Nde baruntuang rasonyo Sumbar mandapek Gubernur co Pak IP ko. Nampaknyo sabana mambumi. Namun ado tanyo ciek sanak sa Palanta tarutamo nan punyo akses ka baliau ko,
"Apolah dampak kasaderhanaan baliau ko bagi rakyaik badarai co awak nan tingga di SB ko?" Evo Morales katiko kampanye presiden di Bolivia mangatokan, "Kalau saya menjadi Presiden Bolivia potong gaji saya 50%." Evo manang! Hanya dalam tempo sataun potongan gajinyo jo jajarannyo bisa mambuek 2.000 (ya dua ribu) sekolah. Salam, OTF to Kandang Singo ZulTan, L, 50, Bogor -----Original Message----- From: Elthaf Hidjaz <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 17 Dec 2010 00:38:58 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [...@ntau-net] Bila Gubernur di Kelas Ekonomi Syukurc alhamdulillah, ambo basuo jo pak Gub Sumbar ko di pakanbaru wakatu acara IKMR babarapo bulan lewaik, baliau biaso-biaso sajo, ndak paralu di baliau pangkaikko untuka disombongkan doh, ndak ado kesan jaim di baliau doh. Smg baliau makin sukses, amiin salam, Elthaf 2010/12/15 Afda Rizki <[email protected]> > http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=2466 > > > Gubernur Duduk di Kelas Ekonomi > Pesawat Garuda GA 162 dari Padang, mendarat mulus di Bandara Soekarno > Hatta, Senin (13/12). Saya dan istri ada di pesawat yang sama. Kami yang > duduk di bagian ekonomi, tak tahu persis siapa saja gerangan yang duduk di > kelas eksekutif. > Perjalanan 90 menit setelah selesai, kami harus bergegas untuk urusan > masing-masing. Di antara yang bergegas itu, ada Gubernur Sumbar, Prof. Irwan > Prayitno. > Para penumpang kelas eksekutif dijemput dengan mobil khusus, namun karena > Irwan duduk di kelas ekonomi, maka naik buslah ia bersama-sama kami. > Bergelantungan. Apa adanya. > Menurut saya ada gubernur di Indonesia yang duduk di kelas ekonomi dalam > sebuah penerbangan adalah istimewa. Mungkin bagi orang lain tidak. Kabarnya > Gamawan Fauzi juga begitu ketika ia jadi gubernur. Pemilik Singgalang, > Basril Djabar, juga begitu, meski ia sudah jadi komisaris PT Semen Padang. > Gubernur Irwan terlihat oleh istri saya melangkah ke ruang ekonomi. Di sini > rakyat badarai memilih tempat duduk, sesuai kemampuan keuangan > masing-masing. Tidak seorang pun di antara kami yang akan berkecil hati, > jika Irwan Prayitno, duduk di eksekutif, sebab ia gubernur. Kami bangga > kalau gubernur duduk di kursi yang nyaman. > Namun saya tak percaya, kenapa ia melangkah ke ruang rakyat ini. Saya dan > istri duduk di kursi 5 AB, Gubernur Irwan justru lebih ke belakang lagi, 12 > C. Kami berbasa-basi sejenak, lantas Irwan meluncur ke belakang, tenggelam > di kursinya. > Saya sudah lama juga hidup, sering naik pesawat bersama banyak orang dari > pejabat tinggi hingga orang biasa. Bagi saya ada gubernur rendah hati > seperti ini, menjadi obat. Ia tak berjarak dengan rakyat. Ia tampil apa > adanya. > Begitulah ketika Garuda mendarat di Cengkareng, kami tak bisa pakai pintu > garbarata, sehingga harus dijemput pakai bus besar. Semua penumpang kelas > ekonomi naik ke sana. Juga Gubernur Sumbar. > Bersama kami, ia berdesak-desakan dan bergelentungan. Bagi saya ini memang > luar biasa, ketika para pejabat kita merasa risih duduk di kelas ekonomi. > Bagi saya ini juga sebuah keteladanan, ketika di banyak bandara, ada lahan > parkir khusus untuk pejabat, persis di mulut pintu kedatangan. > Naik train > Jika di Indonesia, para menteri, kepala daerah menggunakan jasa > transportasi umum dapat dinilai sebagai hal yang luar biasa. Tidak demikian > halnya di negara-negara maju di Eropa, seperti Belanda, Inggris dan Jerman. > Dalam keseharian, belakangan ini, pemandangan seperti itu di negara-negara > yang disebutkan tadi bukanlah pemandangan yang aneh. Bahkan, mereka > menggunakan transportasi umum tanpa pengawalan. > Di Eropa sana, menteri, gubernur maupun walikota sudah terbiasa naik train, > bus. Sedangkan mobil dinas mereka diperlukan sewaktu-waktu untuk mengangkut > dokumen-dokumen sang mentri maupun kepala daerah. > Menurut Willy Laurens, 61, pengusaha nasional Belanda, yang merupakan indo > Belanda Depok, belakangan ini pemerintah setempat menganjurkan para menteri > untuk menggunakan transportasi umum, hal itu dilakukan untuk mengurangi > defisit anggaran. Belanda tahun ini mengalami defisit anggaran untuk bidang > militer. Sedangkan Jerman dan Inggris melakukan pengurangan defisit anggaran > hingga 40 persen untuk periode 2010-2014, sebagai bagian dari upaya > konsolidasi fiskal. > (Taufiq Ismail seperti dituturkan > pada susilo abadi piliang) > > -- > Afda Rizki > > .:: Think Green ! Save the Planet ! ::. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E> > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
