Pak Saaf, kalau satu negara sudah ikut yahudi (america), kata Nabi saw. "sampai ke lubang biawak pun engkau akan ikut" Wassalam St. Sinaro
--- On Wed, 8/11/10, Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> wrote: From: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> Subject: Re: [...@ntau-net] Fw: TERORISME: Cerita Besar, Miskin Fakta Pendukung To: [email protected] Date: Wednesday, August 11, 2010, 8:58 AM Bung IJP, dengan penuh hormat kepada anggota-anggota kepolisian yang masih berpegang pada kode etik Tribrata, lama kelamaan saya menjadi ragu juga terhadap profesionalisme kepolisian sebagai suatu lembaga kenegaraan. Apalagi demikian sering terjadi 'cover up' terhadap borok-borok kepolisian, paling akhir tentang 'rekening gendut', dimana fihak polisi memilih untuk bungkem saja, atau menyatakan rekening itu 'wajar' Masya Allah.. Mestinya kan majalah 'Tempo' dituntut karena mencemarkan 'nama baik' kepolisian ? Sungguh amat jauh situasi kepolisian sekarang dari standar kejujuran seorang Hugeng Iman Santoso dahulu. Saya jadi teringat pada dalil Ibnu Chaldun, bahwa kadar idealisme para negarawan suatu negara hanya bertahan selama tiga generasi, sekitar 60 tahun. Indonesia sekarang memang 'dipimpin' oleh generasi ketiga, baik dalam bidang legislatif, eksekutif, maupun yudikatif. Sedihnya, tak ada seorangpun yang berkualitas 'statesman' dengan wawasan luas dan berperspetif jangka panjang. Semuanya terlibat dalam kasus-kasis bejangka pendek belaka. Masih ingat dengan kasus Bank Century ? Mana itu 'macan-macan muda DPR' ? Sudah tidur kekenyangan ? Siapa yang seharusnya membenahi kepolisian ini ? Siapa lagi selain Presiden, karena kepolisian berada di bawah Presiden. Soalnya lebih lanjut: maukah -- atau beranikah -- beliau ini ? Wallahua'lam bissawab. Wassalam, Saafroedin Bahar (Laki-laki, Tanjung, masuk 74 th, Jakarta) Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita. --- On Wed, 8/11/10, Indra J Piliang <[email protected]> wrote: From: Indra J Piliang <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Fw: TERORISME: Cerita Besar, Miskin Fakta Pendukung To: "Forahmi" <[email protected]>, "RantauNet" <[email protected]> Date: Wednesday, August 11, 2010, 10:33 PM ~~."IJP".~~ From: Satrio Arismunandar <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 11 Aug 2010 06:05:04 -0700 (PDT) To: news Trans TV<[email protected]>; kampus tiga<[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; ex menwa UI 2<[email protected]>; HMI Kahmi Pro Network<[email protected]>; ppiindia<[email protected]>; nasional list<[email protected]>; Indonesia Rising<[email protected]>; sastra pembebasan<[email protected]>; Forum Kompas<[email protected]>; Syiar Islam<[email protected]>; AJI INDONESIA<[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: [ppiindia] TERORISME: Cerita Besar, Miskin Fakta Pendukung TERORISME: Cerita Besar, Miskin Fakta Pendukung Posted by: "Farid Gaban" [email protected] faridgaban Tue Aug 10, 2010 10:06 pm (PDT) (dikutip dr milis jurnalisme:) Cara polisi melebih-lebihkan drama penggerebegan dan ancaman terorisme justru memunculkan kecurigaan ketika polisi sendiri nampak tak peduli pada barang bukti yang katanya penting. Pada 7 Agustus lalu, polisi menggerebeg sebuah rumah di Cibiru, Bandung. Di samping menangkap penghuni, Humas Polri Edward Aritonang mengatakan polisi juga menyita sejumlah bahan kimia dan mobil Mitsubishi Galant sebagai barang bukti. Bahan kimia dengan daya ledak lebih dahsyat dari C4, kata polisi, akan dipaket dalam mobil sedan itu untuk meledakkan sasaran-sasaran yang fantastis: iring-iringan rombongan presiden, markas polri, markas Brimob, kedubes-kedubes asing, hoten-hotel internasional. Cerita yang hebat dan fantastis. Tapi, bahkan polisi sendiri tak percaya pada kebenaran ceritanya. Hari ini (11 Agustus), empat hari setelah kejadian, polisi ternyata belum menyita mobil yang akan digunakan untuk kejahatan dahsyat tadi. Jawa Pos hari ini menulis bahwa mobil Mitsubishi Galant Nomor Polisi B 1600 KE yang dimaksud masih ada di depan rumah yang digerebeg. Ada foto sedan itu dan juga kutipan dari ketua RT setempat yang tak tahu kapan sedan akan diambil polisi. Jika seperti klaim Aritonang, mobil itu benar merupakan bukti kejahatan yang demikian dahsyat dan luas, kenapa penyidikannya demikian ceroboh? Barang bukti yang demikian penting belum diambil sampai hari keempat? Atau polisi sendiri sebenarnya memang tak percaya pada cerita-cerita yang kedengaran "too good to be true" tentang terorisme? Atau mereka terlalu sibuk membuat cerita-cerita baru, tentang Abu Bakar Baasyir dan terorisme Aceh misalnya, yang membuat mereka lupa pada detil yang membuat cerita mereka janggal. Mereka takkan risau dituduh melakukan kebohongan, karena jarang sekali wartawan/media mempertanyakan kejanggalan itu. fgaban [Non-text portions of this message have been removed] __._,_.___ Reply to sender | Reply to group | Reply via web post | Start a New Topic Messages in this topic (1) Recent Activity: New Members 5 Visit Your Group *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 4. Satu email perhari: [email protected] 5. No-email/web only: [email protected] 6. kembali menerima email: [email protected] Switch to: Text-Only, Daily Digest • Unsubscribe • Terms of Use . __,_._,___ -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
