Uda Asmardi, Pak Saaf, dan Dunsanak Sadonyo.
Ambo bukan ahli hukum. Tapi kalau nan ambo baco dari berbagai referensi, "Pembuktian Terbalik" itu tidak hanya sekedar: "Ayo, ini harta Anda dari mana sumbernya?" Apakah kalau seorang tersangka (tersangka, bukan setiap orang) tidak dapat membuktikan sumber kekayaannya dia langsung dianggap korupsi? Atau sebaliknya, apakah kalau seorang bisa memberikan bukti bahwa hartanya 100% diperoleh dari sumber yang sah, sedangkan di sisi lain ada kerugian negara, dia menjadi tidak korupsi? Nah, dek ambo bukan ahli hukum, ambo Cuma bisa sampai ka pandapek: Pembuktian terbalik iko bisa menjadi cara yang ampuh (tapi tidak satu2nya). Ambo ndak punyo kapabilitas untuak berpendapat bahwa "pembuktian terbalik ini harus dilaksanakan". Yang ambo tau, iko ndak sederhana. Mungkin sebelum dilanjutkan dengan suatu tindakan yang lebih dari sekedar diskusi, ada baiknya dicigok2 berbagai referensi tentang Pembuktian Terbalik ko. Di internet banyak sekali tulisan tentang iko, baik dari kalangan praktisi hukum, maupun dari kalangan perguruan tinggi. Riri 48/L/bekasi From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Asmardi Arbi Sent: Saturday, November 13, 2010 9:30 AM To: [email protected] Subject: Re: Pembuktian terbalik - Re: [...@ntau-net] TII: Indeks PersepsiKorupsikota-kota di Indonesia Assalamu'alaikum wr.wb. Sanak Riri jo sanak sapalanta, Ambo sangaik satuju solusi Pembuktian Terbalik sabagai upaya yang cukup ampuh dalam membrantas tuntas bahaya laten korupsi di Republik tercinta ini. KKN labiah babahayo dari bahayo laten PKI ataupun teroris. 30 tahun cukuik lamo sabagai wacana Pembuktian Terbalikko. Malu awak jo Obama nan ikuik pulo mandorong pambrantasan korupsiko. Ambo sapandapek jo uda Syaaf baa kalau kito mamprakarsai pengumpulan tando tangan mandukuang wacana Pembuktian Terbalik melalaui Face Book, Jajak Pendapat dlsb. Kalau dapek ba jutaan tando tangan tantu akan manjadi kehendak dari seluruh rakyat/ samacam referendum dan manjadi pressure nan harus segera diwujudkan oleh pihak2 nan berwenang /terkait, Kalau negara lain bisa manga awak indak? Wassalam , Asmardi Arbi (69+, Kampai, Tangsel ) From: Riri <mailto:[email protected]> Chaidir Sent: Saturday, November 13, 2010 1:54 AM To: [email protected] Subject: Re: Pembuktian terbalik - Re: [...@ntau-net] TII: Indeks PersepsiKorupsikota-kota di Indonesia Pak Saaf, mbo ndak tau apakah suatu LSM tertentu memusatkan perhatian terhadap pembuktian terbalik itu. Yang ambo pernah baco, J E Sahetapy pernah mengatakan wacana ini sudah ada sejak 30 tahunan yang lalu di kalangan Fakultas Hukum. Ambo bukan ahli hukum. Kalau dikatokan bahwa ini berpotensi menjadi alat ampuh untuk pemberantasan korupsi ambo setuju. Tapi mungkin prakteknya tidak sederhana, Kalau dari ambo pribadi, ambo bapandapek, pembuktian terbalik perlu sebagai lex spesialis dalam kasus korupsi, tapi tidak menjadi "pembuktian biasa" tetap harus dilakukan. Kalau tidak dilakukan dari kedua sisi, bagaimana misalnya seseorang bisa membuktikan bahwa hartanya "bersih", apakah itu artinya dugaan korupsi jadi hilang? Riri 48/L/bekasi kampanye sejuta pendukung pembuktian tabaliak ko di FaceBook, ditambah petisi ka Presiden dan DPR RI supayo pembuktian tabaliak ko jadi hukum acara pidana khusus utk kasus korupsi ? Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita. . -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
