Assalamualaikum Wr.Wb. yth. para Dunsanak di Palanta.

Menurut saya, janganlah kita ber-mimpi2 yang bukan2, seperti anak2 pubertas.

Monorail, duo rail atau berupa apapun yang memerlukan listrik janganlah dulu 
diadakan. 
Belum masanya, janganlah mau diperbodoh oleh negara industrie yang berhakekat 
jahat mejualkan barangnya dengan alasan ini dan itu serta menyemir 
pejabat/burokrat kita yang tak (kurang) mengerti tentang tehnik. 
Selain itu technokrat kita yang berfungsi (mungkin) kurang mampu membalanz 
perpaduan antara tehnik, ekologie, ekonomie dan kebutuhan rakyat setempat baik 
jarak dekat maupun jarak jauh.

Infra struktur (jalan2)serta tata kota yang ada diperbesar/diperlebar ataupun 
ditambah sesuai (parallel) dengan keperluan jarak dekat dan jarak jauh yang 
diperlukan.
Serentak dengan ini kendaraan umum juga diadakan yang setimpal dengan 
kesanggupan kita (mesin diesel sehat yang berfilter agak lumayan), jadi 
logistik bisa (agak) lancar, kira2 sejajar dengan kemampuan rakyat setempat. 
Maksudnya janganlah nafsu kuat tenaga kurang, banak kurang, pitih pun sayuik 
pulo, mancik2 bakaliaran pulo dima2nyo.

Jangan mau dimanipulasi, menerawang langit. Baok sato urang2 pandai kito 
bapikia, mancari solusi nan elok untuak kamajuan kito BASAMO. Bukan urang nan 
pandai MA-OTA, tapi memang urang2 kito nan expert.
Digalakan/dijunguakan urang nagari industri (nagari/bangso) awak iko...(alah 
dikauiknyo pitih awak, awak dijunguakkannyo pulo lai)
Ondehhhh mande..........usahlah ka monorail, Shinkanzen, Jambatan Selat Sunda, 
mangamehi jalan2 jambatan2 nan lah adopun kurang sandereh..
Antahlah............memang iyo mimpi itu sehat, tapi antaro realitas jo mimpi 
tantu ado batehnyo

Wassalam,
Muljadi. 


-------- Original-Nachricht --------
> Datum: Sat, 14 Aug 2010 06:25:35 +0700
> Von: Riri Chaidir <[email protected]>
> An: [email protected]
> Betreff: Re: [...@ntau-net] Atasi Macet, MPKAS Gagas Pembangunan Monorail di 
> Bukittinggi

> Gagasan bagus, cuma, dari ma pitihnyo?
> 
> Sebagai perbandingan, ambo basuo di
> http://www.jakarta.go.id/v70/index.php/en/data-berita-media/1279-dprd-lanjutkan-proyek-monorel
> dan
> di  http://web.bisnis.com/artikel/2id2031.html
> 
> *Biaya per km rencananya US$23,3 juta; *
> *
> *
> 
> *Modal APBD DKI rencana US$60 juta; *
> *Subsidi APBD DKI US$22,5 juta; *
> *Jaminan APBN US$56,25 juta; *
> *Utang Bank Dubai US$650 juta.*
> 
> 
> Kalau gagasan ko ka dilaksanakan di Bukittinggi, ba a komposisi modal nyo?
> 
> Riri
> 48/l/bekasi
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 2010/8/14 Nofend Marola <[email protected]>
> 
> >  SUMBAR | JUMAT, 13/08/2010 00:52 WIB
> >
> > Heri Sugiarto - *Padang Today* <http://www.padang-today.com>
> >
> > *[image: klik untuk melihat
> foto]*<http://www.padang-today.com/foto/berita/monorail%20australia-nofrins.jpg>
> > Monorail di Australia yang bisa diadopsi di Kota
> > Bukittinggi. (foto: dok. Nofrins/MPKAS)
> >
> >
> >
> > Setelah usulan perlunya interkoneksi jaringan kereta api di Sumatera
> > (Sumatera Railways) ditindaklanjuti pemerintah, Masyarakat Peduli Kereta
> Api
> > Sumatera Barat (MPKAS) kembali melempar gagasan pembangunan jalur kereta
> api
> > rel tunggal (monorail) di Kota Bukittinggi.
> >
> > Hal tersebut perlu dipertimbangan sebagai salah satu solusi mengatasi
> > kemacetan yang selama ini terjadi di kota wisata itu, baik pada hari
> biasa
> > maupun liburan. Sekjen MPKAS Nofrins Napilus mengatakan, monorail ini
> bisa
> > menjadi alat transportasi alternatif untuk masuk kota Bukittinggi dengan
> > nyaman.
> >
> > Dia menjelaskan, apabila diterapkan, wisatawan cukup parkir di luar kota
> > Bukittinggi seperti Padanglua dan Baso, lalu pindah ke monorail yang
> bisa
> > masuk dan menusuk hingga ke jantung kota, pusat pertokoan, pusat
> > perbelanjaan, hotel maupun obyek-obyek wisata.
> >
> > "Dibuat saja melingkari kota. Dan salah satu stasiun kecilnya juga
> berada
> > di stasiun kereta api utama di kota tersebut. Bayangkan jika monorail
> ini
> > melipir pinggiran Ngarai Sianok," katanya.
> >
> > Dia menceritakan, pada awal 2007 pernah bertemu dengan Gamawan Fauzi
> yang
> > ketika itu Gubernur Sumbar dan pernah berkunjung ke Sydney, Australia
> > bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dodi Ruswandi. Gamawan bercerita
> > dengannya soal light monorail yang ada di Darling Harbour, Sydney.
> >
> > "Pak Dodi Ruswandi, kata pak Gamawan menyebutkan konstruksi monorail
> > seperti di Sydney itu, sangat mudah dan murah sekali. Saking ringannya,
> > tiangnya bisa ditempatkan di atas jembatan. Berbeda sekali dengan
> monorail
> > yang akan dibangun di Jakarta," jelasnya.
> >
> > Penerapan monorail di Bukittinggi, katanya memang butuh biaya cukup
> besar.
> > Tapi dengan adanya undang-undang yang membolehkan BUMD maupun swasta
> > membangun jalur dan mengoperasikan kereta api, maka peluang itu terbuka
> > untuk dibangun di daerah.
> >
> > Soal monorail ini akan berdampak pada sarana transportasi lain seperti
> > angkutan kota, Nofrins mengatakan, belum tentu. "Karena harga tiket
> monorail
> > ini biasanya lebih mahal dari Angkot sehingga segmen yang akan naik
> monorail
> > tentunya orang-orang yang datang dari luar kota seperti wisatawan, dan
> bawa
> > uang banyak."
> >
> > Sejauh ini, kata Nofrins, MPKAS telah menindaklanjuti gagasan itu dengan
> > mengirimkan surat ke Ketua Forum Saudagar Minang dan Gubernur Sumbar,
> yang
> > mungkin tertarik untuk membangunnya di Sumbar. "Tapi hingga kini belum
> ada
> > tindaklanjutnya. Semoga saja ke depan terwujud," katanya.(*)

-- 
Neu: GMX De-Mail - Einfach wie E-Mail, sicher wie ein Brief!  
Jetzt De-Mail-Adresse reservieren: http://portal.gmx.net/de/go/demail

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke