REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq 
Shihab angkat bicara terhadap insiden Ciketing Bekasi.
''Perisitwa Bekasi Ahad 3 Syawal 1431 H/12 September 2010 bukan perencanaan, 
tapi insiden. Bukan penghadangan tapi perkelahian. Bukan penusukan tapi 
tertusuk. Karena sembilan pelaku adalah ikhwan yang sedang lewat berpapasan 
dengan 200 HKBP. Lalu terjadi perkelahian, saling pukul, saling serang, saling 
tusuk, saling terluka,'' ujar Habib Rizieq pada Republika, di Jakarta, Kamis 
(16/9).

Ditambahkan Habib Rizieq, jika perencanaan, mana mungkin sembilan ikhwan 
berbaju Muslim dengan identitas terbuka. ''Jika penghadangan, mana mungkin 
sembilan menghadang 200 orang. Jika penusukan, mana mungkin sembilan ikhwan 
lebam-lebam, luka, patah tangan, bahkan ada yang tertusuk juga,'' jelasnya.

Menurut Habib Rizieq, Ketua FPI Bekasi Raya dinonaktifkan DPP FPI bukan karena 
salah, tapi untuk melancarkan roda organisasi FPI Bekasi Raya yang teramat 
berat tantangannya. 

''Beliau pejuang, bukan pecundang, beliau tidak ada di lokasi kejadian. Beliau 
hanya kirim SMS ajakan kepada umat Islam untuk membela warga Ciketing, tapi 
dituduh sebagai provokator. Sementara para Pendeta HKBP yang mengajak, membawa 
dan memimpin massa Kristen serta memprovokasi warga Muslim, tak satu pun 
diperiksa,'' papar Habib Rizieq.

Bahkan menurut Habib Rizieq, muncul sejumlah pertanyaan terkait penanganan 
insiden Bekasi oleh aparat. Pertanyaannya, lanjut dia, mengapa para pendeta 
HKBP yang jadi provokator insiden tidak diperiksa. 

Lantas, kata Habib Rizieq, mengapa kegiatan HKBP setiap Ahad di Ciketing yang 
menggelar konvoi keliling perumahan warga Muslim dengan lagu-lagu gereja secara 
demonstratif dibiarkan. ''Kenapa dua pendeta yang membawa pistol dan 
menembakannya ke warga pada insiden 8 Agustus 2010 tidak ditangkap? Kenapa dua 
jemaat HKBP, Purba dan Sinaga yang membawa pisau saat insiden 12 September 2010 
sudah ditangkap lalu dilepas. Kenapa jemaat HKBP yang memukul dan menusuk 
sembilan ikhwan tidak ditangkap? Keadilan harus ditegakkan,'' tegasnya.


 

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke