Kurnia,

Jadi  - ambo mengacu ke point 2 penjelasan Kurnia - masalah di pengereman,
boogie, dan kelistrikan yang dikarenakan usia itu memang ada?

Dan masalah teknis itu bisa diatasi dengan komunikasi dan mengingatkan
kembali adanya MOU?

Great lah, kalau begitu. Tapi agak2 masih binguang ambo, bisa2 bangkrut
bengke di sabalah komplek ambo kalau masalah teknis yang disebabkan usia
kendaraan yang sudah tua bisa "diselesaikan" dengan komunikasi

Tentang gerbong yang keropos, mungkin Adek kurang teliti mambaco tulisan
ambo tadi. Yang ambo pertanyakan bukan masalah teknis stiker vs kropos. Yang
ambo pertanyakan adalah masalah cost vs revenue nya PT KAI atau MPKAS.
Kereta dipasangin stiker, sponsor bayar sekian, tapi dia beriklan "seumur
hidup". Please dibaco baliak, ambo copy kan di bawah:

Satu lagi, saya agak "miris" juga kalau gerbong ternyata keropos karena
penempelan stiker komersial. Apakah waktu menerima sponsorship dulu ini
diperhitungkan juga sebagai cost? Untuk kedepannya, jangan sampai biaya
untuk perawatan gerbong karena stiker komersial ini tidak sebanding dengan
uang sponsorship nya. Kalau dari sisi sponsor, tentunya mereka "enjoy-enjoy
aja" iklannya terpasang "seumur hidup" di sana

Riri
48/L/bekasi

2010/10/14 Dr Saafroedin Bahar <[email protected]>

> Selamat dan penghargaan thd jajaran MPKAS Sumbar yg dengan kegigihan luar
> biasa memperjuangkan KA Wisata di Sumbar.
> Benar sekali, komunikasi dan koordinasi tidak mungkin berjalan otomatis,
> tapi harus dikawal dan didorong terus menerus.
> Wassalam,
>
> Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.
> ------------------------------
> *From: * "Kurnia Chalik" <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Thu, 14 Oct 2010 12:22:16 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *RE: [SPAM] MOHON PENCERAHAN dari MPKAS/MAPPAS dan DUNSANAK
> SADONYO- Re: [...@ntau-net] Kaba seputar KA Wisata Singkarak
>
>  Wa’alaikumsalam Da Riri sarato adi dunsanak kasadonyo,
>
>
>
> Izinkanlah ambo menjawab kebingunangan Da Riri di bawahko sbb:
>
>
>
> 1.Awalnya memang ada rencana dari PT.KAI Divre II Sumatera Barat untuk
> menghentikan operasional KA Wisata Danau Singkarak rute Padang Panjang –
> Singkarak – Solok - Sawahlunto,berita ini diterima oleh MPKAS pada Hari
> Minggu tanggal 10 Oktober 2010.
>
>
>
> 2.Tetapi setelah kita melakukan cek dan recek lagi apa yang
> melatarbelakangi penghentian operasi ini didapatlah berita,dari PT.KAI Divre
> II Sumatera Barat bahwa mereka membutuhkan waktu libur untuk“Maintenance
> Kereta Api KA Wisata Danau Singkarak” ini,terlebih khusus untuk maintenance
> system pengereman,kelistrikan dan boogie dsb,karena keretanya yang sudah
> tua.Tentunya itu karena PT.KAI sangat concern dengan masalah keselamatan
> penumpang KA Wisata itu sendiri“Safety is Priority”,dan ini sangat kita
> hargai.
>
>
>
> 3.Tetapi setelah kita selidiki lebih jauh,ternyata disamping berita diatas
> itu kita di MPKAS juga mendapatkan informasi lapangan bahwa,belum adanya
> komunikasi yang lancar antara PT.KAI sebagai operator KA Wisata Danau
> Singkarak dengan Pemprov Sumatera Barat serta Pemkab/Pemko yang dilalui oleh
> KA Wisata Danau ini dari Padang Panjang ke Sawahlunto,padahal kita tahu
> pengoperasian KA Wisata Danau Singkarak ini adalah berkat MOU bersama tahun
> 2007 antara PT.KAI dengan seluruh Pemkab/Pemko yang dilalui KA Wisata Danau
> Singkarak ini,seperti Pemko Padang Panjang,Pemkab Tanah Datar,Pemko
> Solok,Pemko Sawahlunto dan Pemprov Sumatera Barat sendiri.
>
>
>
> Memang dulunya kita MPKAS yang membuka jalan sebagai mediator dan
> fasilitator sehingga PT.KAI Divre II Sumatera Barat bisa berkomunikasi dan
> besinergy dengan baik dengan stakeholder yang ada seperti Pemprov Sumatera
> Barat dan Pemko/Pemkab di seluruh Sumatera Barat untuk merevitalisasi
> Perkereta Apian di Sumatera Barat melalui program KA Wisata.
>
>
>
> Kita di MPKAS berfikir,PT.KAI Divre II dengan manager2nya, sesudah penanda
> tanganan MOU itu sudah bisa berjalan sendiri melanjutkannya dan melakukan
> pendekatan2 dan approach2 yang dibutuhkan untuk memaintain synergy dan
> kerjasama serta mengimplementasikan kesepakatan2 yang tertuang dalam MOU
> itu.
>
>
>
> Tetapi dengan kejadian ini,sepertinya synergy dan kerjasama dalam MOU itu
> belum bisa diimplementasikan secara optimal.
>
>
>
> 4.MPKAS akhirnya tanggal 11-12 berkoordinasi dengan berbagai pihak,terkait
> terutama dengan Pemprov Sumatera Barat (dalam hal ini Pak Gubernur Irwan
> Prayitno) dan dengan PT.KAI Pusat,dalam hal ini Dirut PT.KAI,dan mengeskpose
> berita ini melalui Kompas Online untuk mengingatkan semua pihak,agar turut
> aktif  mencarikan jalan keluar dari masalah ini.
>
>
>
> 5.Alhamdulilah akhirnya tanggal 13 Oktober malam kemarin,akhirnya Pak
> Gubernur Irwan Prayitno dan Pak Ka Divre II Sumatera Barat dapat
> bertemu,dimana pertemuan ini menghasilkan kesepakatan bahwa KA Wisata Danau
> Singkarak akan beroperasi kembali seperti semula.
>
>
>
> *Kesimpulan:*
>
>
>
> Jadi kejadian ini sebetulnya memberikan pelajaran kepada kita semua,betapa
> pentingnya sebuah Komunikasi yang baik dan harmonis.Samolah kiro2 dengan
> kehidupan laki bini di rumah tangga setelah ijab Kabul menikah di Masjid
> dulu…,kalau lah sasudah itu aniang2 sae saharian…,tantu ado2 se masalah di
> rumah tangga sasudah tu lai….disinilah pentingnya komunikasi yang baik dan
> harmonis,sesudah ijab Kabul tadi,kan baitu?
>
>
>
> InsyaAllah tidak ada masalah yang sulit dan tidak terselesaikan,selama ada
> komunikasi yang lancar dan baik,sehingga jalan keluar setiap permasalahan
> akan dapat dicarikan secara bersama-sama.
>
>
>
> Kalau masalah stiker nan Da Riri tanyokan yang dapat menyebabkan gerbong
> kereta jadi kropos,tantunyo iko pun perlu kito komunikasikan dengan tukang
> Stiker pulo..,karano tentunyo beliau nan lebih tahu daripado ambo…karano
> ambo kan indak tukang stiker do...he..he..he..
>
>
>
> Mungkin itu sajo,yang dapat ambo sampaikan saat ini, untuk ke depan
> nampak2nyo MPKAS akan tetap harus rajin2 juo merangkul semua pihak2 yang
> terkait terutama Pemprov Sumatera Barat,Pemkab/Pemko dan PT.KAI, agar bisa
> berjalan bersama dan saling bergandengan tangan…dan indak aning-aning saja
> tanpa komunikasi….InsyaAllah…
>
>
>
>
>
> Wasalam,
>
> Kurnia Chalik
>
> (MPKAS)
>
>
>
>
>
>
>
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On
> Behalf Of *Riri Chaidir
> *Sent:* Thursday, October 14, 2010 10:32 AM
> *To:* [email protected]
> *Subject:* [SPAM] MOHON PENCERAHAN dari MPKAS/MAPPAS dan DUNSANAK SADONYO-
> Re: [...@ntau-net] Kaba seputar KA Wisata Singkarak
>
>
>
> Assalamualaikum wr.wb
>
>
>
> Maaf, ambo jadi agak2 bingung dengan berita di bawahko. Mungkin dek karano
> ambo memang ndak rutin mengikuti perkembangan kereta wisata Sumbar. Mohon
> pencerahan dari MPKAS/ MAPPAS, dn Dunsanak Sadonyo
>
>
>
> Katanya, pengoperasian kereta wisata ini tadinya dihentikan dengan alasan:
>
>
>
> *"Intinya untuk keselamatan, karena ini musim hujan ada banyak titik
> longsor**
> dan banjir," kata Yudith. Selain itu, imbuh Yudith, umur kereta yang
> digunakan juga sudah tua dengan sistem pengereman, kelistrikan, dan boogie
> yang kerap bermasalah dan empat gerbong kereta tersebut yang mulai keropos
> karena penempelan stiker komersial.*
>
>
>
> *Nah, sekarang apakah karena gerbong dicat ulang, pengurangan rangkaian,
> dan atas nama "ikon pariwisata", apakah masalah keselamatan sudah teratasi?
> *
>
>
>
> Kita tentu maklum bahayanya kalau sestem pengereman bermasalah, ini bukan
> sepeda lho, kalau sepeda remnya bemasalah bisa diatasi dengan merem pakai
> kaki ... Demikian juga masalah pada boogie. DUnsanak2 pencinta keretaapi
> tentu tau persis apa arti boogie yang bukan hanya sekedar roda dan as roda
> ....
>
>
>
> Satu lagi, saya agak "miris" juga kalau gerbong ternyata keropos karena
> penempelan stiker komersial. Apakah waktu menerima sponsorship dulu ini
> diperhitungkan juga sebagai cost? Untuk kedepannya, jangan sampai biaya
> untuk perawatan gerbong karena stiker komersial ini tidak sebanding dengan
> uang sponsorship nya. Kalau dari sisi sponsor, tentunya mereka "enjoy-enjoy
> aja" iklannya terpasang "seumur hidup" di sana
>
>
>
> Riri
>
> a/48/bekasi
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> 2010/10/14 Nofend Marola <[email protected]>
>
>
> Terkait berita di KOMPAS tentang WISATA : KA Wisata Disesalkan Harus
> Berhenti pada Selasa, 12 Oktober 2010
>
> http://regional.kompas.com/read/2010/10/12/22100299/KA.Wisata.Disesalkan.Har
> us.Berhenti dan PERHUBUNGAN : Operasional Kereta Wisata Dihentikan
>
> http://koran.kompas.com/read/2010/10/13/03541428/operasional.kereta.wisata.d
> ihentikan Kadiv. KAI Sumbar diperintahkan Dirut PT KAI utk menghadap dan
> lapor ke Gubernur perihal berita tersebut diatas. Hasil dari Pertemuan
> tersebut diatas, Kadivre KA Sumbar, mengatakan kereta wisata singkarak
> aktif
> lagi mulai minggu (17/10). Seperti pada laporan dibawah ini :
>
> Kereta Wisata Singkarak Aktif kembali
> Laporan wartawan KOMPAS Ingki Rinaldi
> Rabu, 13 Oktober 2010 | 21:15 WIB
>
> PADANG, KOMPAS.com - Setelah sempat berhenti beroperasi selama satu kali,
> Kereta Wisata Danau Singkarak jurusan Kota Padangpanjang-Kota Sawahlunto
> dipastikan bakal beroperasi lagi mulai Minggu (17/10/2010) mendatang.
>
> Kepala PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat
> Yudith Harrianto, Rabu (13/10/2010) di Kota Padang mengatakan,
> pengoperasian
> kembali kereta wisata itu didasarkan atas pertimbangan kepentingan kereta
> tersebut sebagai salah satu ikon pariwisata Sumbar.
>
> Menurut Yudith, kereta wisata tersebut sebelumnya dihentikan sementara
> operasinya yang muaranya pada faktor keselamatan dan kenyamanan perjalanan
> kereta. Penghentian sementara operasi kereta itu sebelumnya direncanakan
> pada setiap kali kereta itu beroperasi di hari Minggu pada bulan Oktober
> yakni tanggal 10, 17, 24, dan tanggal 31.
>
> "Intinya untuk keselamatan, karena ini musim hujan ada banyak titik longsor
> dan banjir," kata Yudith. Selain itu, imbuh Yudith, umur kereta yang
> digunakan juga sudah tua dengan sistem pengereman, kelistrikan, dan boogie
> yang kerap bermasalah dan empat gerbong kereta tersebut yang mulai keropos
> karena penempelan stiker komersial.
>
> Yudith mengatakan, gerbong-gerbong yang keropos tersebut rencananya akan
> dicat ulang dengan perkiraan waktu pengerjaan selama satu pekan untuk
> setiap
> gerbong. Dengan demikian, terkait dioperasikannya lagi Kereta Wisata Danau
> Singkarak sejak Minggu (17/10/2010) mendatang, maka untuk sementara hanya
> akan terdiri atas tiga gerbong yang dihela lokomotif BB 204.
>
> "Kita dukung pengembangan pariwisata Sumbar, pemerintah daerah tidak usah
> khawatir. Namun kami juga meminta pemerintah kabupaten/kota yang wilayahnya
> dilewati kereta wisata ini membangun halte agar kereta bisa berhenti dan
> penumpang bisa menikmati sajian hiburan atau kesenian yang dipentask an di
> lokasi tersebut," kata Yudith.
>
> Kewajiban-kewajiban tersebut di antaranya ialah dengan memberi subsidi
> biaya
> operasi, menyiapkan agenda wisata, dan m engawal sampai PT Kereta Api
> Indonesia (Persero) Divre II Sumbar mencapai titik impas (break even
> point).
> Nota kesepahaman yang berlaku lima tahun sejak 2007 itu hingga saat ini
> relatif masih belum terlihat kenyataannya di lapangan.
>
> Saat ini, selain Kereta Wisata Danau Singkarak PT Kereta Api Indonesia
> (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat juga mengoeprasikan Kereta
> Wisata Dang Tuanku jurusan Padang-Pariaman, Kereta Wisata Lubang Kalam Mak
> Itam jurusan Sawahlunto-Muaro Kalaban, dan kereta kelas ekonomi Sibinuang
> jurusan Padang-Pariaman. Selain itu dioperasikan pula kereta barang dengan
> angkutan semen curah PT Semen Padang dari Indarung ke Pelabuhan Teluk
> Bayur,
> Kota Padang.
>
>
> http://travel.kompas.com/read/2010/10/13/21155166/Kereta.Wisata.Singkarak.Ak
> tif.kembali.
>
> Terimakasih kita semua terhadap para peduli wisata sumbar, MPKAS, dan
> sanak-sanak yang terlibat dan peduli akan hal ini.
>
> Wassalam
>
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
>
>   --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke