Gak perlu mengatanamakan org lain. Krn belum tentu org lain sama dg anda. 
Atasnamakan diri sendiri saja. 

Kalau anak muda Minang spt anda, sudah lama Kerajaan Minangkabau lahir. 
Buktinya tdk, sampai skrg. 

Biasa aja di Minang ini org menulis, bicara, dll. Apapun pangkatnya. Aneh saja, 
di jmn demokrasi, anda masih berpikiran spt ini. 



~~."IJP".~~

-----Original Message-----
From: Armen Zulkarnain <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 8 Nov 2010 20:45:21 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Bls: Bls: Bls: Bls: [...@ntau-net] IJP: Antara Mentawai dan Bavaria

pak IJP yang baik, saya kira akan berbeda apabila yang menulis itu adalah pak 
dibanding saya. Dan saya hanya ingin menyampaikan, tulisan pak IJP itu dibaca 
oleh generasi muda minangkabau (tentu saja kalau saya yang menulis tidak akan 
memiliki pengaruh apa-apa). Sebagai salah satu contoh anak muda, sudah 
sepantasnya pak IJP memberikan teladan sebagai salah satu putra terbaik asal 
minangkabau, yang mengerti benar kultur daerahnya. 

Di minangkabau kita mengenal raso jo pareso pada dunsanak nan lain. Tentunya 
semua individu memiliki potensi masing-masing, walaupun "buto, pakak, hingga 
lumpuah" sekalipun & secara hukum alam setiap individu memiliki 
kekurangan-kekurangan, begitu pula dengan BA 1. Secara kultural di minangkabau, 
kekurangan-kekurangan dunsanak kita itu diisi dengan "tukuak - manukuak" bukan 
malah "gisia manggisia".  

Saya kira hal ini penting menjadi contoh pada generasi muda minangkabau dimasa 
yang akan datang, sebab secara populasi kita hanya 4 % di NKRI, dimana kalau 
dengan jumlah yang sedikit itu secara demokrasi voting saat ini kita sudah 
kalah 
sebelum voting. Mohon maaf apabila kurang berkenan, semoga dipahami, amin amin 
ya Rabbal alamin.

wasalam

AZ - 32 th
Padang        



________________________________
Dari: Indra Jaya Piliang <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Sen, 8 November, 2010 19:24:04
Judul: Re: Bls: Bls: Bls: [...@ntau-net] IJP: Antara Mentawai dan Bavaria


Saya nggak nanya. Saya hanya membalas saran anda. Anda menyarankan saya 
menulis, 
saya sarankan balik: anda kan sudah observasi, ya, tulis saja. 

Mau bangga atau tidak, bukan urusan saya juga.
Anda koq diskusi melompat2. Kalau mau memperkenalkan diri, kenalkan saja baik2. 
 
IJP 
 


--- On Mon, 11/8/10, Armen Zulkarnain <[email protected]> wrote:


>From: Armen Zulkarnain <[email protected]>
>Subject: Bls: Bls: Bls: [...@ntau-net] IJP: Antara Mentawai dan Bavaria
>To: [email protected]
>Date: Monday, November 8, 2010, 7:15 AM
>
>
> 
>Maaf pak IJP yang baik, saya sungguh sangat tidak tertarik dengan politik. 
>Saya 
>jauh lebih tertarik pada kegiatan pencinta alam, relawan/rescue & pemberdayaan 
>masyarakat nagari. Saya kira bidang ini jauh dari glamour pentas politik dan 
>itu 
>memang pilihan hidup saya. 
>
>
>Soal reputasi saya hanya orang biasa & tidak punya apa-apa. Saya hanya 
>mengikuti 
>kegiatan organisasi mahasiswa dibimbing oleh mentor Jhoni S Mundung, pengurus 
>Walhi Riau. Saya kira kami berdua tidak memiliki apa-apa yang patut 
>dibanggakan, 
>salam ta'zim.
>
>
>wasalam
>
>
>AZ-32 th
>Padang      
>
>
>
________________________________
 Dari: Indra Jaya Piliang <[email protected]>
>Kepada: [email protected]
>Terkirim: Sen, 8 November, 2010 19:03:46
>Judul: Re: Bls: Bls: [...@ntau-net] IJP: Antara Mentawai dan Bavaria
>
>
>Oh, bagus. Observasi yang bagus. Silakan ditulis. Tulisan anda saja sudah 
>bagus 
>di sini, kenapa butuh bantuan saya? Itu membantu reputasi anda :)
> 
>IJP
>
>--- On Mon, 11/8/10, Armen Zulkarnain <[email protected]> wrote:
>
>
>>From: Armen Zulkarnain <[email protected]>
>>Subject: Bls: Bls: [...@ntau-net] IJP: Antara Mentawai dan Bavaria
>>To: [email protected]
>>Date: Monday, November 8, 2010, 6:47 AM
>>
>>
>> 
>>Menurut saya kalau ingin pak IJP ingin menulis, ada bahan yang jauh lebih 
>>bagus 
>>dari topik kepergian BA 1 ke Jerman, yaitu hotel khusus prostitusi di kota 
>>Padang yang kita kenal dengan ranah ABS SBK ini, kebetulan jaraknya tidak 
>>jauh 
>>hanya 115 meter & 250 meter dari pintu masuk gubernuran. 
>>
>>
>>Untuk observasi saya bisa traktir pak IJP ke hotel terakhir, sebab tarifnya 
>>tidak terlalu mahal, hanya Rp. 70.000,- Saya yakin ini progress yang sangat 
>>baik 
>>untuk pak IJP pada pemilu 2014 mendatang. Bagaimana? Kalau pak IJP takut 
>>dengan 
>>pengelolanya, saya kira bisa menemani pak IJP selama ekspos berita tentang 
>>hotel 
>>khusus prostitusi itu. salam ta'zim. 
>>
>>
>>wasalam
>>
>>
>>AZ - 32 th
>>Padang  
>>(yang saya maksud bulan madu adalah BA 1 & 2, saya kira bulan madu tentu bagi 
>>yang menikah secara politik)
>>
>>
>>
________________________________
 Dari: Indra Jaya Piliang <[email protected]>
>>Kepada: [email protected]
>>Terkirim: Sen, 8 November, 2010 18:14:48
>>Judul: Re: Bls: [...@ntau-net] IJP: Antara Mentawai dan Bavaria
>>
>>
>>Wa'alaikum salam
>> 
>>Saya dekat dg BA-1, BA-2, dan BA-BA yg lain. Emang kenapa? Saya nggak sedang 
>>bulan madu. Belum ada rencana.
>> 
>> 
>>Ada yang larang nulis ini di palanta? Itu kan permintaan2 yg sudah biasa 
>>bertahun2. Dan setahu saya tak ada hak moderator menutup atau membuka. Biasa 
>>saja.
>> 
>>IJP
>>
>>
>>--- On Mon, 11/8/10, Armen Zulkarnain <[email protected]> wrote:
>>
>>
>>>From: Armen Zulkarnain <[email protected]>
>>>Subject: Bls: [...@ntau-net] IJP: Antara Mentawai dan Bavaria
>>>To: [email protected]
>>>Date: Monday, November 8, 2010, 6:07 AM
>>>
>>>
>>> 
>>>Assalammualaikum wr wb
>>>
>>>
>>>Saya dengar pak Indra J Piliang dikenal dekat dengan BA 2, apakah bulan madu 
>>>sudah selesai? 
>>>
>>>
>>>wasalam
>>>
>>>
>>>AZ - 32 th
>>>Padang 
>>>(saya kira thread tentang BA 1 ke Jerman sudah berakhir di palanta ini)
>>>
>>>
>>>
________________________________
 Dari: Indra Jaya Piliang <[email protected]>
>>>Kepada: Lisi <[email protected]>; [email protected]
>>>Cc: [email protected]; [email protected]
>>>Terkirim: Sen, 8 November, 2010 16:19:06
>>>Judul: [...@ntau-net] IJP: Antara Mentawai dan Bavaria
>>>
>>>
>>>http://www.indrapiliang.com/2010/11/08/antara-mentawai-dan-bavaria/ 
>>> 
>>>Harian Haluan, 08 November 2010
>>>
>>>Antara Mentawai dan Bavaria
>>>Oleh
>>>Indra J Piliang
>>>
>>>Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional HKTI 2010-2015
>>> 
>>>Terkejut. Itu reaksi yang pertama muncul ketika mengetahui Gubernur Sumatera 
>>>Barat Irwan Prayitno berangkat ke Jerman pada hari ke-7 tsunami Mentawai. 
>>>Tidak 
>>>ada pemberitahuan sebelumnya. Pers baru menginformasikan setelah Gubernur 
>>>Irwan 
>>>berangkat atau malah sudah tiba di Jerman. 
>>>
>>> 
>>>Penulis sendiri tidak terlalu menyadari, ketika Lukman Alex (Ketua DPD PDI 
>>>Perjuangan Sumbar) menyampaikan lewat twitter tentang kepergian itu. Pesan 
>>>Alex 
>>>tidak begitu jelas, karena menyitir pertanyaan novelis Akmal Nasery Basral 
>>>tentang PDRI. Alex memplesetkan istilah PDRI itu dengan kabar keberangkatan 
>>>Gubernur Irwan ke Jerman. Baru siang harinya penulis paham, begitu informasi 
>>>kepergian itu menyebar di media online. 
>>>
>>> 
>>>Lalu, kabar-kabar itu semakin banyak, termasuk lewat media sosial seperti 
>>>twitter dan facebook. Tentu juga lewat mailing list dan blackberry 
>>>messanger. 
>>>Dalam waktu cepat, berita itu masuk ke dalam pemberitaan media massa 
>>>elektronik, 
>>>terutama televisi. Dan lalu berkembang terus ke media cetak. 
>>>
>>> 
>>>Gelombang kritikan begitu deras atas kepergian itu. Ironisnya, klarifikasi 
>>>justru datang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang merilis kronologis 
>>>dan 
>>>agenda Gubernur Irwan di Jerman. Herannya, rilis resmi dari Humas Pemda 
>>>Sumbar-pun tidak terbaca. Para menteripun ikut berbicara, mulai dari Menteri 
>>>Dalam Negeri sampai Menteri Sekretaris Kabinet. DPR menimpali. Yang belum 
>>>bicara: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
>>>Bavaria
>>>
>>>Kenapa cerita awal itu penting? Mengingat masalah kepergian Gubernur Irwan 
>>>ke 
>>>Jerman hadir dari proses, bukan tiba-tiba saja muncul dalam ranah kesadaran 
>>>publik. Seandainya tidak ada tsunami di Mentawai, mungkin orang-orang tak 
>>>akan 
>>>bertanya kemana gubernur pergi. Kepergian Gubernur Kaltim ke China, 
>>>misalnya, 
>>>diributin publik mengingat status sebagai tersangka kasus korupsi. Begitu 
>>>juga 
>>>orang-orang ribut dengan kepergian tersangka pelaku penyuapan anggota DPR RI 
>>>Nunun, istri Adang Dorodjatun, ketika berobat ke Singapura. 
>>>
>>> 
>>>Ketika membaca artikel ini, apakah kita tahu siapa saja kepala daerah yang 
>>>ada 
>>>di tempat? Ataukah siapa saja yang meninggalkan daerahnya, dengan alasan 
>>>dinas 
>>>luar? Kalaupun diributkan, tentu yang paling dilacak adalah yang pergi ke 
>>>luar 
>>>negeri. 
>>>
>>> 
>>>Mengapa luar negeri? Mengingat luar negeri selalu diasosiasikan sebagai 
>>>tempat 
>>>yang lebih baik dari Indonesia. Luar negeri menjadi semacam obat si tawar 
>>>dan si 
>>>dingin untuk masalah apapun di dalam negeri. Tak terkecuali juga sebagai 
>>>tempat 
>>>istirahat. Padahal, belum tentu luar negeri adalah segalanya. Timor Leste 
>>>dan 
>>>Papua Nugini juga masuk kategori luar negeri, namun sedikit pejabat yang ke 
>>>sana.
>>> 
