DDII sudah sepatutnya menjadi Ormas Islam dengan mendirikan 1. Lembaga Bank Syariah 2. Universitas Islam M. Natsir seperti yg diusulkan 3. Lembaga Amil Zakat 4. Lembaga Pendidikan TK s/d SMK-SMU seperti YPI Al Azhar 4.Lembaga bisnis berdasarkan Syariah 5. Rumah sakit dan Pusat konsultasi Jiwa 6. Panti Jompo Muslim/at 7.Lembaga Pelatihan Tenaga Kerja 8. Lembaga Penelitian (bisa gabung ke Universitas, termasuk obat dan makanan) 9. Lembaga Kerjasama Internasional Islam sedunia, dsb
Zorion_Anas *55yo http://minangmaimbau.blogspot.com http://zorionanas.blogspot.com [email protected], [email protected], Cel./HP No. :081384611336, 0816857939 Country code +62 ________________________________ From: Mochtar Naim <[email protected]> To: Syuhada Bahri <[email protected]>; Mas'oed ABIDIN <[email protected]>; [email protected]; DDII Prov Sumbar <[email protected]>; [email protected]; Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]>; Prof.Dr Emil SALIM <[email protected]>; [email protected]; asmun syueib <[email protected]>; Meuthia Suyudi <[email protected]>; Resthy Anggreta Sari <[email protected]>; [email protected]; nani tolali <[email protected]>; Prof Dr Taufik ABDULLAH <[email protected]>; Taufiq Ismail <[email protected]>; midawati unand <[email protected]>; Facebook UPIK KAMALIA <[email protected]>; mestika zed <[email protected]>; [email protected]; zizie fauzan <[email protected]>; zulhasril nasir <[email protected]>; Zulhendri CHANIAGO <[email protected]>; widya dhw <[email protected]>; Annisa Qurrota Ayyuni <[email protected]>; Ahmad Rifa'i <[email protected]>; [email protected]; Alfitri <[email protected]>; alimatul qibtiyah <[email protected]>; [email protected]; [email protected]; [email protected]; Armen Zulkarnain <[email protected]>; anwar abbas <[email protected]>; azlim fitra <[email protected]>; dodi indra monash u <[email protected]>; Dr. Gusti ASNAN <[email protected]>; M. ABDUH <[email protected]>; Mahyudin Al Mudra <[email protected]>; Prof. Dr Azyumardi AZRA <[email protected]> Cc: Mochtar Naim <[email protected]> Sent: Wed, September 29, 2010 10:38:34 AM Subject: [...@ntau-net] DDII MENANTANG KE MASA DEPAN DDII MENANTANG KE MASA DEPAN: DARI YAYASAN KE ORMAS ISLAM Sebuah Sumbang-Saran Mochtar Naim I B AJU yayasan yang dipakai oleh DDII sekarang dalam menantang ke masa depan kelihatannya sudah sempit. Perlu ditukar dengan “baju Ormas” seperti yang dipakai oleh Muhammadiyah, NU dan organisasi-organisasi dakwah Islam lain yang berbaju ormas. Ini juga karena dakwah bil hal maupun bil lisan dan bil qalam yang akan digarap oleh DDII ke masa depan sudah harus mencakup spektrum yang luas, seluas permasalahan yang ada dan dihadapi oleh masyarakat itu sendiri, dan seluas wilayah Indonesia ini sendiri dengan pemeluk Islam terbesar di dunia yang berjumlah di atas 200 juta. Sebagai Ormas, dan dalam tataran aturan main yang ada sekarang di NKRI ini, bagaimanapun, DDII tentu tidak akan memasuki ranah politik praktis sebagai yang dimainkan oleh partai politik manapun, demi adanya pembagian kerja antara yang sosial-budaya dan politik. Untuk nuansa yang berbau politik praktis DDII bisa menitipkannya kepada partai politik Islam secara kolektif. Sebagai Ormas, DDII juga bisa bekerja-sama dengan ormas-ormas lainnya, khususnya dengan Muhammadiyah dan NU, sehingga ketiganya bisa menjalin kerjasama “tiga sekawan” yang akrab dan mesra. Apalagi antara DDII dan Muhammadiyah beserta NU selama ini, tidak pernah terjadi pertikaian, kendati masing-masing jalan sendiri-sendiri karena kekhasan-kekhasan yang ada pada mereka masing-masing. DDII dalam melaksanakan tugas dan programnya kelihatannya juga memerlukan dukungan penuh dari warga masyarakat dengan menerapkan sistem keanggotaan, baik secara aktif maupun passif. Salah satu dari kunci keberhasilan Muhammadiyah dan NU dalam menjalankan missi dakwahnya dalam berbagai hal, selama ini, justeru karena mereka mempunyai sistem keanggotaan yang sampai jutaan bahkan puluhan juta di seantero Indonesia ini. Dengan penduduk muslim sebanyak ini, di tanah air tercinta ini, DDII pun mampu membina jutaan, dan bahkan puluhan juta, anggota yang akan menggelindingkan program dan kegiatan apapun, sehingga yang bekerja keras itu bukan hanya pengurus Yayasan di pusat dan di daerah, tetapi tak kurangnya adalah para anggota yang jutaan dan puluhan juta banyaknya itu. Dengan itu DDII bisa punya tidak hanya belasan, tetapi ratusan dan ribuan sekolah dari TK sampai ke universitas, belasan dan ratusan rumah sakit, panti asuhan, rumah zakat, dan sekian banyak usaha amal sosial dan ekonomi lainnya, di seluruh Indonesia. Dengan nama Natsir: Mohammad Natsir, sebagai guru spiritual dari DDII, seperti juga dengan nama Ahmad Dahlan di Muhammadiyah, dan Hasyim Asy’ari di NU, insya Allah, DDII sebagai ormas baru Islam akan mampu menggelindingkan dakwah islamiyah di berbagai sektor kehidupan dan di seantaro Indonesia, bahkan juga mungkin di dunia Melayu lainnya atau dunia Islam sekalipun, di manapun. Semua ini tentu memerlukan azam dan tekad bulat dari pengurus Yayasan yang ada sekarang, yang kemudian dukungan penuh dari penganut setia selama ini. Bismillahkanlah kalau memang sudah ada juga niat ke arah itu. Semoga Allah melindungi dan meridhai seraya melapangkan jalan ke arah itu, amin. II Dengan baju baru dan lapang sebagai Ormas Islam itu, maka rencana perluasan medan perjuangan DDII ke masa depan, juga terbuka sudah, baik di bidang pendidikan, ekonomi dan amal sosial, di samping dakwah keagamaan dan kebudayaan sekalipun. Khusus di bidang pendidikan, sudah waktunya DDII merancang “Sekolah Natsir” dari TK ke SD, SMP, SMA, PT dan Universitas sekalipun, baik yang umum maupun yang vokasional-kejuruan, termasuk kejuruan agama sekalipun, di seluruh Indonesia. Yang perlu disepakati dan diseragamkan adalah filosofi pendidikannya yang khas Natsiriyah, yakni yang integral-terpadu dan kaffah dan menghadap ke depan. Artinya pendidikan sebagai bahagian dan batu loncatan dari ibadah, sehingga yang menentukan itu bukan lagi corak dan vaknya, tetapi niat serta metoda dan epistemologi di samping aksiologi (tujuan pemanfaatan)nya. Orang belajar Islam sekalipun, jika niatnya salah, yaitu dengan tujuan menghancurkan, seperti yang dilakukan oleh para orientalis selama ini, ya salah. Sementara orang belajar apapun, dalam spektrum ilmu yang begitu luas, dengan niat ibadah, adalah ibadah. Termasuk belajar kristologi, perbandingan agama-agama, dsb. Untuk semua ini kita perlu “think tank.” Kita perlu universitas yang jika perlu sebuah “Universitas Islam Internasional Mohammad Natsir” (Mohammad Natsir International Islamic University), tempat para sarjana dari berbagai negara Islam dan dunia sekalipun untuk memikirkan masalah-masalah besar dan mendasar dari ummat di seantero jagad ini dalam menyambut Tamaddun Islam “Gelombang Ketiga” yang fajarnya telah mulai menyingsing kembali dengan kita memasuki abad ke 15 H/21 M ini. Gelombang pertama dari tamaddun Islam adalah tujuh abad pertama dari kelahiran Islam di jazirah Arab sampai ke puncak kejayaannya di abad ke 14 di Baghdad dan Kordoba, untuk kemudian diikuti oleh kejatuhannya sampai usai Perang Dunia Kedua di pertengahan abad ke 20, dan yang setelah itu untuk juga insya Allah tujuh abad ke depan, tamaddun kejayaan kembali Islam. Kita sekarang sudah berada di awal titik balik dari Gelombang Ketiga Kejayaan Kembali Islam itu. Dan dalam konteks itu kita menyambut gerakan dakwah Natsiriyah dengan baju lapang itu, yang mencakup ruang lingkup kehidupan berspektrum luas tadi. Pun juga begitu di bidang amal sosial yang bernuansa ekonomi yang lautnya juga nyaris tak bertepi. Bukan mustahil kalau DDII pun juga merancah ke bidang perbankan, perdagangan dan industri serta jasa. Yang jelas, sekarangpun DDII sudah punya jasa travel walau baru khusus untuk berhaji ke Mekkah. Lihat kelompok Yahudi dan Nasrani di seluruh dunia ini; bidang apa yang tak mereka masuki, dan kuasai. Mereka menguasai bidang perbankan, komers dan industri, sampai real estat yang bangunan-bangunannya menjulang ke langit tinggi. Mereka juga menguasai lalu-lintas perhubungan darat, laut dan udara, dan dunia maya, di seluruh dunia. Teknologi secanggih apapun adalah juga permainan mereka dan mereka kuasai dan otak-atik. Tamaddun Gelombang Ketiga Islam untuk abad-abad ke depan menuntut kita-kita ini untuk juga berbagi dalam menguasai dunia ini. Dan DDII dengan semangat integral Natsir ditantang untuk itu. *** -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
