Assalamualaikum ww Jangan putus asa pak, ada kok yang sangat mangkus membendung hawa nafsu siapapun termasuk anggota legislatif ini yaitu "MA"RIFATULLAH"
Suatu hari Khalifah Umar jalan2 sore alias cek2 warga sebuah kebiasaan beliau dengan menyamar sebagai orang biasa tanpa pengawalan melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana kondisi rakyat yang dipimpinnya Suatu kali yang lain, bertemulah beliau dengan seorang pemuda belasan tahun sedang mengembalakan kibash atau kambiang, sang khalifah menawar seekor kambing yang digembalakan bocah itu namun sang bocah menjawab "tidak bisa tuan, ini semua bukan milik saya" Umar coba ngetes lagi "jual jugak lah agak satu saja sama saya, kan nantik kalau ditanya tuan kamu, bilang saja kambing kita diterkam serigala satu" Dengan berdiri gagah dan berkacak pinggang sang pemuda menjawab lugas "benar tuan, induk semang saya bisa saya bohongi, tapii.. ALLAH tidak" Kagum campur haru Umar yang menyamar orang biasa ini mendengar jawab pemuda tanggung ini, ternyata anak muda mentah ini telah "berma'rifatullah" telah mengenal Allah, dia tidak mau korupsi walau seekor kambingpun karena dia tahu bahwa Allah melihat setiap perbuatan-nya walau dia sendiri belum pernah melihat Allah sekalipun, dan esok lusa pemuda tersebut ditebus Umar dari induk semangnya untuk "DIBINA" lebih baik lagi ..... Nah, anggota dewan yang seperti pemuda inilah yang HARUS kita banyak-kan pada pesta demokrasi yang akan datang Kalau yang anggota dewan yang kita kuatirkan sekarang ada kesamaan dengan kisah berikut ini Suatu hari pada acara pertandingan voli antar RW, dua tim sedang memasuki babak final saling smesh dan blok, membahanakan sorak riuh penonton memadati pinggir lapangan, sebuah smeshan keras dari tim sebelah mendarat tepat didada seorang bapak2 penonton dipinggir lapangan, tak ayal sang bapak itu menangkap bola voli tersebut dan menahan dengan duduk diatas bola tersebut dengan cuek, tentu saja pertandingan terhenti seketika, penonton terdiam menunggu kalau2 bola tersebut dikembalikan segera agar tanding bisa dilanjutkan Melihat situasi demikian seorang pemuda datang mendekat dan meminta agar sang bapak tersebut melepaskan bola itu dari selangkangnya, dengan terpana sang bapak itu mengembalikan bola dan pertandingan dilanjutkan dan penonton pun riuh kembali Diam2 seorang panitia mendekati pemuda tadi dengan berbisik bertanya apakah kamu kenal dengan bapak yang menahan bola tadi, mana tau kalian itu familian bagai mungkin, pemuda tersebut menjawab tidak sambil menggeleng, lalu panitia tadi nanya lagi kamu baru ya disini, tidak pernah saya lihat kamu sebelum ini, sang pemda menjawab iya, saya baru seminggu datang dari Batusangkar, tinggal sementara dengan famili, mau cari kerja disini, gitu lho Pemuda tersebut pucat wajahnya setelah diberitahu bahwa bapak yang menahan bola tadi adalah seorang jawara dikampung ini, polisi dan koramil aja segan dengan bapak itu karena urusan keamanan cukup terkendali karena sang jawara dengan stelan gelang akar bahar melilit pergelangan tangan, 4 batu akik sagadang buah kolangkaling dikiri kanan jemarinya dan sunguik Bang Jampang malintang pulo dibawah hiduang betetnyo sudah jaminan mutu keamanan dikampung ini Anggota dewan yang bapak kawatirkan itu tak ubahnya bak pemuda yang baru datang dari Batusangkar tadi, "TAK KENAL MAKA TAK TAKUT" kok tau lah awak bahaso apak tadi urang bagak disiko tantu indak sabarani tu bana ambo tadi, sang pemuda membatin, kini baa lai iyo manyasa ambo, antah baa nan karancak sambil kebingungan, kiro2 apolo lah nan ka tajadi sudah ko, ko ha Karena tidak berma'rifatullah atau tidak kenal Allah, tidak sedikit orang yang berani menentang hukum2 Allah termasuk carito "naiak kudo putiah" tu bagai mereka rajin bermaksiat kepada Allah, tapi kok ka dikaji2 bana go eh, kan awak2 ko juo sabanano nan salah, kan awak juo nan mamiliah beliau2 tu dek sari wasalam abp58 ________________________________ Dari: Dr Saafroedin Bahar <[email protected]> Kepada: Rantau Net <[email protected]> Terkirim: Sen, 27 September, 2010 17:35:39 Judul: Re: [...@ntau-net] Belajar Imigrasi ke Makam Diana Tidak ada satu pun kekuasaan di dunia ini yang dapat mengendalikan hawa nafsu anggota DPR ini. Presiden juga tidak. Mengapa? Karena kekuasaan membuat undang-undang dan membuat anggaran ada di tangan mereka. Itu diatur dlm UUD 1945. Perlu difikirkan mekanisme politik utk mengendalikan DPR yg sudah jadi 'super body' ini, bahkan mengalahkan MPR yg sekarang ini sudah jadi 'macan kertas' belaka. Saafroedin Bahar Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita. -----Original Message----- From: andiko <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 27 Sep 2010 17:15:19 To: rantaunet<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [...@ntau-net] Belajar Imigrasi ke Makam Diana * 27 September 2010 Studi Banding Belajar Imigrasi ke Makam Diana RESMINYA, "studi banding" itu akan mempelajari seluk-beluk keimigrasian ke Inggris. Tapi ada pula jadwal para anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat itu berziarah ke makam Putri Diana, janda Pa-ngeran Charles. Setelah itu, mereka akan bercengkerama di Trafalgar Square, kawasan alun-alun London, lalu bergeser ke "jam gadang" Big Ben, gedung parlemen, dan Westminster. Tak lupa mampir ke Harrods, pusat belanja elite di sana. "Pakai uang pribadi," seorang anggota komisi itu berkilah kepada Tempo. "Yang penting jadwal resminya beres." Rombongan Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Keimigrasi-an itu terbang ke London pada Senin pekan lalu. Dipimpin .....cut....kan alah dibaco juo tadi -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