>>>Sejauh yang kita tahu, masyarakat ribut dengan luar negeri itu di tengah 
>>>kontroversi menyangkut fasilitas yang dimiliki oleh penyelenggara negara. 
>>>Untuk 
>>>investasi, misalnya, terlalu mudah pejabat negara menebarkan umpan, di laut 
>>>yang 
>>>belum tentu ada ikannya. Dan hal ini sama saja dengan studi banding para 
>>>anggota 
>>>parlemen ke tempat yang belum tentu memberi makna akan kebijakan yang hendak 
>>>dilihat. 
>>>
>>> 
>>>Gubernur Irwan diundang oleh Duta Besar RI di Jerman. Bukan oleh investor. 
>>>Investor diundang oleh Pak Dubes di dalam acara seminar. Di sela presentasi 
>>>soal 
>>>potensi investasi di Sumbar kepada investor Jerman, Gubernur Irwan 
>>>dijadwalkan 
>>>bertemu dengan Gubernur Negara Bagian Bavaria. Daerah asal Adolf Hitler dan 
>>>disebut sebagai pusat aktivitas ras Arya dalam Perang Dunia Kedua itu 
>>>tentulah 
>>>menarik dijadikan sebagai sister city dengan Sumatera Barat. Nah, siapa yang 
>>>memberi tawaran sister city itu? Sumbar atau Bavaria? Apa gunanya?
>>> 
>>>Mentawai
>>>Sebetulnya, publik lebih terkejut dengan informasi tentang Mentawai. Kalau 
>>>dilacak pernyataan demi pernyataan Gubernur Irwan, pada Rabu (26 Oktober) 
>>>pagi 
>>>belum diketahui ada tsunami di Mentawai. Penulis masih ikut konvoi mobil 
>>>Gubernur Irwan dari lampu merah Kampung Apa, Pariaman, menuju Lubuk Basung. 
>>>Seiring dengan informasi lapangan, pernyataan itu mengalami perubahan. 
>>>
>>> 
>>>Ketika awal, gelombang protes sempat muncul tentang peringatan tsunami yang 
>>>dicabut oleh pejabat resmi. Mengingat gambar-gambar tsunami Mentawai semakin 
>>>banyak diketahui, protes itupun mengendap. Media lebih tertarik dengan 
>>>berita 
>>>mutakhir dari lapangan. Angka-angka kematian dirilis. Komunikasi yang semula 
>>>terhambat, mulai terang. Semua bergerak. Bukan hanya pemerintah, tetapi juga 
>>>masyarakat di seluruh Indonesia dan dunia. 
>>>
>>> 
>>>Lalu, mulailah fase tanggap darurat. Korban-korban didata. Sebagian 
>>>dievakuasi. 
>>>Para relawan berdatangan. Sebagian besar menjerit, mengingat sulitnya medan. 
>>>Sekalipun ada yang langsung naik kapal dari Tanjung Priok, Jakarta, 
>>>misalnya, 
>>>tetapi mereka mendarat di Sikakap. Segera, Sikakap dipenuhi relawan, 
>>>wartawan, 
>>>peneliti ataupun orang-orang yang memang menyukai situasi heboh dengan 
>>>resiko 
>>>besar. 
>>>
>>> 
>>>Alat-alat transportasi berseliweran. Informasi simpang-siur. Fungsi Gubernur 
>>>sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, terutama dalam tugas perbantuan, 
>>>langsung aktif. Dengan keadaan ini, gubernur adalah pelaksana dari 
>>>tugas-tugas 
>>>tanggap darurat. Pemerintah pusat tidak bisa langsung mengambil alih, 
>>>mengingat 
>>>pemerintah daerah masih aktif. Hal ini berbeda dengan tsunami Aceh, ketika 
>>>gubernurnya sedang menjalani hukuman di penjara. 
>>>
>>> 
>>>Lalu, tiba-tiba, belum seminggu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno berangkat ke 
>>>Jerman. Dengan sejumlah alasan, kemudian. Dengan beragam kontroversi, 
>>>kemudian. 
>>>Dengan waktu yang juga habis mempertentangkannya, kemudian. 
>>>
>>> 
>>>Apapun, kita patut berhenti sejenak. Kita fokus ke Mentawai. Lalu 
>>>bekas-bekas 
>>>bencana di Sumbar tahun lalu. Nanti, ketika keadaan sudah mulai nyaman, baru 
>>>kita bicara. Termasuk soal investasi. Dan juga, negeri Bavaria. Mari...  
>>>
>>> 
>>>-- 
>>> 
>>  


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke