Maaf pak IJP yang baik, saya sungguh sangat tidak tertarik dengan politik. Saya jauh lebih tertarik pada kegiatan pencinta alam, relawan/rescue & pemberdayaan masyarakat nagari. Saya kira bidang ini jauh dari glamour pentas politik dan itu memang pilihan hidup saya.
Soal reputasi saya hanya orang biasa & tidak punya apa-apa. Saya hanya mengikuti kegiatan organisasi mahasiswa dibimbing oleh mentor Jhoni S Mundung, pengurus Walhi Riau. Saya kira kami berdua tidak memiliki apa-apa yang patut dibanggakan, salam ta'zim. wasalam AZ-32 th Padang ________________________________ Dari: Indra Jaya Piliang <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Sen, 8 November, 2010 19:03:46 Judul: Re: Bls: Bls: [...@ntau-net] IJP: Antara Mentawai dan Bavaria Oh, bagus. Observasi yang bagus. Silakan ditulis. Tulisan anda saja sudah bagus di sini, kenapa butuh bantuan saya? Itu membantu reputasi anda :) IJP --- On Mon, 11/8/10, Armen Zulkarnain <[email protected]> wrote: >From: Armen Zulkarnain <[email protected]> >Subject: Bls: Bls: [...@ntau-net] IJP: Antara Mentawai dan Bavaria >To: [email protected] >Date: Monday, November 8, 2010, 6:47 AM > > > >Menurut saya kalau ingin pak IJP ingin menulis, ada bahan yang jauh lebih >bagus >dari topik kepergian BA 1 ke Jerman, yaitu hotel khusus prostitusi di kota >Padang yang kita kenal dengan ranah ABS SBK ini, kebetulan jaraknya tidak jauh >hanya 115 meter & 250 meter dari pintu masuk gubernuran. > > >Untuk observasi saya bisa traktir pak IJP ke hotel terakhir, sebab tarifnya >tidak terlalu mahal, hanya Rp. 70.000,- Saya yakin ini progress yang sangat >baik >untuk pak IJP pada pemilu 2014 mendatang. Bagaimana? Kalau pak IJP takut >dengan >pengelolanya, saya kira bisa menemani pak IJP selama ekspos berita tentang >hotel >khusus prostitusi itu. salam ta'zim. > > >wasalam > > >AZ - 32 th >Padang >(yang saya maksud bulan madu adalah BA 1 & 2, saya kira bulan madu tentu bagi >yang menikah secara politik) > > > ________________________________ Dari: Indra Jaya Piliang <[email protected]> >Kepada: [email protected] >Terkirim: Sen, 8 November, 2010 18:14:48 >Judul: Re: Bls: [...@ntau-net] IJP: Antara Mentawai dan Bavaria > > >Wa'alaikum salam > >Saya dekat dg BA-1, BA-2, dan BA-BA yg lain. Emang kenapa? Saya nggak sedang >bulan madu. Belum ada rencana. > > >Ada yang larang nulis ini di palanta? Itu kan permintaan2 yg sudah biasa >bertahun2. Dan setahu saya tak ada hak moderator menutup atau membuka. Biasa >saja. > >IJP > > >--- On Mon, 11/8/10, Armen Zulkarnain <[email protected]> wrote: > > >>From: Armen Zulkarnain <[email protected]> >>Subject: Bls: [...@ntau-net] IJP: Antara Mentawai dan Bavaria >>To: [email protected] >>Date: Monday, November 8, 2010, 6:07 AM >> >> >> >>Assalammualaikum wr wb >> >> >>Saya dengar pak Indra J Piliang dikenal dekat dengan BA 2, apakah bulan madu >>sudah selesai? >> >> >>wasalam >> >> >>AZ - 32 th >>Padang >>(saya kira thread tentang BA 1 ke Jerman sudah berakhir di palanta ini) >> >> >> ________________________________ Dari: Indra Jaya Piliang <[email protected]> >>Kepada: Lisi <[email protected]>; [email protected] >>Cc: [email protected]; [email protected] >>Terkirim: Sen, 8 November, 2010 16:19:06 >>Judul: [...