sanak armen, katanya sanak terlibat langsung dengan kegiatan KKM ini. bahkan telah lima bulan. kok bisa menyatakan gak tau?
Saya sebagai rang minang dengan asal dari negeri berbendera sirah, kebetulan hanya menyimak polemik KKM ini melalui pernyataan-pernyataan di media. Ketika merasakan ada hal yang menggelitik untuk dipertanyakan, maka saya melewakannya di palanta rantau net ini. syukur-syukur diberi penjelasan. Untuk ikut serta di dlm nyo, ambo semakin tak berminat terlebih adanya pro-kontra ini... Kalau diharapkan akan bertanya langsung ke SC KKM, terus terang ambo agak risih dan sungkan. Taraso dek ambo, Ayah Saaf mulai agak sensitif terutama setelah polarisasi KKM ini semakin mengeras (iko murni perasaan ambo pribadi terutama saat menyimak postingan beliau di FB, tentang buku yang menceritakan konflik di ranah minang yang seakan tiada putus karya jeff hadler itu dan beberapa postingan lainnya yang bernada kecewa akibat adanya penolakan). urang tuo biaso paibo hati.. samantaro, ambo ndak ingin membuek beliau tambah rusuah dek polarisasi KKM ko... demikian, kapado sidang palanta ambo minta maaf, kepada allah ambo minta ampun kalau ado pernyataan ambo yang dianggap salah. imran, 34+ tingga di padang --- Pada Sen, 4/10/10, Armen Zulkarnain <[email protected]> menulis: Dari: Armen Zulkarnain <[email protected]> Judul: Bls: Polarisasi KKM Bls: [...@ntau-net] Berita Harian KOMPAS mengenai KKM Kepada: [email protected] Cc: "Saafroedin Bahar" <[email protected]>, "Mochtar Naim" <[email protected]> Tanggal: Senin, 4 Oktober, 2010, 4:04 PM Wah ini berita baru baru sanak Imran Al, sejak terlibat langsung sejak awal Mei hingga saat ini (5 bulan), saya baru mendengar kabar ini, dan memang sudah saya baca postingan di group GM KKM & page 10.000.000 GM KKM . Ada baiknyanya dicek langsung pada ketua & wakil ketua SC KKM pak Saafroedin Bahar & pak Mochtar Naim. wasalam AZ - 32thPadang ***Tersiar kabar, KKM ini agaknya menjalankan misi yang tengah diretas Badan Pekerja Konggres Kebudayaan Indonesia (BPPKI) yang merupakan lembaga bentukan Dirjen Nilai Budaya, Seni dan film Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Singgalang, Jumat 3/10, A-5). Agaknya, Depbudpar tengah memiliki misi tersendiri dengan mengumpulkan budayawan dan cendekiawan dalam sebuah lembaga -katanya independen- bernama Badan Pekerja Antarkonggres Kebudayaan. Tugas lembaga ini sebagaimana dikatakan Dirjen Tjetjep Separman, mengawal keputusan yang dihasilkan konggres, mempersiapkan dan turut melaksanakan konggres berikutnya. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
