Harimau Sumatera yang Terperangkap Ditembak Bius
 
Painan (ANTARA) - Harimau sumatra yang masuk perangkap warga di hutan Bukit
Tambang Koto Pulai, Nagari Kambang Timur, Kecamatan Lengayang, Kabupaten
Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat ditembak bius untuk
diobservasi pada kebun binatang Kota Sawahlunto, Rabu. 
"Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) termasuk hewan yang dilindungi.
Karena itu, usai di observasi oleh petugas dari Balai KSDA (Konservasi
Sumber Daya Alam) Sumbar, akan dikembalikan ke habitatnya di Taman Nasional
Kerinci Seblat (TNKS)" kata Kapolsek Lengayang Iptu Alwi Askar. 

Harimau tersebut katanya, baru berumur dua tahun dengan panjang badan 2,40
meter dan panjang taring 2,5 Cm. Kondisinya sebelum ditembak bius telah
sedikit lemah. 

Terkait kronologis kejadian, Alwi Askar menjelaskan, pihaknya mendapat
informasi dari warga pada hari Selasa (23/11), seekor harimau masuk
perangkap di ladang milik Dian (45) hari Senin (22/11). Perangkap tersebut
dipasang Diris (50) untuk menangkap beruk pengganggu tanaman petani. 

Petugas kepolisian bersama pihak Balai KSDA Sumbar datang ke lokasi untuk
menyelamatkan anak harimau tersebut. Namun tembakan bius yang dilepaskan
berkali-kali dari jarak jauh selalu meleset hingga peluru habis. "Penembakan
dengan bius harus hati-hati agar harimau bisa selamat," ujarnya. 

Petugas dari Balai KSDA terpaksa ke Kota Padang untuk menjemput persediaan
peluru bius. Barulah upaya ini berhasil setelah penembakan dilakukan dari
jarak dua meter oleh petugas KSDA di bawah koordinasi dokter hewan (drh)
Wisnu. 
"Saya menurunkan delapan petugas kepolsian untuk menjaga kala-kalau harimau
ini lepas dan mengamuk. Selain itu, juga sebagai antisipasi datangnya
kawanan harimau lainnya," kata Alwi Askar. 

Terkait kejadian ini, dia mengatakan telah mengingatkan warga setempat
jangan ke ladang dalam satu bulan ini. Setelah satu bulan, jika ke ladang,
minimal harus berdua dan jangan ke ladang di atas pukul 17.00 WIB. 
"Ada dua harimau dewasa yang sering mendekati anaknya saat terperangkap,"
katanya. 

Dikelilingi Tujuh Harimau 

Yon Nasrisal (30), warga Bukit Tambang Koto Pulai mengatakan, dia bersama
rekan-rekannya mengatakan melihat ada tujuh harimau dewasa mendekat ke anak
harimau yang terperangkap. 
"Malam hari ada tujuh ekor yang datang, tapi siangnya dua ekor," katanya. 

Lelaki ini mengakui, para petani di daerah itu was-was ke ladang saat ini.
Sebab kayanya, bukan tidak mungkin harimau-harimau dewasa akan berkeliaran
mencari anaknya yang hilang. (non/A/wij)

http://www.antara-sumbar.com/id/berita/kab-pesisir-selatan/d/15/137758/harim
au-sumatera-yang-terperangkap-ditembak-bius.html

Fend
34M-Cikasel


-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Nofend Marola
Sent: Wednesday, November 24, 2010 2:09 PM
To: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] Tujuh Harimau Sumatera Kelilingi Harimau Yang Terjerat

Kab. Pesisir Selatan | Rabu, 24/11/2010 13:57 WIB

Paianan (ANTARA) - Tujuh harimau sumatera mengelilingi satu ekor harimau
yang terjerat, Rabu (24/11) di hutan Kampung Koto Kandis, Nagari Kambang
Timur, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). 


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke