Fend,

 

Maksudnya dari pinjaman luar negeri atau pinjaman ke swasta untuk daerah?

 

Ndak gampang, Fend. Sekarang ada PP 02 tahun 2006 (on-lending dan
on-granting) yang permenkeu dan peraturan pelaksana lainnya sudah lengkap.
Harus bisa meyakinkan pemerintah dulu, karena itu harus lewat APBN, yang
kemudian di on-lending kan ke Pemda. Dan ini juga merupakan hal khusus buat
Pemerintah, buktinya kita bisa lihat bahwa dukungan Pemerintah untuk PHLN
monorail Jakarta itu termasuk point yang diungkap secara khusus dalam UU
APBN 2008. Lihat juga PP 54/2005 tentang Pinjaman Daerah.

 

Kalau dari APBN (PHLN juga masuk ke APBN), ya saya tidak tahu
justifikasinya. Yang jelas, saya pernah bantu Depkeu dan Depdagri beberapa
tahun dalam rangka penyiapan Loan/ Grant, kelihatannya ga gampang tuh.

 

Kecuali kalau hubungan dengan investornya itu hubungan kerjasama (dalam arti
tidak ada pinjaman daerah), ataupun ada investor yang mau membiayai proyek
ini dengan hibah. Kalau itu yo, ambo ndak tau do

 

Riri

Bekasi, l. 48

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Nofend St. Mudo
Sent: Saturday, August 14, 2010 11:12 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [...@ntau-net] Atasi Macet, MPKAS Gagas Pembangunan Monorail di
Bukittinggi

 

Ok da Riri.

 

Ambopun juo indak mangatokan bahwa da riri indak menghargai effort mereka
nan ado di MPKAS

Yang ambo sampaikan hanyalah, bahwa ndak mungkin mereka ndak tau kalau iko
harago no maha.

Dan juo ndak mungkin pendanaan iko dilakukan dek APBD, apolai APBD kota.

 

Dan nan ambo tau project2 seperti iko salamo kan memang banyak dananyo dari
Investor kan/kerja sama?

Bukan dari APBD, walau ado APBD dan itu persennyo masih dibawah dana
investor kan. 

 

Kalau soal hitungan-hitungan, mereka para yang terlibat (nan sudah2) kan ado
para ahlinyo soal iko pulo kan.

 

Yang ambo tau, antahlah..

 

Salam

Nofend

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of [email protected]
Sent: Saturday, August 14, 2010 10:58 AM

 

Fend,

Maaf, bukan berarti ambo indak menghargai effort dan capaian da Nofrins atau
MPKAS, tapi ambo cuma manunjuakan concern ambo bahwa itu paralu pitih
banyak. 

Kalau harus dibiayai oleh APBD Bukittinggi -mancaliak struktur APBDnyo - kok
raso2 ndak mungkin. APBN? Rasonyo itu bukan suatu prioritas untuk
didahulukan. 

Tapi antahlah, kalau memang ado investor swasta, ambo ndak begitu paham ba a
caro maetong return nyo do.

Riri
48/l/bekasi

Powered by Telkomsel BlackBerryR

 

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke