Apokoh Lagu Sala Lauak dinyanyikan juo dek Elly Kasim? Adokoh nan punyo atau manyimpan tape, rekaman, atau cdnyo? Iko ado liriknyo:
Sala Lauak Published April 7, 2008 Pop 50'an 5 Comments Tags: Oslan Husein Sasaklah bana pasa rang Tarusan yo lah lai Karuang jo sumpik yo lah lai di tangah balai – 2x Lamaklah bana, sala rang Piaman yo lah lai Badaun kunyik yo lah lai balauak tukai – 2x Sala … lauak Sala … lauak Jikok tasasak jan lah baoto yo lah lai Jikok baoto yo lah lai jalannyo buruak – 2x Kok lah taragak iyo nak basuo yo lah lai Makanlah sala yo lah lai si lauak busuak – 2x Sala … lauak Sala … lauak Urang Cimparuah pai lah ka Sintuak yo lah lai Naiak kureta yo lah lai di Kurai Taji – 2x Kok lah tacubo jo sala lah situhuak yo lah lai Makan batambuah yo lah lai sapiriang lai – 2x Sala … lauak Sala … lauak Salam, --MakNgah Sjamsir Sjarif --- In [email protected], muchwardi muchtar <muchwa...@...> wrote: > > Sabtu, 24 Juli 2010 > Museum Elly Kasim > MAKMUR HENDRIK > > Siapa yang tidak mengenal Elly Kasim? Tidak hanya di Sumatra Barat, Indonesia > juga amat mengenal nama dan kiprahnya. Bahkan namanya juga amat dikenal oleh > rakyat di negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura dan Brunai Darussalam > sejak tahun 60-an. Dia adalah penyanyi legendaris Sumatra Barat, yang > sekaligus > juga penyanyi legendaris Indonesia! > > Legendaris yang saat ini masih hidup dan masih tetap tampil tidak hanya di > Indoneisa, tapi (bersama Nazif Basir sang suami) juga tampil di puluhan > negara > di dunia. Di puluhan negara tersebut dia menjadi duta kesenian Indonesia, > terutama Minangkabau. Sejak beberapa tahun yang lalu, muncul gagasan untuk > membuat Museum Elly Kasim. > > Dari serangkai pembicaran dengan yang patut-patut, mulai dari Mensos (waktu > itu) > Bachtiar Chamsyah dan Menteri Pariwisata I Gde Ardika, Gubernur Zainal Bakar > dan > Gamawan Fauzi, beberapa bupati/walikota, gagasan itu mendapat sambutan dan > dukungan. Semula museum itu akan didirikan di sebidang tanah seluas 300 > persegi, > milik almarhum Ibunda Elly Kasim di Tiku, Kabupaten Agam. Lokasinya terletak > di > tepi jalan raya Pariaman-Lubuk Basung. Beberapa kali Elly Kasim dan Nazif > Basir > serta beberapa orang lainnya bolak-balik Jakarta-Padang-Tiku mendatangi > lokasi > ini untuk mematangkan rencana itu. > > Namun ketika rencana itu didengar Bupati Aristo Munandar, sang bupati merasa > tersentuh hatinya. Elly Kasim telah mengharumkan nama Minangkabau tidak hanya > di > tataran Indonesia, tapi juga di tatataran mancanegara. "Kita harus membantu > mewujudkan museum yang akan menjadi aset dan kekayan Sumatra Barat sepanjang > zaman itu," ujar sang bupati. > > Aristo lah yang kemudian menambahkan gagasan agar yang dibangun bukan hanya > sebuah museum sekadar tempat pajangan kaset, piringan hitam dan segala > memorabilia yang ada kaitannya dengan perjalanan karir penyanyi legendaris > ini, > seperti pelaminan dan baju-baju penganten Minang yang telah dia modifikasi, > tapi > yang harus dibangun adalah sebuah komplek museum yang dilengkapi dengan > mushalla, tempat parkir, kafe, toilet, kios penjualan souvenir dan > makanan/penganan khas anak negeri. Tak ketinggalan sebuah gedung teater mini, > tempat anak negeri bisa menampilkan beragam kesenian rakyat. > > Aristo tidak hanya sekadar bicara dan melemparkan usul, namun ucapannya dia > ujudkan dengan membeli sebidang tanah tak berapa jauh dari lokasi kecil di > mana > semula museum itu akan dibangun. Areal yang dibeli bupati berukuran lebar 24 > meter (mengikuti jalan) dan panjang ke belakang 96 meter (2.304 M2 atau 7,5 > kali > lebih besar dari lokasi semula). > > Mewakili Pemkab Agam, Bupati Aristo kemudian menghibahkan tanah itu untuk > pembangunan museum. Nazif Basir lalu meminta bantuan seorang arsitek untuk > membuat gambar lengkap di areal yang dihibahkan Pemkab Agam itu sesuai dengan > usul Aristo Munandar. > Dari lima unsur yang diperlukan untuk mewujudkan museum bagi penyanyi > legendaris > itu, tiga sudah terpenuhi. Pertama, benda-benda berupa hasil karya dan yang > ada > segala sesuatu yang akan kaitanya dengan Elly Kasim, yang akan mengisi museum > itu. Benda-benda ini sejak jauh hari telah dihimpun satu demi satu oleh Nazif > Basir, termasuk beberapa piringan hitam berisi lagu-lagu Elly Kasim di awal > tahun 60-an yang direkam oleh sebuah perusahan piringan hitam di Singapura. > > Kedua, tanah lokasi museum itu akan dibangun sudah teratasi. Yaitu dengan > turun > tangannya Bupati Agam Aristo Munandar. > Ketiga, gambar jadi kompleks museum dan segala kelengkapannya sebagaimana > diuraikan di atas. Ini sudah pula selesai dibuat oleh Ir. Syaeful Hadi dari > PT > Hakara, konsultan yang juga merancang dan membangun Rumah Puisi Taufiq Ismail > di > Air Angek, Tanah Datar. Tinggal dua unsur terakhir, yaitu badan hukum dan > (yang > tersulit adalah) dana! > > Untuk badan hukum, sudah dibentuk badan bernama "Elly Kasim Memorabilia > Foundation" yang diketuai Nazif Basir dengan sederet pengurus. Badan yang > disahkan notaris inilah yang akan mencari bantuan dan sumbangan —dari mana > dan > siapa pun, yang sah dan tidak mengikat— kemudian menunjuk kontraktor > mengerjakan > komplek museum yang konon akan diberi nama Elly Kasim Memorabilia. > Jika museum ini selesai, dia bisa menjadi matarantai dari sebuah paket yang > ditawarkan kepada wisatawan yang datang ke Sumatra Barat, dari dalam maupun > luar > negeri yang ingin mengetahui segala sesuatu tentang penyanyi legendaris > tersebut. Dia juga bisa menjadi tempat study anak-anak sekolah, ataupun pusat > penelitian yang ada kaitannya dengan karya, karir dan kehidupan Elly Kasim. > > Kembali ke masalah dana pembangunan komplek museum tersebut, yang > diperkirakan > berkisar antara Rp4,5 sampai R5,5 miliar. Dalam teori, akan tuntas hanya > dalam > setahun anggaran kalau saja tiap kabupaten/kota di Sumatra Barat ikhlas > membantu > Rp500 juta saja, ditambah anggaran Pemprov Sumbar Rp1 miliar. Belum lagi > bantuan > dari pemerintah pusat dan pihak-pihak lain, kalau ada. > Dalam teori pula, museum penyanyi legendaris itu akan rampung paling lambat > 36 > bulan sejak tulisan ini dipublikasikan! > `Teori' ini akan menjadi kenyataan jika semua pihak benar-benar tersentuh > hatinya untuk membantu. Masalahnya, kapan dan siapa yang akan memulai? (*) -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
