Kalau iko lai jaleh unsur tradisinyo. Antah kok dalam prakteknyo bacampua pulo 
jo animisme

Nan kurang pas adolah bagadencak sapanjang sungai. Bahkan rang Cino atau 
non-muslim lain lah bakuhampeh pulo mandi

Selain itu tantu nan "mojok" ditapi sungai akan mengurangi makna religi Balimau 
itu

---TR
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: andi ko <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 12 Aug 2010 11:21:21 
To: RantauNet<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] Balimau, Membuka dan Menutup Ramadhan

Home <http://cetak.kompas.com/>
*TRADISI*
Balimau, Membuka dan Menutup Ramadhan
Kamis, 12 Agustus 2010 | 02:49 WIB

KOMPAS/INGKI RINALDI
Warga Kelurahan Sungai Pisang Teluk Kabung Selatan, Bungus Teluk Kabung,
Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (9/8), mengarak nampan berisi gelas
dengan air limau pada tradisi Balimau. Acara ini diselenggarakan menjelang
Ramadhan..

Meldawati (26) dan Nebdawati (27), Senin (9/8), sibuk membereskan tumpukan
dua nampan yang di tengahnya disisipi jambangan logam. Pasangan adik-kakak
dari kaum Jambak dalam masyarakat Minangkabau itu bersiap mengikuti tradisi
Balimau yang diselenggarakan di Kelurahan Sungai Pisang Teluk Kabung
Selatan, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, yang berjarak 35 kilometer dari
pusat Kota Padang.

Tidak semua warga sekitar tahu bahwa tradisi Balimau dilangsungkan pada hari
itu. Sungai Pisang berada di depan sebuah teluk dan terletak sekitar 5
kilometer dari jalan raya lintas Padang-Painan. Sebagian besar jalan menuju
tempat itu didominasi tanah dan batu sehingga tidak banyak kendaraan mau
menembus keterisolasian itu. Padahal, tradisi Balimau diadakan rutin tiap
tahun.

Dua nampan, dengan jambangan logam sebagai penghubung, dilengkapi dengan dua
atau tiga gelas berisi air limau dan bedak tepung beras berhias janur kuning
dan kain merupakan inti tradisi Balimau.

Tradisi Balimau, menurut sejumlah pemuka adat, biasa diadakan sehari sebelum
bulan suci Ramadhan dan beberapa jam sebelum shalat Idul Fitri digelar.

Balimau dilakukan sebagai penghormatan anak kemenakan terhadap para ninik
mamak atau pemangku adat yang bertanggung jawab terhadap kehidupan anak
kemenakan.

Setiap set Balimau disiapkan dan dibiayai oleh anak kemenakan. ”Tidak mahal,
hanya Rp 10.000 per Balimau,” kata Meldawati.

Setiap anak kemenakan dalam satu kaum atau suku wajib menyediakan empat
Balimau. Masing-masing untuk datuk atau penghulu, orangtua, dubalang, dan
imam suku tersebut.

Hari itu ada 35 Balimau disiapkan. Kata Asman Malin Kuniang (42), imam di
Sungai Pisang, ada 28 orang ninik mamak terlibat dalam prosesi itu.

Nurhayalis (60), yang menjabat sebagai Bundo Kanduang atau pemimpin adat dan
penguasa harta pusaka milik kaum atau suku dalam sistem matrilineal Sungai
Pisang, mengatakan, tradisi Balimau juga berfungsi untuk silaturahim. Ada
kebiasaan saling bersalaman dan bermaafan seusai Balimau.

”Banyak perantau pulang pada saat Balimau,” katanya.

Nurhayalis mengatakan, setelah tradisi Balimau, malam harinya warga langsung
shalat tarawih. ”Saat Lebaran, sebelum shalat Idul Fitri, pukul 05.30 akan
dilakukan lagi Balimau,” kata Nurhayalis.

Prosesi Balimau dimulai dengan pengumpulan Balimau di suatu lokasi. Setelah
itu, para pemuka adat berunding soal rute yang akan ditempuh saat mengarak
Balimau.

Perbedaan antara Balimau sebelum bulan puasa dan pada saat Lebaran adalah
arah yang dijalani. Pada Balimau sebelum bulan puasa, iring-iringan berjalan
dari barat menuju timur. Sebaliknya, Balimau sebelum shalat Idul Fitri
diarak dari timur ke barat.

Kata Asman, filosofi arah arak-arakan pada Balimau pertama adalah membuka
bulan suci Ramadhan, yang diartikan sebagai meninggalkan kegelapan menuju
terang benderang. ”Balimau penutup adalah kebalikannya,” katanya.

Setelah diarak dengan cara dijunjung oleh setiap anak kemenakan di atas
kepala, iring-iringan berhenti di titik yang ditentukan. Hari itu rombongan
Balimau mengambil rute membelok ke arah utara setelah berjalan dari barat ke
timur untuk melewati sebuah jembatan sebelum berhenti di jalan utama.

Pukulan pemusik pada talempong, gendang, dan tiupan pada pupuik darek
menghasilkan harmonisasi nada yang terkesan mistis. Komposisi musik yang
digarap indah membuat arak-arakan berlangsung dalam irama yang terjaga
dengan gerak langkah konstan.

Jarak total yang ditempuh sekitar 500 meter. Kemudian ada sambutan dari para
pemuka adat, lurah, atau ninik mamak. Selanjutnya, setiap ninik mamak
menerima Balimau dan mengusapkan air limau yang dibawa dalam gelas di atas
nampan tadi ke keningnya.
Setelah itu, setiap anak kemenakan bergantian mengusapkan cairan air limau
ke kening masing-masing. ”Hal itu merupakan tanda untuk menyucikan diri,”
kata Asman. (Ingki Rinaldi)

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke