Andiko dan Dunsanak Sadonyo. Kalau buliah ambo bacarito saketek.
Pemahaman ambo tentang Otonomi Daerah termasuk Otonomi Khusus terbatas. Ambo tau saketek2 waktu tahun 2007 ambo dikontrak ADB salama 9 bulan untuak jadi Capacity Building Advisor untuak DPOD (Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah). Waktu itu ambo tau saketek2 ba a proses pembentukan dan pemekaran daerah. Tahun berikutnyo ambo dapek lo karajo sebagai Proect Coordinator di LFGGR (Local Goverment FInance and Governance Reform). Salah satu sub tim ambo itu mambantu karajo Direktorat Penataan Daerah dan Otonomi Khusus, DG Otda, Depdagri. Ambo ndak langsuang terlibat di situ, tapi acok diminta ikuik rapek2 dan mambaco konsep2 mereka. He he, tapi "tidak lantas angan" ambo, karano salah satu konsultan ambo itu Prof. Jorge Martinez dari GSU. Sia sajo nan baraja tentang Otonomi Daerah tantu tau jo namo tu. Dari pengetahuan ambo yang sangat terbatas itu, manuruik ambo, pertanyaan pertama yang harus dijawab adalah: *"Menurut anda, kekhususan apa yang anda miliki sehingga anda dapat dipandang "khusus", sehingga akan diberikan otonomi khusus?*" Nah, iko bukan hal yang mudah untuk dijawab (sehingga membuat mereka2 yakin). Budaya atau Sejarah? Surakarta, Bone, dan Buton juga pernah minta. Sumber daya? Riau juga. Sektor tertentu yang perlu penanganan khusus? Bali dengan Pariwisatanya. Sampai sekarang, Pemerintah berkesimpulan, cukup 4 Provinsi yang berstatus khusus tersebut, 2 dari era Otda (Aceh dan Papua), dan 2 yang sudah dari dulunya (DKI dan DIY). Bagaimana dengan yang lain yang memiliki kekhususan? Bisa diberikan kewenangan khusus untuk sektor tertentu. Misalnya untuk Bali, pengembangan Pariwisatanya bisa saja tidak murni mengacu ke PP 38/2007 tentang Pembagian Urusan.Tapi kewenangan khusus ini hanya untuk sektor/ urusan pemerintahan tertantu, bukan dengan model Otsus seperti Papua atau Aceh Itu saketek nan ambo tau. Riri 48/L/bekasi 2010/10/28 andiko <[email protected]> > Mamak > > Ambo menanggapi iko karena tertarik, jauh dari perasaan pakar, karena kecek > urang Jakarta, kemampuan ambo baru "Cetek", selain itu kalau lucu-lucuannyo, > "pakar" aratinyo, apa-apa di bikin sukar...he..he... > > Kalau secara normatif, tantu bisa dicarikan kakinyo, salah satunyo di UUD > 1945 > > Pasal 18B Amandemen IV UUD 1945 > > (1). Negara mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintahan daerah > yang bersifat khusus atau bersifat istimewa yang diatur dengan > undang-undang. ** > (2). Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum > adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan > perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang > diatur dalam undang-undang. ** > > Pasal 18 UUD 1945 sebelum amandemen > > Pembagian daerah Indonesia atas daerah besar dan kecil, dengan bentuk > susunan pemerintahannya ditetapkan dengan undang-undang, dengan memandang > dan mengingat dasar permusyawaratan dalam sistem pemerintahan negara, dan > hak-hak asal-usul dalam daerah-daerah yang bersifat istimewa. > > Penjelasan : > > Oleh karena Negara Indonesia itu suatu “eenheidsstaat” maka Indonesia tak > akan mempunyai daerah di dalam lingkungannya yang bersifat “staat” juga. > Daerah Indonesia akan dibagi dalam daerah provinsi, dan daerah provinsi > akan dibagi pula dalam daerah yang lebih kecil > Di daerah-daerah yang bersifat otonom (streek dan locale rechtsge > meenschappen) atau bersifat daerah administrasi belaka, semuanya menurut > aturan yang akan ditetapkan dengan undang-undang. Di daerah-daerah > yang bersifat otonom akan diadakan badan perwakilan daerah, oleh karena di > daerah pun pemerintahan akan bersendi atas dasar permusyawaratan. > Dalam teritoir Negara Indonesia terdapat ± 254 Zelfbesturende Landschappen > dan Volksgemeenschappen seperti desa di Jawa dan Bali, nagari di > Minangkabau, dusun dan marga di Palembang dan sebagainya. Daerah-daerah itu > mempunyai susunan asli dan oleh karenanya dapat dianggap sebagai daerah yang > bersifat istimewa. > Negara Republik Indonesia menghormati kedudukan daerah-daerah istimewa > tersebut dan segala peraturan negara yang mengenai daerah-daerah itu akan > mengingati hak-hak asal-usul daerah tersebut. > > Selanjutnyo tantu urang Minangkabau harus mamintak UU OTSUS khusus seperti > Papua dan Aceh. > > Tetapi belajar dari proses dan substansi lahirnyo UU OTSUS Papua jo Aceh > ado beberapa pertanyaan pendahuluan yang harus di jawab urang Minangkabau. > 1. Apakah modal politik Minangkabau untuk menekan pusat untuk memberikan > OTSUS > 2. Otonomi Khusus seperti apo yang akan dimintak oleh Minangkabau sahinggo > bermanfaat bagi rakyaik badarai, tidak hanya elitnya. > > Sakitu dulu tanggapan ambo mak > > Salam > > > andiko > > ----- Original Message ----- > From: "Marindo Palar" <[email protected]> > To: [email protected] > Sent: Thursday, October 28, 2010 6:59:07 AM GMT +07:00 Bangkok, Hanoi, > Jakarta > Subject: Re: Bls: [...@ntau-net] TANAH ULAYAT DITINJAU KEMBALI JILID II > > Assalamu'alaikum Pak Abraham, > > Ambo ingin mengajak kito semua untuk melihat peluang memperjuangkan MK ini > dari kaca mata UUD-UU-PP-dan seterusnya, khusunya yg berhubungan dengan > Tanah Ulayat. > Tapi menurut pakar hukum yg ada di palanta ini, enggak ada peluangnya.... > > Ambo juga pernah mengusulkan untuk memperjuangkan Daerah Istimewa > Minangkabau. > Tapi, banyak yg "meng-anggau" ketika ide ini ambo lontarkan... > > > > > Wassalam, > Marindo Palar > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
