Waalaikumsallam wr wb Pak Eri dan dunsanak palanta Terima kasih atas pengalamannya yang menarik sebagai sesama mantan "ahli hisap"
Betul sekali Pak saya tahu persis masyarakat mentawai perokot berat, bagi mereka rokok itu adalah "ubek" Ubek bahasa Mentawainya artinya Rokok Pak he he he Lalu dari sisi ekonomi atau industri rokok kita terutama rokok kretek (ber cengkeh) mungkin begini pendapat saya Industri rokok kita nota bene meracuni masyarakat kita sendiri, terutama produk rokok kretek (yang bercengkeh) sejak jaman penjajahan Belanda industri rokok kretek tumbuh pesat dan parahnya masyarakat kita terkenal perokok terutama dilapisan masyarakat kebanyakan Rokok kretek pangsa pasarnya memang besar dan bermain dalam negeri saja, tidak sanggup "meracuni" bangsa lain seperti Eropa atau USA, mereka memang tidak menyukai rokok kretek produksi industri kita, kalau di ekspor hanya sebagian kecil saja itupun agak lagu dinegara jiran kita seperti malaysia, singapur, brunei kalau sudah pasar Eropa dan Amerika memang tidak mendapat tempat rokok kretek kitaBerbeda dengan rokok putih (tembakau tok seperti Marlboro yang menglobal disukai dan diterima semua masyaraat didunia yang merokok) Dari hal diatas Artinya puluhan tahun para taipan industri rokok kita sebut saja HM Sampoerna yang dulu cikal bakal rokok kretek terkenal bermerek Ji Sam Soe kaya luar biasa dari hasil uang "meracuni" sendiri rakyat indonesia. Kaya atau untungnya ya dari rakyat sendiri yang membeli rokok kretek tersebut hampir nyaris tidak ada keuntungan dari masyarakat dunia lain yang membeli rokok kretek mereka. Lalu sekarang HMS menjual semua sahamnya kepada Phillip Morris (menyisakan saja sedikit) yang menghasilkan uang triliunan rupiah Saya sendiri tidak tahu kemana uang penjualan HMS ini digunakan oleh para pemiliknya ini, kalaumnereka sadar dan punya rasa nasionalisme tinggi yang nota bene uang tersebut adalah uang masyarakat yang "diracuni" bukan uang dari pasar global (karena rokok kretek nggak laku) Dulu saya sempat dengar mereka (pemilik HMS) dari uang triliunan rupiah itu akan membangun industri gula terbesar di papua mengalahkan india tapi tidak terealisasi. Malah HMS menanamkan saham di MANSION sebuah situs judi bola terkenal yang menjadi sponsor klub elit liga Inggris Totenham HotspurLalu mana komitmen HMS untuuk berinvestasi kembali di negara kita sehingga akan membuka lapangan kerja, saya sendiri kurang tahu bagaimana perkembangannya katanya mereka bikin HTI (industri kehutanan dari hulu ke hilir)HMS dengan uang hasil penjualan saham rooknya tersebut Tapi mereka lebih banyak berinvestasi diluar megeri seperti di Australia dengan propertinya Jadi itu semua adalah uang hasil "meracuni" masyarkaat kita yang nota bene perokok berat rokok kretek bercengkeh, serharusnya jika rasa nasionalismenya kuat semua uangnya itu selayaknya di investasikan secara besar2an di negara ini agar terbuka lapangan kerja dan tumbuhnya ekonomi disektor rill Itu sedikit pendapat saya, ada pakar disini bisa menjelaskan apa dan bagaimana HMS dengan uang hasil penjualan industri rokoknya kepada philip Morris yang terkenal dengan rokok "global" nya Marlboro Wass_Jepe Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone -----Original Message----- From: bandarost <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 23 Aug 2010 22:42:04 To: RantauNet<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [...@ntau-net] Re: Indonesia Juara Tiga Mengkonsumsi Rokok On Aug 23, 6:32 pm, [email protected] wrote: Sebuah berita di harian lokal Pekanbaru Data terbaru menyebutkan jika Indonesia menempati juara ketiga dalam hal merokok. Assalamu'alaikum WrWb, Bung Jepe dan sanak sapalanta yang ambo hormati, Indonesia juara ketiga (atau katakanlah masih masuk 'sepuluh besar dunia')? Bagaimana kira-kira bagian Indonesia yang namanya ranah Minang di 'zoom' untuk mengetahui jumlah perokok di kawasan ini. Kalau secara kasat mata dilihat dalam kehidupan harian, jumlah perokok di daerah ini sekilas tampak cukup besar ( wa bil khusus di Mentawai). Dengan pengeluaran (TETAP) untuk merokok perbulan yang berkisar antara Rp 100.000-1.000.000 (tergantung dari kelas 'berat-ringannya'), maka dengan lebih dari 60% masyarakat hidup di sektor pertanian yang khabarnya kehidupan sosial ekonomi mereka sangat kepepet dari waktu ke waktu, kelihatannya upaya menekan jumlah perokok ini secara signifikan akan dapat secara langsung meningkatkan pendapatan mereka, atau menekan pengeluaran rutin yang sia-sia ini (sia-sia dalam jangka pendek, menengah, dan panjang). Kalau masyarakat Cina saja khabarnya dapat menghapus kebiasaan meludah mereka yang terkenal itu, masak sih masyarakat Sumbar yang terkenal cerdas dan keras hati ini tidak bisa mengurangi kebiasaan boros 'membakar uang' ini ? Sebagaimana biasa, bagaimana kalau ini mulai dikampanyekan oleh para petinggi/elit ranah Minang ini ? Bung Jepe, hehehe...sayajuga mantan perokok cukup berat. Dalam rangka hari tembakau sedunia yang lalu saya membuat artikel tentang pengalaman saya menyangkut Stop/Quit Smoking ini ("Saya Berhenti Merokok Secara Mudah, Murah, dan dengan Antusiasme Tinggi", lihat http://kadaikopi.com/?p=2911). Semogalah saling berbagi pengalaman sebagai mantan anggota 'dewan suro' ini dapat memberi inspirasi bagi rekan-rekan lain yang sudah punya niat untuk berhenti dari kebiasaan ganjil yang satu ini. Maaf & Wassalam, Epy Buchari L-67, Ciputat Timur -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
