Kalau iyo co iko, berarti siapo pun Gubernur nan tapiliah/manang,
baiak ado bencano atau indak ado bencano, tatap akan pai juo nyo ka
Jerman.

Nah, nan jadi masalah kini ko, tantu karano bancano tu baru sajo
terjadi. Pertanyaannyo, apokoh kegiatan ko ndak bisa diundur?
Aratinyo, dari sekian banyak agenda, kan bisa dipilah2 ma nan bisa
diikuti Gubernur dan ma nan bisa diwakilkan.

Khusus nan batujuan mambangun kerjasama investasi, rencananyo iyo
rancak tadanga. Akan tetapi, wajar rasonyo kalau pembicaraan kerja
sama tu ditundo paliang tidak enam bulan ka muko. Kalau mancalaiak
kondisi kini tantu Gubernur wak ko berhasil mambuek rekor baru sebagai
"Gubernur Yang Tercepat Ke Luar Negeri setelah Dilantik" (atau ado nan
lain?).

Dikaik-an seketek jo adaik, timbua pertanyaan dek ambo, "Apokoh 'alua
jo patuik' bisa dikaik-kan jo keberangkatan Gubernur ko?"

Salam

On Nov 3, 6:39 pm, "Tasril Moeis" <[email protected]> wrote:
> Rabu, 03/11/2010 18:22 WIB
> PKS Jelaskan Kronologi Kepergian Gubernur Sumbar ke Jerman  
> Nograhany Widhi K - detikNews
>
> Irwan Prayitno (twitter)
>
> Jakarta - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno melakukan kunjungan kerja 
> (kunker) ke Munich, Jerman, di tengah tanggap darurat bencana tsunami 
> Mentawai. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menaungi Irwan pun menjelaskan 
> lengkap kronologi hingga agenda Irwan ke Munich.
>
> Penjelasan Humas PKS ini diterima pada Rabu (3/11/2010). Berikut ini 
> penjelasan tersebut:
>
> 1. Kunjungan dilakukan berdasarkan undangan Duta Besar Republik
> Indonesia di Berlin tanggal 31 Agustus 2010 yang meminta Gubernur Sumatera 
> Barat menjadi pembicara dalam ajang Indonesian Bussiness Day yang akan 
> diadakan di Muenchen, pada tanggal 5 November 2010.
>
> Topik utama dalam Indonesian Bussiness Day adalah pelaksanaan promosi terpadu 
> Investasi, Pariwisata, dan Perdagangan di wilayah potensial Indonesia.
>
> 2. Sumatera Barat dipilih sebagai salah satu peserta di antara lima peserta 
> provinsi undangan yaitu: Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Timur, Nusa 
> Tenggara Barat, dan Papua.
>
> 3. Sementara di tingkat pusat akan hadir Mantan Presiden BJ Habibie,
> Menteri Perindustrian RI, Menteri Perdagangan RI, Menteri Kebudayaan dan 
> Pariwisata serta Kepala BKPM Pusat. Mereka juga akan menyampaikan keynote 
> speech dalam acara tersebut.
>
> 4. Indonesian Bussines Day diadakan bersama oleh Indonesian Mission in the 
> Federal Republic of Germany yang terdiri dari Kedutaan RI di Berlin, Konsulat 
> Jendral Indonesia di Frankfurt, dan Konsulat Jendral Indonesia di Hamburg.
>
> Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memperkenalkan dan mengundang para 
> pelaku investasi dan perdagangan Jerman untuk melakukan bisnis dan investasi 
> yang sangat mempunyai prospek di Indonesia, dan yang paling utama di 
> provinsi-provinsi yang diundang seperti tersebut di atas.
>
> 5. Indonesian Bussines Day terdiri dari beberapa kegiatan seperti
> seminar, one on one meeting, dan mini exhibition dari produk-produk 
> perdagangan Indonesia.
>
> 6. Adapun agenda Gubernur Sumatera Barat secara khusus adalah:
>
> a. 4 November 2010,  mengadakan pertemuan secara khusus dengan
> Gubernur Bavaria untuk membicarakan kemungkinan kerjasama luar negeri tidak 
> hanya di bidang investasi, pariwisata dan perdagangan, namun juga di bidang 
> lain serta  rencana pembentukan Sister Province West Sumatra - Bavaria.
>
> Agenda pertemuan ini telah dikonfirmasikan dengan pihak negara bagian 
> Bavaria, dan Gubernur Bavaria dengan senang hati akan menerima delegasi 
> Sumatera Barat di kantor Gubernur Bavaria di Muenchen.
>
> b. 5 November 2010, Gubernur Sumatera Barat akan menyampaikan paparan
> berjudul "Investment Opportunities In West Sumatra" yang berisi materi 
> tawaran investasi di bidang unggulan seperti:
>
> * tawaran investasi pariwisata dalam pembangunan cable car di Maninjau, 
> Bukittinggi, dan Lembah Anai;
> * tawaran investasi pariwisata di Kawasan Mandeh Pesisir Selatan untuk 
> pembangunan resort;
> * tawaran investasi pariwisata di Danau Diatas dan Danau Dibawah, Kabupaten 
> Solok untuk pembangunan resort;
> * tawaran investasi pembangunan infrastruktur short cut jalan kereta api 
> Padang - Solok;
> * tawaran investasi pengolahan dan penangkapan ikan tuna, tawaran
> investasi pengolahan kakao;
> * tawaran investasi dalam eksploitasi panas bumi
> sebagai sumber energi listrik Sumatera Barat di masa depan.
> *Pemerintah Jerman dan Provinsi Bavaria mempunyai kebijakan untuk mendukung 
> energi hijau seperti energi panas bumi, air (PLTA), dan mikrohidro. Bahkan 
> punya kebijakan memberikan grant hingga Rp 1 triliun.
>
> c. 6 November 2010, akan dilakukan kunjungan seluruh anggota Delegasi
> RI dipimpin oleh Bapak Dubes ke Messe Munchen Bio Solar Rooftop Facility 
> pukul 09.00-11.00 dan Bio Energie Tann pukul 13.00-15.00.
>
> Keduanya bergerak di bidang energi terbarukan yang sangat bermanfaat bagi 
> Delegasi Sumatera Barat untuk mengunjunginya. Karena Sumatera Barat memiliki 
> cadangan panas bumi yang sangat besar.
>
> Dalam meeting selanjutnya akan dibicarakan penjajagan mekanisme pelaksanaan 
> Carbon Trade yang sudah digagas di Oslo, Norwegia beberapa waktu yang lalu.
>
> (nwk/nrl)
>
>  IrwanPrayitno-D.jpg
> 7KViewDownload

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke