Uwan, mungkin ado Youtube

On 11/1/10, sjamsir_sjarif <[email protected]> wrote:
> Apokoh Lagu Sala Lauak dinyanyikan juo dek Elly Kasim? Adokoh nan punyo atau
> manyimpan tape, rekaman, atau cdnyo? Iko ado liriknyo:
>
> Sala Lauak
> Published April 7, 2008 Pop 50'an 5 Comments
> Tags: Oslan Husein
>
> Sasaklah bana pasa rang Tarusan yo lah lai
> Karuang jo sumpik yo lah lai di tangah balai – 2x
> Lamaklah bana, sala rang Piaman yo lah lai
> Badaun kunyik yo lah lai balauak tukai – 2x
> Sala … lauak
> Sala … lauak
>
> Jikok tasasak jan lah baoto yo lah lai
> Jikok baoto yo lah lai jalannyo buruak – 2x
> Kok lah taragak iyo nak basuo yo lah lai
> Makanlah sala yo lah lai si lauak busuak – 2x
> Sala … lauak
> Sala … lauak
>
> Urang Cimparuah pai lah ka Sintuak yo lah lai
> Naiak kureta yo lah lai di Kurai Taji – 2x
> Kok lah tacubo jo sala lah situhuak yo lah lai
> Makan batambuah yo lah lai sapiriang lai – 2x
> Sala … lauak
> Sala … lauak
>
> Salam,
> --MakNgah
> Sjamsir Sjarif
>
>
> --- In [email protected], muchwardi muchtar <muchwa...@...> wrote:
>>
>> Sabtu, 24 Juli 2010
>> Museum Elly Kasim
>> MAKMUR HENDRIK
>>
>> Siapa yang tidak mengenal Elly Kasim? Tidak hanya di Sumatra Barat,
>> Indonesia
>> juga amat mengenal nama dan kiprahnya. Bahkan namanya juga amat dikenal
>> oleh
>> rakyat di negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura dan Brunai
>> Darussalam
>> sejak tahun 60-an. Dia adalah penyanyi legendaris Sumatra Barat, yang
>> sekaligus
>> juga penyanyi legendaris Indonesia!
>>
>> Legendaris yang saat ini masih hidup dan masih tetap tampil tidak hanya di
>>
>> Indoneisa, tapi (bersama Nazif Basir sang suami) juga tampil di puluhan
>> negara
>> di dunia. Di puluhan negara tersebut dia menjadi duta kesenian Indonesia,
>> terutama Minangkabau. Sejak beberapa tahun yang lalu, muncul gagasan untuk
>>
>> membuat Museum Elly Kasim.
>>
>> Dari serangkai pembicaran dengan yang patut-patut, mulai dari Mensos
>> (waktu itu)
>> Bachtiar Chamsyah dan Menteri Pariwisata I Gde Ardika, Gubernur Zainal
>> Bakar dan
>> Gamawan Fauzi, beberapa bupati/walikota, gagasan itu mendapat sambutan dan
>>
>> dukungan. Semula museum itu akan didirikan di sebidang tanah seluas 300
>> persegi,
>> milik almarhum Ibunda Elly Kasim di Tiku, Kabupaten Agam. Lokasinya
>> terletak di
>> tepi jalan raya Pariaman-Lubuk Basung. Beberapa kali Elly Kasim dan Nazif
>> Basir
>> serta beberapa orang lainnya bolak-balik Jakarta-Padang-Tiku mendatangi
>> lokasi
>> ini untuk mematangkan rencana itu.
>>
>> Namun ketika rencana itu didengar Bupati Aristo Munandar, sang bupati
>> merasa
>> tersentuh hatinya. Elly Kasim telah mengharumkan nama Minangkabau tidak
>> hanya di
>> tataran Indonesia, tapi juga di tatataran mancanegara. "Kita harus
>> membantu
>> mewujudkan museum yang akan menjadi aset dan kekayan Sumatra Barat
>> sepanjang
>> zaman itu," ujar sang bupati.
>>
>> Aristo lah yang kemudian menambahkan gagasan agar yang dibangun bukan
>> hanya
>> sebuah museum sekadar tempat pajangan kaset, piringan hitam dan segala
>> memorabilia yang ada kaitannya dengan perjalanan karir penyanyi legendaris
>> ini,
>> seperti pelaminan dan baju-baju penganten Minang yang telah dia
>> modifikasi, tapi
>> yang harus dibangun adalah sebuah komplek museum yang dilengkapi dengan
>> mushalla, tempat parkir, kafe, toilet, kios penjualan souvenir dan
>> makanan/penganan khas anak negeri. Tak ketinggalan sebuah gedung teater
>> mini,
>> tempat anak negeri bisa menampilkan beragam kesenian rakyat.
>>
>> Aristo tidak hanya sekadar bicara dan melemparkan usul, namun ucapannya
>> dia
>> ujudkan dengan membeli sebidang tanah tak berapa jauh dari lokasi kecil di
>> mana
>> semula museum itu akan dibangun. Areal yang dibeli bupati berukuran lebar
>> 24
>> meter (mengikuti jalan) dan panjang ke belakang 96 meter (2.304 M2 atau
>> 7,5 kali
>> lebih besar dari lokasi semula).
>>
>> Mewakili Pemkab Agam, Bupati Aristo kemudian menghibahkan tanah itu untuk
>> pembangunan museum. Nazif Basir lalu meminta bantuan seorang arsitek untuk
>>
>> membuat gambar lengkap di areal yang dihibahkan Pemkab Agam itu sesuai
>> dengan
>> usul Aristo Munandar.
>> Dari lima unsur yang diperlukan untuk mewujudkan museum bagi penyanyi
>> legendaris
>> itu, tiga sudah terpenuhi. Pertama, benda-benda berupa hasil karya dan
>> yang ada
>> segala sesuatu yang akan kaitanya dengan Elly Kasim, yang akan mengisi
>> museum
>> itu. Benda-benda ini sejak jauh hari telah dihimpun satu demi satu oleh
>> Nazif
>> Basir, termasuk beberapa piringan hitam berisi lagu-lagu Elly Kasim di
>> awal
>> tahun 60-an yang direkam oleh sebuah perusahan piringan hitam di
>> Singapura.
>>
>> Kedua, tanah lokasi museum itu akan dibangun sudah teratasi. Yaitu dengan
>> turun
>> tangannya Bupati Agam Aristo Munandar.
>> Ketiga, gambar jadi kompleks museum dan segala kelengkapannya sebagaimana
>> diuraikan di atas. Ini sudah pula selesai dibuat oleh Ir. Syaeful Hadi
>> dari PT
>> Hakara, konsultan yang juga merancang dan membangun Rumah Puisi Taufiq
>> Ismail di
>> Air Angek, Tanah Datar. Tinggal dua unsur terakhir, yaitu badan hukum dan
>> (yang
>> tersulit adalah) dana!
>>
>> Untuk badan hukum, sudah dibentuk badan bernama "Elly Kasim Memorabilia
>> Foundation" yang diketuai Nazif Basir dengan sederet pengurus. Badan yang
>> disahkan notaris inilah yang akan mencari bantuan dan sumbangan —dari mana
>> dan
>> siapa pun, yang sah dan tidak mengikat— kemudian menunjuk kontraktor
>> mengerjakan
>> komplek museum yang konon akan diberi nama Elly Kasim Memorabilia.
>> Jika museum ini selesai, dia bisa menjadi matarantai dari sebuah paket
>> yang
>> ditawarkan kepada wisatawan yang datang ke Sumatra Barat, dari dalam
>> maupun luar
>> negeri yang ingin mengetahui segala sesuatu tentang penyanyi legendaris
>> tersebut. Dia juga bisa menjadi tempat study anak-anak sekolah, ataupun
>> pusat
>> penelitian yang ada kaitannya dengan karya, karir dan kehidupan Elly
>> Kasim.
>>
>> Kembali ke masalah dana pembangunan komplek museum tersebut, yang
>> diperkirakan
>> berkisar antara Rp4,5 sampai R5,5 miliar. Dalam teori, akan tuntas hanya
>> dalam
>> setahun anggaran kalau saja tiap kabupaten/kota di Sumatra Barat ikhlas
>> membantu
>> Rp500 juta saja, ditambah anggaran Pemprov Sumbar Rp1 miliar. Belum lagi
>> bantuan
>> dari pemerintah pusat dan pihak-pihak lain, kalau ada.
>> Dalam teori pula, museum penyanyi legendaris itu akan rampung paling
>> lambat 36
>> bulan sejak tulisan ini dipublikasikan!
>> `Teori' ini akan menjadi kenyataan jika semua pihak benar-benar tersentuh
>> hatinya untuk membantu. Masalahnya, kapan dan siapa yang akan memulai? (*)
>>
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
>

-- 
Sent from my mobile device

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
gelar Bagindo, suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
Nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman. rantau: Deli, Jakarta,
sekarang Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------
"menjadi bagian dari sapu lidi, akan lebih bermanfaat dari pada
menjadi sebatang lidi"

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke