Ass.ww.sanak di palanta,
Tumbuhan adalah kelompok makhluk hidup yang menainkan peranan penting dalam menunjang kehidupan dipermukaan bumi ini. misalnya saja berjenis-jenis tumbuhan telah digunakan oleh masyarakat sebagai bahan pangan, sandang, papan serta obat-obatan. Beberapa kelompok masyarakat adat seperti kubu dan sakai di Sumatra, suku wana di Sulawesi, atau masyarakat Jawa telah lama menggunakan tumbuhan sebagai obat tradsional. Pengalaman empiris yang dimiliki oleh masyarakat ini mempunyai informasi yang bernilai untuk dikembangkan dalam pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional khususnya informasi terhadap spesies/jenis yang mempunyai efek sebagai obat (“traditional medicinal effect”) yang merupakan informasi dasar yang dapat dikembangkan dikembangkan atau diuji secara ilmiah (Scientific research) dengan menggunakan teknik modern. Beberapa jenis tumbuhan yang telah diketahui potensinya sebagai obat tradisional adalah ; pasak bumi (Eurycoma longifolia) obat kuat, tabat barito (Ficus deltoidea) sari rapet perempuan, sintok (Cinnamomum sintoc), masoi (Criptopcarya massoy), pule pandak (Reuvolvia serpentine), pulesari (Alyxia reinwardtii), sindora (Sindora sumatrana), kedawung (Parkia roxburgii), akar kuning (Arcangalesia flava) obat sakit kuning , tempuyung wangi (Zingiber aromaticum), sambiloto (Andrographis paniculata), kumis kucing (Orthosipon aristatus), tempuyung (Sonchus arvensis) dan lain-lain. Heyne (1950) telah mengidentifikasi sebanyak 1040 jenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat/jamu di Indonesia, yang sebagian besar merupakan tumbuhan berbunga (flowering plant). Kebanyakan tumbuhan yang digunakan sebagai bahan dasar jamu sudah banyak dibudidayakan akan tetapi beberapa bahan baku masih tetap dipanen dari alam. Dalam penggunaan obat secara modern telah diketahui bahwa salah satu dari tipe obat yang ditulis dokter seperti antikangker, antibiotic, transquilizer, gangguan pencernaan, dan kontrasepsi kebanyakan berasal dari tumbuhan liar di hutan tropik dengan nilai total mencapai US 15 bilion pertahun. Akhir-akhir ini tendensi masyarakat di dunia untuk menggunakan obat dengan bahan dasar dari alam mengalami peningkatan karena hal ini disebabkan penggunaan bahan alam ini lebih sangat murah sedangkan obat harganya mahal serta kadang-kadang memiliki "side effect". Kekayaan hutan tropis Indonesia dengan berbagai jenis tumbuhan merupakan harapan kita untuk digali dan diteliti potensi pemanfaatan terutama sebagai sumber bahan obat baru untuk mengobati berbagai jenis penyakit "modern" seperti kanker, AIDS, jantung koroner yang merupakan penyakit yang memerlukan biaya mahal untuk pengobatannya. Sebagai informasi tambahan, bagi dunsanak yang memiliki informasi tentang manfaat berbagai jenis Tumbuhan terutama sebagai obat tradisional boleh cari buku sbb : 1. Plant Resources of South -East Asia 12. Edition: Medicinal and Poisonous plants , jilid 1, 2 dan 3., karangan I.S. de Padua, N. Bunyapraphatsara dan R.H.M.J. Lemmens (editors). Publisher: PROSEA Herbarium Bogoriense LIPI Bogor. 2. Tumbuhan Berguna Indonesia . Jilid 1,2,3 dan 4. Karangan : Heyne. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Departemen Kehutanan. Masing jilid kedua jenis buku tersebut tebalnya kira-kira 7-10 cm. Banyak informasi bermanfaat. Wassalam, Ramadhanil Pitopang Palu- 47 tahun --- Pada Sab, 8/1/11, andi ko <[email protected]> menulis: Dari: andi ko <[email protected]> Judul: Re: [...@ntau-net] Obat obatan Tradisional zaman saisuak Kepada: [email protected] Tanggal: Sabtu, 8 Januari, 2011, 8:23 PM Kuciang-kuciang ubek sakik kuniang andiko Pada 8 Januari 2011 20.01, <[email protected]> menulis: Kalau kutu rambuik dikapalo untuak ubek hepatitis Banamkan kutu ka dalam pisang... Telan sajo...Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSATFrom: andi ko <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 8 Jan 2011 18:37:06 +0700To: <[email protected]>ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [...@ntau-net] Obat obatan Tradisional zaman saisuak Tarimo kasih kirimannyo mak, sangat berguna. Ado ciek ambo di ajakan dekk urang kampuang, campuran caciang gilo jo pakih sayua, ubek gejala tipus. salam andiko Pada 7 Januari 2011 16.34, syaukani yusup <[email protected]> menulis: Assalamu Alaikum Warahmatillahiwabarakatu. Salam kapado sidang pambaco. Kakana diambo maso ketek2 dikampuang dulu akan ubek2 nan digunokan rang gaek untuak maubek i pelbagai panyakik nan kini lah dilupokan urang dek kini lah ado kamudahan doktor. ingin ambo malewakan disiko untuak tatapan rang mudo2 nan mungkin indak mengetahuinyo, supayo ubek2 tradisiko indak hilang dimakan zaman, dan mungkin masih bisa dimamfaatkan untuak kecemasan. 1. Supadeh jo bawang aia angek ubek Sakik paruik 2. Langkue jo minyak tanah ubek kurok jo panau 3. Daun gulinggang untuak julab 4. Daun baru,daun sigapuak daun bungorayo atau aia karambia mudo campua kumayan aka kalimpanang untuak pandingin (damam paneh) 5. Anjiluang sitawa sidingin ubek padi 6. Daun kayu surian ubek luluak (pupuak tanah) 7. cangkeh jo garam ubek sakik gigi 8. gatah bawang ubek bisua baru katumbuah 9. duri kapeh baasah untuak sakik kulik 10.isi kacang pajang bakunyah ubek digigik binatang biso nan ringan saparati salimbado tabuan samuik padiah kalo lipan. kok biso ula atau yang sewakyu dengannya indak talok doh. Nan paliang pantiang Bismillah jo Salawaek Nabi pamulokan. Cubokanlah semoga bermamfaat. Kok ado Sanak nan lain nan ado manyimpan puro satantang ubek2 zaman saisuak harap dilewakan pulo. Wassalam, Gani50 Kajang, Msia. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
