Nan dikopi dunsanak Andiko di bawah ko sabagai contoh bukti otentik (dengan 
kedok informasi dunia global!!!!), bahaso media massa bisa mambaliakkan opini 
urang awak (Minangkabau). Baa bana Inyiak Surau (Ustadz, Angku Guru atau Buya) 
mangatokan balimau nan dikarajokan dek dunsanak awak nan alun dapek Hidayah tu 
indak ado dasarnyo di hukum Islam, indak syar'i, naytonyo masih juo korang 
KOMando PAStur mampublikasinnyo.

Makonyo, alah panah ambo tulih malalui milis ko, supayo sanakmbo labiah 
sampilik 
dan pandai manyariang nama nan barito manambah ilimu nama pulo barito nan 
(lambek laun) kamangkujuik lihie sanak basarato kaluarga sanak lainnyo!!!

Nan labiah sadiehnyo lai, nan manjadi reporter (nan makan gaji dari koran 
sekuler ko) pasti putra Minangkabau asli!! Sabana dibutuahkan karajo kareh 
Inyiak Surau (Ustadz, Angku Guru atau Buya) untuak mampataba akidah anak cucu 
awak di kampuang halaman jo mangaji nan sabana mangaji.
Barek...., saban barek Yuang!

Katahuilah Sanak, sagalo garak hiduik "Si Padang" di ateh dunia ko iyo sabana 
dikapuang dek sagalo macam informasi, bacaan, tontonan basarato contoh-contoh 
nan maegang urang Minangkabau samakin dangka akidah dan pangatahuannyo ka ugamo 
nenek moyangnyo nan banamo Islam Rakhmat lil Alamin!. Tampaknyo lamo kalamoan 
bisa jadi ABS-SBK tu tingga kenangan.

Astaghfirullah al azim.

mm*** 




________________________________
From: andi ko <[email protected]>
To: RantauNet <[email protected]>
Sent: Thu, August 12, 2010 11:21:21 AM
Subject: [...@ntau-net] Balimau, Membuka dan Menutup Ramadhan


Home
TRADISI
Balimau, Membuka dan Menutup Ramadhan
Kamis, 12 Agustus 2010 | 02:49 WIB

KOMPAS/INGKI RINALDI
Warga  Kelurahan Sungai Pisang Teluk Kabung Selatan, Bungus Teluk Kabung, Kota  
Padang, Sumatera Barat, Senin (9/8), mengarak nampan berisi gelas  dengan air 
limau pada tradisi Balimau. Acara ini diselenggarakan  menjelang Ramadhan..
Meldawati (26) dan Nebdawati (27), Senin (9/8), sibuk membereskan   tumpukan 
dua 
nampan yang di tengahnya disisipi jambangan logam.  Pasangan adik-kakak dari  
kaum Jambak dalam masyarakat Minangkabau itu   bersiap mengikuti tradisi  
Balimau yang diselenggarakan di Kelurahan  Sungai Pisang Teluk Kabung Selatan, 
Kecamatan Bungus Teluk Kabung, yang  berjarak 35 kilometer dari pusat Kota 
Padang.
Tidak semua warga  sekitar   tahu bahwa  tradisi Balimau  dilangsungkan pada 
hari itu.  Sungai Pisang  berada di depan sebuah teluk dan terletak sekitar   5 
 
kilometer dari  jalan raya lintas Padang-Painan. Sebagian besar    jalan menuju 
tempat itu didominasi tanah dan batu sehingga  tidak banyak  kendaraan mau 
menembus keterisolasian itu. Padahal, tradisi Balimau   diadakan  rutin tiap 
tahun.
Dua nampan, dengan jambangan logam  sebagai penghubung, dilengkapi dengan dua 
atau tiga gelas berisi air  limau dan bedak tepung beras  berhias janur kuning 
dan kain merupakan  inti tradisi Balimau.
Tradisi Balimau, menurut sejumlah pemuka  adat, biasa diadakan sehari sebelum 
bulan suci Ramadhan dan beberapa jam  sebelum shalat Idul Fitri digelar.
Balimau dilakukan sebagai  penghormatan  anak kemenakan terhadap para ninik 
mamak atau pemangku  adat yang bertanggung jawab terhadap kehidupan anak 
kemenakan.
Setiap set Balimau disiapkan dan dibiayai  oleh anak kemenakan. ”Tidak mahal, 
hanya  Rp 10.000 per Balimau,” kata Meldawati.
Setiap  anak kemenakan dalam satu kaum atau suku wajib menyediakan empat  
Balimau. Masing-masing untuk  datuk atau penghulu, orangtua, dubalang,  dan 
imam  
suku tersebut.
Hari itu ada 35 Balimau disiapkan. Kata  Asman Malin Kuniang (42), imam di 
Sungai Pisang,  ada 28 orang ninik  mamak terlibat dalam prosesi itu.
Nurhayalis (60), yang menjabat  sebagai Bundo Kanduang atau pemimpin adat dan 
penguasa harta pusaka  milik kaum atau suku dalam sistem matrilineal Sungai 
Pisang, mengatakan,  tradisi Balimau juga berfungsi untuk silaturahim. Ada 
kebiasaan saling  bersalaman dan bermaafan seusai  Balimau.
”Banyak perantau pulang pada saat Balimau,” katanya.
Nurhayalis  mengatakan, setelah tradisi Balimau,  malam harinya warga  langsung 
 
shalat tarawih. ”Saat Lebaran, sebelum shalat Idul Fitri, pukul 05.30  akan 
dilakukan lagi Balimau,” kata Nurhayalis.
Prosesi Balimau dimulai dengan pengumpulan Balimau di suatu lokasi. Setelah 
itu, 
para pemuka adat berunding soal  rute yang akan ditempuh saat mengarak Balimau.
Perbedaan  antara Balimau sebelum bulan puasa dan pada saat Lebaran adalah arah 
 
yang dijalani. Pada Balimau sebelum bulan puasa, iring-iringan  berjalan  dari 
barat menuju timur. Sebaliknya, Balimau sebelum shalat Idul Fitri  diarak dari  
timur ke barat.
Kata Asman, filosofi arah  arak-arakan pada Balimau pertama adalah membuka 
bulan 
suci Ramadhan,  yang  diartikan  sebagai meninggalkan  kegelapan menuju terang  
benderang. ”Balimau penutup adalah kebalikannya,” katanya.
Setelah  diarak dengan cara dijunjung oleh setiap anak kemenakan di atas 
kepala,  
iring-iringan  berhenti di titik yang ditentukan. Hari itu rombongan  Balimau 
mengambil rute membelok ke arah utara setelah berjalan dari  barat ke timur 
untuk melewati sebuah jembatan sebelum berhenti di jalan  utama.
Pukulan pemusik pada talempong, gendang, dan tiupan pada  pupuik darek 
menghasilkan harmonisasi nada yang terkesan mistis.  Komposisi musik yang 
digarap indah membuat arak-arakan berlangsung dalam  irama yang terjaga dengan 
gerak langkah konstan.
Jarak total  yang ditempuh sekitar 500 meter. Kemudian ada sambutan  dari para 
pemuka  adat, lurah, atau ninik mamak. Selanjutnya, setiap ninik mamak   
menerima Balimau  dan mengusapkan air limau yang dibawa dalam gelas di  atas 
nampan tadi ke keningnya.
Setelah itu, setiap anak  kemenakan bergantian mengusapkan cairan air limau  ke 
kening  masing-masing. ”Hal itu merupakan tanda untuk menyucikan diri,” kata  
Asman. (Ingki Rinaldi) 

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.



      

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke