Ondeh.... Yang paliang berkesan bagi ambo dari yang uda tulis, bukan randang baluik dalam bentuk jadi, tapi adolah bagian dari bumbu dan bahan-bahan nan uda sampaikan. Tidak banyak orang terutama anak muda, yang masih paham istilah-istilah tumbuhan yang uda tulis di bawah. Dari yang uda tulis, ado beberapa jenis nan ambo indak tahu lai. Kekayaan biodiversity Minangkabau dan Indonesia adolah modal besar kedepan dalam negosiasi Internasional dalam perdebatan perubahan iklim. Namun sayang, kito masih kurang sekali melakukan penelitian dan perlindungan biodiversity kito.
Kembali ka randang baluik, salah satu daerah di tanah data nan terkenal randang baluiknyo adolah Sumaniak. Sumaniak adolah sebuah nagari yang pernah merasakan masa keemasan cangkeh, sampai kemudian cangkeh mati gadih jo mati bujang. Salam andiko ----- Original Message ----- From: "ajo duta" <[email protected]> To: [email protected] Sent: Wednesday, October 6, 2010 9:01:44 PM GMT +07:00 Bangkok, Hanoi, Jakarta Subject: Re: [...@ntau-net] (Seni Kuliner Ranah Minang) Rendang Belut Wah, jadi takana jo kamanakan ambo banamo Reny mangirim RB utk omnya pakai Tiki. Hanyo dalam bilangan hari habis RB tu. Mana tahu dapek kiriman RB pulo dari kamanakan ambo nan di Pku nan bainitial JP. Yes! Life on Plate.... On 10/6/10, [email protected] <[email protected]> wrote: > (Seni Kuliner Ranah Minang) > Rendang Belut > By : Jepe > > > Saat ini di Pekanbaru dirumah Etek (adik Ibu) saya berkumpul keluarga sanak > saudara pihak ibu saya dari kampung, lalu etek saya "tidak syah" dia datang > ke Pekanbaru kalau tidak bawa makanan/masakan fovorit saya apalagi kalau > bukan rendang belut dengan cita rasa tinggi serta berselera penuh bumbu2 > (sarok-sarok) yang khas seperti > > daun surian > akar kesambi > pucuak palange > pucuak bonai > pancaringek > pucuak simali-mali > pucuak malinco > petai cino > pucuak sigaloak > akar babulu > daun limau puruik > daun ruku-ruku > serai > daun salam bertambah harum rendang belut ini dengan ketumbar batang segar, > begitulah sepintas uraian dari etek saya betapa kaya bumbu dan rasa dari > Rendang Belut ini > > Lebih lanjut Etek saya dari kampung ini menjelaskan kalau membuatnya serba > manual baik dalam meracik bahannya maupun cara memasaknya "disangai-sangai" > diatas bara api dari sabut dan pelapah serta upiah kelapa kering, lama > memang memasaknya mulai dari persiapan bahan dan bumbunya sampai siap di > santap tapi jangan ditanya bagaimana cita rasa yang tinggi dari rendang > belut ini selalu "ngangeni' dipadu serasikan dengan samba lado dompak minyak > tanak dengan beras kampung yang ditanak, wahh entahlah kehabisan kata-kata > saya melukiskan betapa dahsyatnya rasa pusaka kuliner ninik kita ini > > Makan malam ini kami berkumpul sanak saudara di rumah etek saya rendang > belut yang dibawa dari kampung adalah "promadona" dari berbagai menu yang > terhampar diatas sepra, balk anak gadis perawan yang elok dan cantik si > Rendang Belut itu, kami memang penggemar rendang belut masakan dari kampung, > sebuah oeringatan "keras" selalu saya pasak kan ke etek2 saya di kampung > > "Jangan coba2 ke Pekanbaru kalau tidak bawa rendang belut" > > Ahaa etek2 saya memang jadi "ketakutan" jika mereka tidak membawa si rendang > belut ini, tapi etek2 tercinta saya tanpa peringatan keras dari sayapun akan > tetap ingat buat anaknya yang satu ini, anaknya yang masa kecilnya ketika > berlibur selalu dikampung, anaknya yang "bandel" suka palala mausai parak, > sawah dan banda dikampuang dengan segala keasyikan kehidupan "lamaknyo iduik > badunsanak dan kampuang" diranah minang. > > Gulai pucuk ubi pakai rimbang dan belahan petai segar, samba lado uok baasam > sundai dengan sentuhan minyak tanak dengan beras "anak gadih nan elok" > (beras baru kampung) begitu lah kiranya pendamping "si Marapulai" randang > belut santap malam kami badunsanak di rumah etek (adik bungsu ibu saya) di > Pekanbaru. > > Tanpa banyak bicara begitu lahap dan larut kami dengan pikiran masing2 > saat bersantap malam ini. > > Selesai makan saya cuci tanganm lalu saya tempelkan sama etek saya yang > datang dari Jakarta > > "Tek..tek coba cium tangan ananda" > > "Wah wah..pastinya harum baun sarok-sarok si Rendang Belut dari kampung > kita" kata etek saya > > > > "Mmm iya Tek..ananda pikir dua hari dua malam nggak bakalan hilang harum > khas sarok2 bumbu rendang belut yang di ceritakan oleh etek Nar " > > > Begitulah sebuah pusaka kuliner ranah minang, rasanya perlu kita lestarikan > dalam arti baik bahan, bumbu dan cara membuatnya yang serba alami dan manual > (hand made) sehingga mendapatkan rasa yang benar-benar pusaka dan khas > > Salam kuliner "life on the plate" > > Wass-Jepe > Pekanbaru 6/10/10 > Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. > -- Sent from my mobile device Wassalaamu'alaikum Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta), gelar Bagindo, suku Mandahiliang, lahir 17 Agustus 1947. Nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman. rantau: Deli, Jakarta, sekarang Sterling, Virginia-USA ------------------------------------------------------------ "menjadi bagian dari sapu lidi, akan lebih bermanfaat dari pada menjadi sebatang lidi" -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
