Pendukung
Posted by: "Farid Gaban"
[email protected]
faridgaban
Tue Aug 10, 2010 10:06 pm (PDT)
(dikutip dr milis jurnalisme:)
Cara polisi melebih-lebihkan drama penggerebegan dan ancaman terorisme
justru memunculkan kecurigaan ketika polisi sendiri nampak tak peduli
pada barang bukti yang katanya penting.
Pada 7 Agustus lalu, polisi menggerebeg sebuah rumah di Cibiru,
Bandung. Di samping menangkap penghuni, Humas Polri Edward Aritonang
mengatakan polisi juga menyita sejumlah bahan kimia dan mobil
Mitsubishi Galant sebagai barang bukti.
Bahan kimia dengan daya ledak lebih dahsyat dari C4, kata polisi, akan
dipaket dalam mobil sedan itu untuk meledakkan sasaran-sasaran yang
fantastis: iring-iringan rombongan presiden, markas polri, markas
Brimob, kedubes-kedubes asing, hoten-hotel internasional.
Cerita yang hebat dan fantastis. Tapi, bahkan polisi sendiri tak percaya pada
kebenaran ceritanya.
Hari ini (11 Agustus), empat hari setelah kejadian, polisi ternyata
belum menyita mobil yang akan digunakan untuk kejahatan dahsyat tadi.
Jawa Pos hari ini menulis bahwa mobil Mitsubishi Galant Nomor Polisi B
1600 KE yang dimaksud masih ada di depan rumah yang digerebeg. Ada foto
sedan itu dan juga kutipan dari ketua RT setempat yang tak tahu kapan
sedan akan diambil polisi.
Jika seperti klaim Aritonang, mobil itu benar merupakan bukti kejahatan
yang demikian dahsyat dan luas, kenapa penyidikannya demikian ceroboh?
Barang bukti yang demikian penting belum diambil sampai hari keempat?
Atau polisi sendiri sebenarnya memang tak percaya pada cerita-cerita yang
kedengaran "too good to be true" tentang terorisme?
Atau mereka terlalu sibuk membuat cerita-cerita baru, tentang Abu Bakar
Baasyir dan terorisme Aceh misalnya, yang membuat mereka lupa pada
detil yang membuat cerita mereka janggal.
Mereka takkan risau dituduh melakukan kebohongan, karena jarang sekali
wartawan/media mempertanyakan kejanggalan itu.
fgaban
[Non-text portions of this message have been removed]
--
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.