@ntau-net] IJP: Antara Mentawai dan Bavaria >> >> >>http://www.indrapiliang.com/2010/11/08/antara-mentawai-dan-bavaria/ >> >>Harian Haluan, 08 November 2010 >> >>Antara Mentawai dan Bavaria >>Oleh >>Indra J Piliang >> >>Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional HKTI 2010-2015 >> >>Terkejut. Itu reaksi yang pertama muncul ketika mengetahui Gubernur Sumatera >>Barat Irwan Prayitno berangkat ke Jerman pada hari ke-7 tsunami Mentawai. >>Tidak >>ada pemberitahuan sebelumnya. Pers baru menginformasikan setelah Gubernur >>Irwan >>berangkat atau malah sudah tiba di Jerman. >> >> >>Penulis sendiri tidak terlalu menyadari, ketika Lukman Alex (Ketua DPD PDI >>Perjuangan Sumbar) menyampaikan lewat twitter tentang kepergian itu. Pesan >>Alex >>tidak begitu jelas, karena menyitir pertanyaan novelis Akmal Nasery Basral >>tentang PDRI. Alex memplesetkan istilah PDRI itu dengan kabar keberangkatan >>Gubernur Irwan ke Jerman. Baru siang harinya penulis paham, begitu informasi >>kepergian itu menyebar di media online. >> >> >>Lalu, kabar-kabar itu semakin banyak, termasuk lewat media sosial seperti >>twitter dan facebook. Tentu juga lewat mailing list dan blackberry messanger. >>Dalam waktu cepat, berita itu masuk ke dalam pemberitaan media massa >>elektronik, >>terutama televisi. Dan lalu berkembang terus ke media cetak. >> >> >>Gelombang kritikan begitu deras atas kepergian itu. Ironisnya, klarifikasi >>justru datang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang merilis kronologis >>dan >>agenda Gubernur Irwan di Jerman. Herannya, rilis resmi dari Humas Pemda >>Sumbar-pun tidak terbaca. Para menteripun ikut berbicara, mulai dari Menteri >>Dalam Negeri sampai Menteri Sekretaris Kabinet. DPR menimpali. Yang belum >>bicara: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. >>Bavaria >> >>Kenapa cerita awal itu penting? Mengingat masalah kepergian Gubernur Irwan ke >>Jerman hadir dari proses, bukan tiba-tiba saja muncul dalam ranah kesadaran >>publik. Seandainya tidak ada tsunami di Mentawai, mungkin orang-orang tak >>akan >>bertanya kemana gubernur pergi. Kepergian Gubernur Kaltim ke China, misalnya, >>diributin publik mengingat status sebagai tersangka kasus korupsi. Begitu >>juga >>orang-orang ribut dengan kepergian tersangka pelaku penyuapan anggota DPR RI >>Nunun, istri Adang Dorodjatun, ketika berobat ke Singapura. >> >> >>Ketika membaca artikel ini, apakah kita tahu siapa saja kepala daerah yang >>ada >>di tempat? Ataukah siapa saja yang meninggalkan daerahnya, dengan alasan >>dinas >>luar? Kalaupun diributkan, tentu yang paling dilacak adalah yang pergi ke >>luar >>negeri. >> >> >>Mengapa luar negeri? Mengingat luar negeri selalu diasosiasikan sebagai >>tempat >>yang lebih baik dari Indonesia. Luar negeri menjadi semacam obat si tawar dan >>si >>dingin untuk masalah apapun di dalam negeri. Tak terkecuali juga sebagai >>tempat >>istirahat. Padahal, belum tentu luar negeri adalah segalanya. Timor Leste dan >>Papua Nugini juga masuk kategori luar negeri, namun sedikit pejabat yang ke >>sana. >> >>Sejauh yang kita tahu, masyarakat ribut dengan luar negeri itu di tengah >>kontroversi