Asslamu'alaikum wr wb
Kalau Armen satuju, ambo indak satuju jo konsep BUMN ko dalam bentuk PT
(Perseroan Terbatas), ambo satuju kalau BUMN tu bantuaknyo koperasi. Alasan
ambo:
1. Sabab kito bisa caliak contoh BUMN/D (Badan Usaha Milik
Negara/Daerah) sajo
nan hampia sadonyo babantuak PT, masih banyak nan alun balabo, malahan untuak
maurusinyo tapaso di bantuak departmen .. Kementrian BUMN .. bagai, indak juo
manggarik nyo doh.
2. Perda Nagari, indak manyuruah BUMN tu bantuak nyo perseroan terbatas.
3. PT Babeda jo Koperasi. PT (istilahnyo impersonal financial basis),
yaitu hak
suaro sangaik bapangaruah bilo inyo mananam modal (Share) nan gadang walapun
perannyo dalam operasioanl PT indak banyak (karano bisa dikendalikannyo dari
jarak jauah. Sadangkan Koperasi (istilahnyo personal and participatory basis),
gadang keteknyo modal (iuran) indak bapangaruah kapado suaronyo dan manfaat nan
diapeknyo. Nan bapanguah adolah faktor keaktifan sacaro langsuanglah dari
anggota tsb.
4. Tujuan pengelolaan kekayaan nagari tu adolah untuak kemaslahatan
nagari dan
anak nagari. Jadi Koperasi nan tapek. Kalau PT Sharenyo bisa dijua ka urang
lain.
5. dll.Sakian dulu.
Dedi N
________________________________
From: Armen Zulkarnain <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tue, November 9, 2010 2:24:01 PM
Subject: Bls: [...@ntau-net] BADAN USAHA MILIK NAGARI (BUMN)
Assalamualiakum wr wb
Pak Zorion Anas sarato angku, mamak, bundo, jo dunsanak sapalanta RN nan ambo
hormati,
Saya sangat setuju dengan ide tersebut, sebab kata kunci yang disebut dengan
investor adalah urang awak juo. Bagaimana kalau pemilik saham tidak terbatas
pada anak nagari saja (yang dikampung & diperantauan) namun bisa juga dunsanak
yang berasal dari nagari lain sehingga bisa lebih mudah mencari investor.
Saya menawarkan potensi pariwisata yang ada di kec. Danau Kembar (nagari
Simpang
Tanjuang Nan Tujuh, Kampuang Baru Dalam) & kec. Lembah Gumanti (Nagari Alahan
Panjang, Sungai Nanam, Salimpat, Aia Dingin) kabupaten Solok. Mengapa lokasi
ini
saya tawarkan, sebab potensinya dikawasan ini cukup banyak, antara lain adalah :
- 2 Danau (Danau Diateh & Danau Dibawah) yang cukup luas areanya, bisa
dikembangkan pariwisatanya
- 1 Danau Vulkanik (Danau Talang)
- 1 Gunung Vulkanik (Gunung Talang) yang masih aktif
- iklim wilayah setempat yang sejuk & bersih (daerah dikenal sebagai kota
tertinggi di Sumatera Barat - 1800 meter dpl)
- Agrowisata, seperti perkebunan teh, holtikultura & pekebunan buah markisa.
- Kota terdekat dengan wilayah kabupaten Solok Selatan, yang memiliki potensi
wisata yang cukup banyak seperti Arung Jeram,
- dll (silahkan ditambah)
Pengalaman saya selama menjadi personal guide, tidak ada wisman yang saya
organizer kunjungannya ke Sumatera Barat tertarik pada "Destination Tourism"
dalam persepsi kita, seperti Jam Gadang, Panorama Ngarai Sianok & Lubang
Japang,
Water Boom. Mereka lebih tertarik pada kehidupan nagari-nagari yang alami,
kondisi alam yang alami pula serta satwa yang ada (misalnya seperti kupu-kupu
yang terbang bebas). Untuk sebagian kecil, cukup tertarik pada Culture Tourism
seperti Istano Basa Pagaruyuang & Minang Village. Bahkan mereka lebih antusias
apabila bisa berkunjung ke pemukiman penduduk di nagari & melihat dari dekat
kehidupan masyarakat nagari, seperti pekerjaan mengolah sawah (mambajak sawah
jo
kabau), mamanen karambia jo baruak, kincir air kayu untuk irigasi dan lain
sebagainya.
Yang menjadi hal menarik adalah, bagaimana rumusan pembagian hasil usaha,
antara
Badan Usaha Milik Nagari (BUMN) dengan para investornya. Saya kira perlu kajian
mendalam dari pakar ekonomi kita tentang hal itu. Sehingga bisa dicapai sebuah
kesepakatan antara investor dengan BUMN yang dibentuk dari lembaga-lembaga
pemerintahan nagari yang ada (sebab keuntungan pengelolaan pariwisata yang
menjadi hak BUMN akan masuk pada kas Nagari setempat), sehingga investornya
senang dapat untung, masyarakat nagari juga senang dapat untung pula. Dengan
begitu lembaga yang ada di nagari bisa sato sakaki sehingga aturan-aturan yang
ada sesuai dengan kultur & agama Islam yang diberlaku di masyarakat setempat.
Saya kira BUMN sebagai pemilik & pengelola pariwisata tentunya memerlukan
pelatihan-pelatihan, baik kemampuan teknis manejerial, bahasa, operasional
teknis mengelola pariwisata, dan lain sebagainya. Hal ini butuh pendampingan
khusus dari NGO pariwisata yang ada (mungkin MAPPAS bisa menggagas hal ini).
Kebetulan saya memiliki teman seorang senior pencinta alam dari Wanadri yang
juga urang awak. Saya kira beliau bisa membantu mengajarkan pada pemuda nagari
bagaimana teknis menjadi pemandu wisata alam bebas seperti tracking, pendakian
gunung dan sebagainya.
wasalam
AZ 32/lk/Padang
(kalau ada NGO yang mendampingi masyarakat nagari mengelola pariwsatanya, saya
sangat ingin bergabung, sehingga masyarakat nagari bisa mengelola pariwisatanya
sendiri & berbagai hasil keuntungan bisnis dengan investornya)
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.