Syukurc alhamdulillah, ambo basuo jo pak Gub Sumbar ko di pakanbaru wakatu acara IKMR babarapo bulan lewaik, baliau biaso-biaso sajo, ndak paralu di baliau pangkaikko untuka disombongkan doh, ndak ado kesan jaim di baliau doh. Smg baliau makin sukses, amiin salam, Elthaf
2010/12/15 Afda Rizki <[email protected]> > http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=2466 > > > Gubernur Duduk di Kelas Ekonomi > Pesawat Garuda GA 162 dari Padang, mendarat mulus di Bandara Soekarno > Hatta, Senin (13/12). Saya dan istri ada di pesawat yang sama. Kami yang > duduk di bagian ekonomi, tak tahu persis siapa saja gerangan yang duduk di > kelas eksekutif. > Perjalanan 90 menit setelah selesai, kami harus bergegas untuk urusan > masing-masing. Di antara yang bergegas itu, ada Gubernur Sumbar, Prof. Irwan > Prayitno. > Para penumpang kelas eksekutif dijemput dengan mobil khusus, namun karena > Irwan duduk di kelas ekonomi, maka naik buslah ia bersama-sama kami. > Bergelantungan. Apa adanya. > Menurut saya ada gubernur di Indonesia yang duduk di kelas ekonomi dalam > sebuah penerbangan adalah istimewa. Mungkin bagi orang lain tidak. Kabarnya > Gamawan Fauzi juga begitu ketika ia jadi gubernur. Pemilik Singgalang, > Basril Djabar, juga begitu, meski ia sudah jadi komisaris PT Semen Padang. > Gubernur Irwan terlihat oleh istri saya melangkah ke ruang ekonomi. Di sini > rakyat badarai memilih tempat duduk, sesuai kemampuan keuangan > masing-masing. Tidak seorang pun di antara kami yang akan berkecil hati, > jika Irwan Prayitno, duduk di eksekutif, sebab ia gubernur. Kami bangga > kalau gubernur duduk di kursi yang nyaman. > Namun saya tak percaya, kenapa ia melangkah ke ruang rakyat ini. Saya dan > istri duduk di kursi 5 AB, Gubernur Irwan justru lebih ke belakang lagi, 12 > C. Kami berbasa-basi sejenak, lantas Irwan meluncur ke belakang, tenggelam > di kursinya. > Saya sudah lama juga hidup, sering naik pesawat bersama banyak orang dari > pejabat tinggi hingga orang biasa. Bagi saya ada gubernur rendah hati > seperti ini, menjadi obat. Ia tak berjarak dengan rakyat. Ia tampil apa > adanya. > Begitulah ketika Garuda mendarat di Cengkareng, kami tak bisa pakai pintu > garbarata, sehingga harus dijemput pakai bus besar. Semua penumpang kelas > ekonomi naik ke sana. Juga Gubernur Sumbar. > Bersama kami, ia berdesak-desakan dan bergelentungan. Bagi saya ini memang > luar biasa, ketika para pejabat kita merasa risih duduk di kelas ekonomi. > Bagi saya ini juga sebuah keteladanan, ketika di banyak bandara, ada lahan > parkir khusus untuk pejabat, persis di mulut pintu kedatangan. > Naik train > Jika di Indonesia, para menteri, kepala daerah menggunakan jasa > transportasi umum dapat dinilai sebagai hal yang luar biasa. Tidak demikian > halnya di negara-negara maju di Eropa, seperti Belanda, Inggris dan Jerman. > Dalam keseharian, belakangan ini, pemandangan seperti itu di negara-negara > yang disebutkan tadi bukanlah pemandangan yang aneh. Bahkan, mereka > menggunakan transportasi umum tanpa pengawalan. > Di Eropa sana, menteri, gubernur maupun walikota sudah terbiasa naik train, > bus. Sedangkan mobil dinas mereka diperlukan sewaktu-waktu untuk mengangkut > dokumen-dokumen sang mentri maupun kepala daerah. > Menurut Willy Laurens, 61, pengusaha nasional Belanda, yang merupakan indo > Belanda Depok, belakangan ini pemerintah setempat menganjurkan para menteri > untuk menggunakan transportasi umum, hal itu dilakukan untuk mengurangi > defisit anggaran. Belanda tahun ini mengalami defisit anggaran untuk bidang > militer. Sedangkan Jerman dan Inggris melakukan pengurangan defisit anggaran > hingga 40 persen untuk periode 2010-2014, sebagai bagian dari upaya > konsolidasi fiskal. > (Taufiq Ismail seperti dituturkan > pada susilo abadi piliang) > > -- > Afda Rizki > > .:: Think Green ! Save the Planet ! ::. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E> > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