menyangkut fasilitas yang dimiliki oleh penyelenggara negara. >>Untuk >>investasi, misalnya, terlalu mudah pejabat negara menebarkan umpan, di laut >>yang >>belum tentu ada ikannya. Dan hal ini sama saja dengan studi banding para >>anggota >>parlemen ke tempat yang belum tentu memberi makna akan kebijakan yang hendak >>dilihat. >> >> >>Gubernur Irwan diundang oleh Duta Besar RI di Jerman. Bukan oleh investor. >>Investor diundang oleh Pak Dubes di dalam acara seminar. Di sela presentasi >>soal >>potensi investasi di Sumbar kepada investor Jerman, Gubernur Irwan >>dijadwalkan >>bertemu dengan Gubernur Negara Bagian Bavaria. Daerah asal Adolf Hitler dan >>disebut sebagai pusat aktivitas ras Arya dalam Perang Dunia Kedua itu >>tentulah >>menarik dijadikan sebagai sister city dengan Sumatera Barat. Nah, siapa yang >>memberi tawaran sister city itu? Sumbar atau Bavaria? Apa gunanya? >> >>Mentawai >>Sebetulnya, publik lebih terkejut dengan informasi tentang Mentawai. Kalau >>dilacak pernyataan demi pernyataan Gubernur Irwan, pada Rabu (26 Oktober) >>pagi >>belum diketahui ada tsunami di Mentawai. Penulis masih ikut konvoi mobil >>Gubernur Irwan dari lampu merah Kampung Apa, Pariaman, menuju Lubuk Basung. >>Seiring dengan informasi lapangan, pernyataan itu mengalami perubahan. >> >> >>Ketika awal, gelombang protes sempat muncul tentang peringatan tsunami yang >>dicabut oleh pejabat resmi. Mengingat gambar-gambar tsunami Mentawai semakin >>banyak diketahui, protes itupun mengendap. Media lebih tertarik dengan berita >>mutakhir dari lapangan. Angka-angka kematian dirilis. Komunikasi yang semula >>terhambat, mulai terang. Semua bergerak. Bukan hanya pemerintah, tetapi juga >>masyarakat di seluruh Indonesia dan dunia. >> >> >>Lalu, mulailah fase tanggap darurat. Korban-korban didata. Sebagian >>dievakuasi. >>Para relawan berdatangan. Sebagian besar menjerit, mengingat sulitnya medan. >>Sekalipun ada yang langsung naik kapal dari Tanjung Priok, Jakarta, misalnya, >>tetapi mereka mendarat di Sikakap. Segera, Sikakap dipenuhi relawan, >>wartawan, >>peneliti ataupun orang-orang yang memang menyukai situasi heboh dengan resiko >>besar. >> >> >>Alat-alat transportasi berseliweran. Informasi simpang-siur. Fungsi Gubernur >>sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, terutama dalam tugas perbantuan, >>langsung aktif. Dengan keadaan ini, gubernur adalah pelaksana dari >>tugas-tugas >>tanggap darurat. Pemerintah pusat tidak bisa langsung mengambil alih, >>mengingat >>pemerintah daerah masih aktif. Hal ini berbeda dengan tsunami Aceh, ketika >>gubernurnya sedang menjalani hukuman di penjara. >> >> >>Lalu, tiba-tiba, belum seminggu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno berangkat ke >>Jerman. Dengan sejumlah alasan, kemudian. Dengan beragam kontroversi, >>kemudian. >>Dengan waktu yang juga habis mempertentangkannya, kemudian. >> >> >>Apapun, kita patut berhenti sejenak. Kita fokus ke Mentawai. Lalu bekas-bekas >>bencana di Sumbar tahun lalu. Nanti, ketika keadaan sudah mulai nyaman, baru >>kita bicara. Termasuk soal investasi. Dan juga, negeri Bavaria. Mari... >> >> >>-- >> > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
