Assalamualikum wr wb

Pak Marindo Palar nan ambo hormati, ada baiknya mengenai berita di harian 
Kompas 
itu dikonfirmasi kembali pada yang bersangkutan pak Amri Aziz (59 tahun). 
Berikut saya serta nomor kontak person beliau, 08176970195 - 081380374907 
(kebetulan beliau lai "Ajo" juo, saya kira lebih mudah berinteraksi). Ada 
baiknya dikonfirmasikan lebih dahulu, maklum nan namonyo awak urang minang ko 
yo 
lai punyo malu sahinggo selalu manjago kato-katonyo. 

Setahu saya, beliau selama ini rutin menyimpan kliping-kliping koran yang 
memuat 
berita tentang KKM sebagaimana yang saya lakukan dalam mendokumentasi wall 
group 
Gerakan Menolak Kongres Kebudayaan Minangkabau/GM KKM (ada baiknya nama group 
ini diganti dengan "Gerakan Menolak Seminar atau Lokakarya Kepedulian 
kebangkitan Minangkabau). 


Saya enggan berdebat tentang hal-hal yang sebenarnya tidak perlu (debat kusir), 
seandainya ada komunikasi & konfirmasi langsung secara lisan dan pertemuan 
antara pihak yang menolak serta mempertanyakan KKM  dengan panitia baik SC 
maupun OC.

Sedangkan nama page/halaman Kongres kebudayaan Minangkabau 2010 memang tidak 
bisa saya rubah menjadi "Seminar atau Lokakarya Kepedulian kebangkitan 
Minangkabau" sebab secara teknis merubah nama page/halaman di situs jejaring 
Facebook hingga saat ini memang tidak bisa dilakukan, berbeda dengan nama group 
yang bisa dirumah kapan saja.

wasalam

AZ - 32 th 
Padang



________________________________
Dari: Marindo Palar <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Sen, 4 Oktober, 2010 01:56:52
Judul: [...@ntau-net] Berita Harian KOMPAS mengenai KKM


Assalamu'alaikum Wr,Wb....
Kapado Dunsanak sadonyo di Palanta, Inyiak-Inyiak, AlimUlama,CandiakPandai, 
NiniakMamak, BundoKanduang......

Ambo dapek berita dari Harian Kompas 
(http://oase.kompas.com/read/2010/10/02/22262317/Kongres.Kebudayaan.Dilanjutkan.-14)
 dgn judul yang bertolak belakang dengan berita Harian Singgalang yg di 
postingkan kemaren oleh sanak Iqbal Rahman.   


Ambo persilahkan dunsanak di palanta, untuak manilai berita ko, termasuk 
komentar yg dilontarkan mengenai apa, kenapa dan bagaimana Kongres tersebut. 


Kalau ambo manilai, komentar sanak Wk.Ketua Bid. Organisasi Gebu Minang, yg 
juga 
Panitia Penyelenggara, dalam berita KOMPAS tsb, menyedihkan, dek karano 

masih saja mengeluarkan komentar yg menuduh urang di ranah bundo indak  
mangarati baa caro manjalankan ABS-SBK. Dek karano itu urang rantau yang 
tergabung dalam Gebu Minang paralu mambuekkan petunjuk teknis mengenai 
penerapan 
ABS-SBK tu.

Ondeh mande......, Apokah sanak kito tu indak mangarati baa kok KKM tu di tulak 
abih dek urang di Ranah...???. Komen saroman ko nan paliang indak disukoi dek 
urang di ranah. Komen sarupo ko seolah-olah mangecekkan urang di kampuang indak 
tau baa caro melaksanakan ABS-SBK, nan paliang tau adolah urang-urang di 
rantau. 


Hal lain, yg nampak dek ambo, di Panitia dan Gebu Minang sendiri, indak ado 
koordinasi. Alah jaleh Kongres tu dibatalkan, diganti jo Seminar/Lokakarya..., 
masih sajo komponen GebuMinang dan Panitia Penyelenggara menyebutkan kata-kata 
Kongres. 


Selanjutya, ambo menyarankan, Seminar/Lokakarya Kepedulian pada Kebangkitan 
Minangkabau, yg menjadi pengganti Kongres Kebudayaan Minangkabau tersebut, 
fokus 
saja kepada pengembangan ekonomi. Bangun sistim ekonomi  ABS-SBK, jangan lagi 
memaksakan sistim ekonomi kapitalis di kampuang-kampuang kito.  Tidak usah dulu 
menyingguang nyingguang ABS-SBK. ABS-SBK ko, di paiyo-iyokan dulu dengan urang 
di ranah. Jangan tiba2 menyodorkan konsep dalam bentuk Draft, dengan 
menharapkan 
peserta kongres yang akan menukuak manambahkan. Beko, didalam acara yg hanyo 2 
hari tu, akan dilakukan pandangan dari perwakilan Niniak Mamak, Cadiak Pandai, 
Alim Ulama, Bundo Kanduang, dan lain-lain. Sudah tu, beko ketok palu, jadilah 
ketetapan. Indak takah itu maambiak keputusan dalam masalah adaik dan 
kebudayaan 
doh. Jadi harus di paiyo-iyokan dulu sampai matang, kalau alah iyo sadoalah 
komponen, baru diambil keputusan. Indak melalui acara 2 hari  tu doh. Memang 
butuh waktu lama, tapi itulah yg harus di tempuh. Sebab ini menyangkut 
kepentingan urang banyak dalam masyarakat minang. Ambo mancaliak, masalah 
ABS-SBK ko,  indak sarik-sarik bana doh. Soalnyo komponen S dan K dalam  
ABS-SBK 
tu indak buliah barubah saketekpun juo doh. Nan mungkin barubah hanyo A, tapi 
perubahan A itu indak buliah bertentangan dengan S dan K. Disiko kontrol nan 
paralu dilakukan, agar perubahan A tetap pada koridor permanen yg telah 
ditetapkan oleh S dan K. Apakah kontrol tersebut akan dilakukan oleh 
Dubalang-Dubalang yg akan di bentuk melalui KKM ko ?.(lihat Pasal-47, Draft-17 
KKM, ambo alun mancaliak Draft-18).  Lalu Dubalang-Dubalang ko nanti akan 
maintai-intai kehidupan masyarakat dalam Nagarinyo, lalu manangkok sia urang 
nan 
indak menjalankan ABS-SBK. Wadduuhhh....., bacakak gadang anak-anak nagari tu 
beko....
Jadi jangan dulu, barangkali ado caro lain, misalnya melalui jalur legislasi. 
Peraturan2 legal formal yg ado, kito telaah dengan seksama, kalau ado 
kelemahan, 
kito fungsikan peran Wakil2 Rakyat di DPRD dan Pemerintahan, kapan perlu dengan 
tekanan-tekanan sedemikian rupa, untuk merevisi Peraturan tersebut. Itu lebih 
bisa di terima,  dari pada melalui ketetapan kongres yg tidak punya dasar hukum 
formal dalam negara hukum yg bernama Republik Indonesia ko.  

Jadi Seminar atau Lokakarya Kepedulian pada Kebangkitan Minangkabau ini,  fokus 
ajalah pada pembangunan perekonomian, yg syariah tentunya, untuk 
mensejahterakan 
satio nagari di Ranah Minang. 


Demikian pandapek ambo mengenai berita di KOMPAS dalam hubungannya dgn KKM.  
Mohon ma'af kalau ado nan tasingguang atau talantuang. 


--------ooo--------

Kongres Kebudayaan Dilanjutkan 
Sabtu, 2 Oktober 2010 | 22:26 WIB
akmal-nasir.blogspot.com


Kongres Kebudayaan Dilanjutkan 
Sabtu, 2 Oktober 2010 | 22:26 WIB

PADANG, KOMPAS.com - Setelah mengalami penolakan sangat keras dari sejumlah 
elemen  masyarakat di Sumatera Barat, Kongres Kebudayaan Minangkabau I akan  
tetap digelar di Kota Bukittinggi pada 30-31 Oktober mendatang.  Sebelumnya, 
rencana tersebut sempat ditunda dari rencana awal yakni pada  23-24 September 
karena perdebatan yang belum berujung antara kubu yang  menolak dan pihak 
penyelenggara.
Wakil Ketua Bidang Organisasi  Gebu Minang, Amri Aziz, Sabtu (2/10/2010) yang 
menjadi panitia  penyelenggara kongres tersebut mengatakan sejumlah rekomendasi 
 
direncanakan berhasil ditelurkan dalam kongres tersebut. "Soalnya selama  ini 
kaum ulama, cadiak pandai (kaum terpelajar), dan ninik mamak (kaum  adat) tidak 
terkoordinasi dan berjalan sendiri-sendiri. Inilah yang mau  kita satukan dan 
bicarakan lagi," katanya soal sejumlah isu dalam  rekomendasi tersebut.
Ia menambahkan,kongres tersebut secara  khusus ingin memberikan arahan secara 
teknis soal prinsip adat basandi  syara, syara basandi kitabullah (adat 
bersendikan hukum agama, hukum  agama bersendikan kitab suci Al Quran). Menurut 
Amri, selama ini ada  banyak sekali tafsir soal prinsip tersebut yang 
diwujudkan 
dalam puluhan  buku oleh puluhan penulis.
Akan tetapi, imbuh Amri, tafsir-tafsir  tersebut cenderung belum menjelaskan 
secara teknis yang berguna bagi  panduan langsung masyarakat.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian  Sumbar Harris Effendi Thahar yang menolak 
rencana kongres tersebut  sebelumnya menegaskan bahwa sebaiknya Gebu Minang 
melaksanakan program  lain yang lebih berhubungan dengan kepentingan langsung 
orang  Minangkabau di Sumbar.
Menurut Harris, Gebu Minang yang sebagian  besar adalah masyarakat Minangkabau 
di luar Sumbar atau perantau lebih  baik berpikir bagaimana cara mengatasi 
sejumlah kesulitan di Sumbar  seperti masih relatif terbatasnya lapangan kerja.


Salam,
Marindo Palar 
50 tahun - Suku:Tanjuang - Kampuang:Kuraitaji Piaman.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke