Rabu, 24 November 2010
GUBERNUR DAN KAPOLDA KOORDINASI SOAL TEROR GEMPA
Penyebar SMS akan Ditangkap

PADANG - Singgalang 
Gubernur Irwan Prayitno meminta jajaran Polda Sumbar untuk menangkap
penyebar short message service (SMS) teror yang mengatakan akan terjadi
gempa besar dalam waktu dekat. Polisi siap bergerak, operator selular
terbesar, Telkomsel, sesuai prosedur, siap membantu, demi kemaslahatan orang
banyak.

"Saya telah hubungi Kapolda dan meminta menangkap penyebar pesan singkat
yang meresahkan masyarakat," kata Irwan, kepada wartawan di kantor gubernur,
Selasa (23/11). 

Masyarakat diingatkan, jangan meneruskan kepada siapa pun, kecuali kepada
pihak kepolisian, jika menerima SMS isu gempa. Jika diteruskan ke pihak
lain, jangan-jangan polisi mulai melacak dari nomor Anda. 
Pemerintah dalam setiap tindakan resmi, tidak memakai media SMS, melainkan
surat. Jika Anda diyakinkan dengan "Ini rahasia, tidak boleh diberitakan
pers," maka itu namanya bohong di atas bohong. 

Diakui Sumbar memang rawan bencana, masyarakat diminta waspada dengan
berbagai kemungkinan yang terjadi. Bagi penebar SMS yang meresahkan tersebut
diminta untuk tidak lagi menyebarkan pertakut, yang menyatakan gempa akan
terjadi dalam waktu dekat.

"Gempa itu urusan Tuhan, kita sebagai manusia tentu harus waspada dan tetap
berusaha menghindar ketika bencana itu terjadi. Pemerintah juga sudah
mempersiapkan berbagai sarana, seperti lokasi evakuasi, seperti
shelter-shelter," terang Irwan.

Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Sumbar, AKBP AB Kawedar kepada
Singgalang mengatakan, penebar SMS pertakut yang mengatakan akan terjadi
gempa besar dalam waktu dekat, di Padang, Painan, Pariaman dan sekitarnya,
saat ini dalam pengintaian dan pengejaran aparat kepolisian. 
"Gempa tidak bisa diramal, kapan terjadinya dan berapa kekuatannya.
Perbuatan orang penebar SMS itu telah meresahkan masyarakat. Orang itu
sedang diintai dan diselidiki oleh aparat kepolisian. Jika telah menemukan
titik terang, pelaku akan dikejar dan ditangkap," kata Kawedar.

Dalam melaksanakan tugas tersebut, pihaknya membutuhkan bantuan masyarakat,
terutama dari pihak operator seluler. Sebab semua nomor telepon yang keluar
masuk tercatat di operator seluler tersebut. Polisi segera bekerjasama
dengan operator selular.
Selain itu, pimpinan Polda Sumbar juga meminta pada masyarakat agar tidak
mempercayai SMS yang tidak jelas sumbernya. "Itu SMS gelap, jangan begitu
percaya, sebab gempa tidak bisa diramal. Itu kekuasaan Tuhan," kata dia.

Lain persoalannya, jika kabar tersebut tertulis dan jelas sumbernya, seperti
dikeluarkan pemerintah, barulah bisa dipercayai. Kendati begitu, Kawedar
juga mengimbau masyarakat Sumbar agar tetap waspada, sebab bencana tersebut
bisa saja terjadi. 

Di Padang terdapat beberapa bangunan yang bisa dijadikan tempat evakuasi
bagi masyarakat ketika gempa dan tsunami terjadi. Seperti gedung SMAN 1
Padang yang terletak di kawasan Belanti Lolong, gedung escape building yang
ada di kawasan kantor gubernur juga disiapkan untuk menampung masyarakat
ketika tsunami terjadi. 

Selain itu, ada lagi gedung masjid Raya Sumbar yang tahapan pembangunannya
sekarang mencapai 40 persen. Masing-masing gedung tersebut dirancang tahan
gempa berkekuatan besar. 

Itu teror
Basuni, Manager Network Operation Telkomsel Padang, di tempat terpisah
mengatakan Telkomsel sebagai salah satu operator telekomunikasi mengharapkan
agar warga Sumbar tidak termakan oleh isu SMS isu gempa yang sering beredar.
Sebab, aksi teror seperti itu hanya dilakukan oleh orang bodoh dan orang
yang mempercayainya juga bisa dikatakan sebagai orang bodoh. 
"Sangat menyayangkan SMS teror gempa dan tsunami yang beredar di tengah
masyarakat saat ini tapi diharapkan masyarakat tidak terpengaruh", kata
Basuni. 
"Telkomsel segera mengadakan kerjasama dengan pihak yang terkait seperti
pemerintah atau aparat kepolisian untuk mendidik warga Sumbar agar tidak
termakan isu murahan seperti itu," jelas Basuni. 
Basuni melanjutkan, Telkomsel tidak bisa disalahkan atau dikaitkan dengan
adanya tindakan bodoh seperti ini, sebab pada kenyataannya Telkomsel hanya
sebagai mediasi penghubung komunikasi antar warga.
"Kami hanya operator komunikasi yang menyediakan fasilitas untuk warga
saling berkomunikasi", aku Basuni.

Tindakan yang bisa diambil oleh Telkomsel adalah ketika adanya pengaduan
yang bersifat formal, benar dan jelas adanya, baru bisa ditindaklanjuti
Telkomsel, baik di daerah hingga ke pusat. 
Menurutnya, hal ini sama saja dengan kejadian SMS penipuan yang
mengatasnamakan Telkomsel. 
"Kami tidak bisa memblokir nomor pemberi teror yang berlabelkan Telkomsel
seenaknya, harus ada pengakuan terlebih dahulu yang didukung oleh peran
aparat berwajib", kata Basuni.
"Kami menjual barang dan mereka membeli, jadi selama tidak ada pengaduan
yang sifatnya resmi Telkomsel tidak bisa mengambil tindakan", tegas Basuni. 

Dengan begitu, Basuni berharap, dalam waktu dekat Telkomsel bisa mengadakan
kegiatan penyuluhan kepada warga tentang tindakan yang harus dilakukan
ketika mendapatkan SMS teror seperti itu.

Diedarkan pula
Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Akmal marah karena perangai segelintir
orang yang menyebarkan resume rencana aksi dinas tersebut.
"Kenapa pula itu diedarkan, risau saya dibuatnya," kata dia, kemarin.
Dishub mengadakan rapat dengan sejumlah pihak, membicarakan Bandara
Internasional Minangkabau (BIM) jika terjadi gempa. "Jika terjadi, kalau tak
terjadi resume rapat itu tak berguna," kata dia. Resume rapat itu dibuat 13
November lalu. 

Sama halnya dengan setiap orang punya rencana, punya rencana. Dishub
membuata ancang-ancang, jika gempa terjadi, di dekat BIM laut kalau bisa
didinding. Kira-kira kalau gempa atau tsunami, terminal hancur atau tidak?
Dugaannya tidak. Kalau bandara terganggu lantas dimana pesawat mendarat?
Bisa di By Pass.
Hal-hal semacam itu, tapi oleh orang salingkane disebarkan, seolah-olah
gempa dahsyat akan terjadi. Orang semacam ini, juga harus ditangkap, karena
meresahkan. 

Tsunami kit
Kalau untuk seminar ada namanya seminar kit, yaitu sebuah tas berisi
makalah, pena, notes, tali gantungan ID card dan lainnya. Di Jepang ada
ransel siaga bencana. Isinya, obat-obatan, kue, air mineral, baju ganti dan
jaket.

Di Sumbar, pemerintah perlu membantu warga tidak mampu di zona merah
pengadaan "ransel siaga bencana kit". Isinya, ya itu tadi, segenap kebutuhan
yang diperlukan waktu lari saat evakuasi.
Biar terang isinya, obat-obatan, mie instan, kue, obat-obatan, air mineral
untuk dua hari. Kemudian kain sarung, baju ganti, perlengkapan bayi dan
senter atau korek api. Bahkan bisa juga pelampung dan tenda kecil.

Bagi yang mampu beli sendiri. Kalau bisa di rumah, tiap anggota keluarga
punya satu ransel semacam itu. 
(106/107/putri)

http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=2031

Salam
Fend
34M-Cikasel

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke