Wa'alaikumsalam Da Riri sarato adi dunsanak kasadonyo,

 

Izinkanlah ambo menjawab kebingunangan Da Riri di bawahko sbb:

 

1.Awalnya memang ada rencana dari PT.KAI Divre II Sumatera Barat untuk
menghentikan operasional KA Wisata Danau Singkarak rute Padang Panjang -
Singkarak - Solok - Sawahlunto,berita ini diterima oleh MPKAS pada Hari
Minggu tanggal 10 Oktober 2010.

 

2.Tetapi setelah kita melakukan cek dan recek lagi apa yang melatarbelakangi
penghentian operasi ini didapatlah berita,dari PT.KAI Divre II Sumatera
Barat bahwa mereka membutuhkan waktu libur untuk"Maintenance Kereta Api KA
Wisata Danau Singkarak" ini,terlebih khusus untuk maintenance system
pengereman,kelistrikan dan boogie dsb,karena keretanya yang sudah
tua.Tentunya itu karena PT.KAI sangat concern dengan masalah keselamatan
penumpang KA Wisata itu sendiri"Safety is Priority",dan ini sangat kita
hargai.

 

3.Tetapi setelah kita selidiki lebih jauh,ternyata disamping berita diatas
itu kita di MPKAS juga mendapatkan informasi lapangan bahwa,belum adanya
komunikasi yang lancar antara PT.KAI sebagai operator KA Wisata Danau
Singkarak dengan Pemprov Sumatera Barat serta Pemkab/Pemko yang dilalui oleh
KA Wisata Danau ini dari Padang Panjang ke Sawahlunto,padahal kita tahu
pengoperasian KA Wisata Danau Singkarak ini adalah berkat MOU bersama tahun
2007 antara PT.KAI dengan seluruh Pemkab/Pemko yang dilalui KA Wisata Danau
Singkarak ini,seperti Pemko Padang Panjang,Pemkab Tanah Datar,Pemko
Solok,Pemko Sawahlunto dan Pemprov Sumatera Barat sendiri.

 

Memang dulunya kita MPKAS yang membuka jalan sebagai mediator dan
fasilitator sehingga PT.KAI Divre II Sumatera Barat bisa berkomunikasi dan
besinergy dengan baik dengan stakeholder yang ada seperti Pemprov Sumatera
Barat dan Pemko/Pemkab di seluruh Sumatera Barat untuk merevitalisasi
Perkereta Apian di Sumatera Barat melalui program KA Wisata.

 

Kita di MPKAS berfikir,PT.KAI Divre II dengan manager2nya, sesudah penanda
tanganan MOU itu sudah bisa berjalan sendiri melanjutkannya dan melakukan
pendekatan2 dan approach2 yang dibutuhkan untuk memaintain synergy dan
kerjasama serta mengimplementasikan kesepakatan2 yang tertuang dalam MOU
itu.

 

Tetapi dengan kejadian ini,sepertinya synergy dan kerjasama dalam MOU itu
belum bisa diimplementasikan secara optimal. 

 

4.MPKAS akhirnya tanggal 11-12 berkoordinasi dengan berbagai pihak,terkait
terutama dengan Pemprov Sumatera Barat (dalam hal ini Pak Gubernur Irwan
Prayitno) dan dengan PT.KAI Pusat,dalam hal ini Dirut PT.KAI,dan mengeskpose
berita ini melalui Kompas Online untuk mengingatkan semua pihak,agar turut
aktif  mencarikan jalan keluar dari masalah ini.

 

5.Alhamdulilah akhirnya tanggal 13 Oktober malam kemarin,akhirnya Pak
Gubernur Irwan Prayitno dan Pak Ka Divre II Sumatera Barat dapat
bertemu,dimana pertemuan ini menghasilkan kesepakatan bahwa KA Wisata Danau
Singkarak akan beroperasi kembali seperti semula.

 

Kesimpulan:

 

Jadi kejadian ini sebetulnya memberikan pelajaran kepada kita semua,betapa
pentingnya sebuah Komunikasi yang baik dan harmonis.Samolah kiro2 dengan
kehidupan laki bini di rumah tangga setelah ijab Kabul menikah di Masjid
dulu.,kalau lah sasudah itu aniang2 sae saharian.,tantu ado2 se masalah di
rumah tangga sasudah tu lai..disinilah pentingnya komunikasi yang baik dan
harmonis,sesudah ijab Kabul tadi,kan baitu?

 

InsyaAllah tidak ada masalah yang sulit dan tidak terselesaikan,selama ada
komunikasi yang lancar dan baik,sehingga jalan keluar setiap permasalahan
akan dapat dicarikan secara bersama-sama.

 

Kalau masalah stiker nan Da Riri tanyokan yang dapat menyebabkan gerbong
kereta jadi kropos,tantunyo iko pun perlu kito komunikasikan dengan tukang
Stiker pulo..,karano tentunyo beliau nan lebih tahu daripado ambo.karano
ambo kan indak tukang stiker do...he..he..he..

 

Mungkin itu sajo,yang dapat ambo sampaikan saat ini, untuk ke depan
nampak2nyo MPKAS akan tetap harus rajin2 juo merangkul semua pihak2 yang
terkait terutama Pemprov Sumatera Barat,Pemkab/Pemko dan PT.KAI, agar bisa
berjalan bersama dan saling bergandengan tangan.dan indak aning-aning saja
tanpa komunikasi..InsyaAllah.

 

 

Wasalam,

Kurnia Chalik

(MPKAS)   

 

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Riri Chaidir
Sent: Thursday, October 14, 2010 10:32 AM
To: [email protected]
Subject: [SPAM] MOHON PENCERAHAN dari MPKAS/MAPPAS dan DUNSANAK SADONYO- Re:
[...@ntau-net] Kaba seputar KA Wisata Singkarak

 

Assalamualaikum wr.wb

 

Maaf, ambo jadi agak2 bingung dengan berita di bawahko. Mungkin dek karano
ambo memang ndak rutin mengikuti perkembangan kereta wisata Sumbar. Mohon
pencerahan dari MPKAS/ MAPPAS, dn Dunsanak Sadonyo

 

Katanya, pengoperasian kereta wisata ini tadinya dihentikan dengan alasan:

 

"Intinya untuk keselamatan, karena ini musim hujan ada banyak titik longsor
dan banjir," kata Yudith. Selain itu, imbuh Yudith, umur kereta yang
digunakan juga sudah tua dengan sistem pengereman, kelistrikan, dan boogie
yang kerap bermasalah dan empat gerbong kereta tersebut yang mulai keropos
karena penempelan stiker komersial.

 

Nah, sekarang apakah karena gerbong dicat ulang, pengurangan rangkaian, dan
atas nama "ikon pariwisata", apakah masalah keselamatan sudah teratasi? 

 

Kita tentu maklum bahayanya kalau sestem pengereman bermasalah, ini bukan
sepeda lho, kalau sepeda remnya bemasalah bisa diatasi dengan merem pakai
kaki ... Demikian juga masalah pada boogie. DUnsanak2 pencinta keretaapi
tentu tau persis apa arti boogie yang bukan hanya sekedar roda dan as roda
....

 

Satu lagi, saya agak "miris" juga kalau gerbong ternyata keropos karena
penempelan stiker komersial. Apakah waktu menerima sponsorship dulu ini
diperhitungkan juga sebagai cost? Untuk kedepannya, jangan sampai biaya
untuk perawatan gerbong karena stiker komersial ini tidak sebanding dengan
uang sponsorship nya. Kalau dari sisi sponsor, tentunya mereka "enjoy-enjoy
aja" iklannya terpasang "seumur hidup" di sana

 

Riri

a/48/bekasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2010/10/14 Nofend Marola <[email protected]>


Terkait berita di KOMPAS tentang WISATA : KA Wisata Disesalkan Harus
Berhenti pada Selasa, 12 Oktober 2010
http://regional.kompas.com/read/2010/10/12/22100299/KA.Wisata.Disesalkan.Har
us.Berhenti dan PERHUBUNGAN : Operasional Kereta Wisata Dihentikan
http://koran.kompas.com/read/2010/10/13/03541428/operasional.kereta.wisata.d
ihentikan Kadiv. KAI Sumbar diperintahkan Dirut PT KAI utk menghadap dan
lapor ke Gubernur perihal berita tersebut diatas. Hasil dari Pertemuan
tersebut diatas, Kadivre KA Sumbar, mengatakan kereta wisata singkarak aktif
lagi mulai minggu (17/10). Seperti pada laporan dibawah ini :

Kereta Wisata Singkarak Aktif kembali
Laporan wartawan KOMPAS Ingki Rinaldi
Rabu, 13 Oktober 2010 | 21:15 WIB

PADANG, KOMPAS.com - Setelah sempat berhenti beroperasi selama satu kali,
Kereta Wisata Danau Singkarak jurusan Kota Padangpanjang-Kota Sawahlunto
dipastikan bakal beroperasi lagi mulai Minggu (17/10/2010) mendatang.

Kepala PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat
Yudith Harrianto, Rabu (13/10/2010) di Kota Padang mengatakan, pengoperasian
kembali kereta wisata itu didasarkan atas pertimbangan kepentingan kereta
tersebut sebagai salah satu ikon pariwisata Sumbar.

Menurut Yudith, kereta wisata tersebut sebelumnya dihentikan sementara
operasinya yang muaranya pada faktor keselamatan dan kenyamanan perjalanan
kereta. Penghentian sementara operasi kereta itu sebelumnya direncanakan
pada setiap kali kereta itu beroperasi di hari Minggu pada bulan Oktober
yakni tanggal 10, 17, 24, dan tanggal 31.

"Intinya untuk keselamatan, karena ini musim hujan ada banyak titik longsor
dan banjir," kata Yudith. Selain itu, imbuh Yudith, umur kereta yang
digunakan juga sudah tua dengan sistem pengereman, kelistrikan, dan boogie
yang kerap bermasalah dan empat gerbong kereta tersebut yang mulai keropos
karena penempelan stiker komersial.

Yudith mengatakan, gerbong-gerbong yang keropos tersebut rencananya akan
dicat ulang dengan perkiraan waktu pengerjaan selama satu pekan untuk setiap
gerbong. Dengan demikian, terkait dioperasikannya lagi Kereta Wisata Danau
Singkarak sejak Minggu (17/10/2010) mendatang, maka untuk sementara hanya
akan terdiri atas tiga gerbong yang dihela lokomotif BB 204.

"Kita dukung pengembangan pariwisata Sumbar, pemerintah daerah tidak usah
khawatir. Namun kami juga meminta pemerintah kabupaten/kota yang wilayahnya
dilewati kereta wisata ini membangun halte agar kereta bisa berhenti dan
penumpang bisa menikmati sajian hiburan atau kesenian yang dipentask an di
lokasi tersebut," kata Yudith.

Kewajiban-kewajiban tersebut di antaranya ialah dengan memberi subsidi biaya
operasi, menyiapkan agenda wisata, dan m engawal sampai PT Kereta Api
Indonesia (Persero) Divre II Sumbar mencapai titik impas (break even point).
Nota kesepahaman yang berlaku lima tahun sejak 2007 itu hingga saat ini
relatif masih belum terlihat kenyataannya di lapangan.

Saat ini, selain Kereta Wisata Danau Singkarak PT Kereta Api Indonesia
(Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat juga mengoeprasikan Kereta
Wisata Dang Tuanku jurusan Padang-Pariaman, Kereta Wisata Lubang Kalam Mak
Itam jurusan Sawahlunto-Muaro Kalaban, dan kereta kelas ekonomi Sibinuang
jurusan Padang-Pariaman. Selain itu dioperasikan pula kereta barang dengan
angkutan semen curah PT Semen Padang dari Indarung ke Pelabuhan Teluk Bayur,
Kota Padang.

http://travel.kompas.com/read/2010/10/13/21155166/Kereta.Wisata.Singkarak.Ak
tif.kembali.

Terimakasih kita semua terhadap para peduli wisata sumbar, MPKAS, dan
sanak-sanak yang terlibat dan peduli akan hal ini.

Wassalam



 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke